Andi Syamsu Alam: Saya Bukan Lagi Tuada Uldilag | (12/4) - Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Andi Syamsu Alam: Saya Bukan Lagi Tuada Uldilag

Samarinda | www.pta-samarinda.net

Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. tidak lagi menjabat Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI atau biasa disingkat Tuada Uldilag. Hal itu seiring dengan adanya perubahan struktur organisasi di MA.

“Saat ini saya adalah Ketua Kamar Peradilan Agama MA,” ujar Andi Syamsu Alam, saat membuka kegiatan bimbingan teknis yustisial yang diadakan PTA Samarinda, 3 April 2013. Kegiatan tersebut dilaksanakan tiga hari.

Di MA kini ada lima kamar, yaitu Kamar Pidana, Kamar Perdata, Kamar Agama, Kamar Militer dan Kamar Tata Usaha Negara. Sistem kamar di MA akan berlaku secara efektif mulai April 2014.

Selain adanya sistem kamar, perubahan struktur organisasi juga akan terjadi di pengadilan-pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding di lingkungan peradilan agama.

“Ada pemisahan antara panitera dan sekretaris. Nantinya tidak ada lagi wakil pantera dan wakil sekretaris,” ungkap Andi Syamsu Alam.

Pemisahan panitera dan sekretaris, menurutnya, sangat penting dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya ialah agar usul kenaikan kelas pengadilan dapat berlangsung lancar.

“Bapak/Ibu mungkin pernah merasa betapa sulitnya usulan kenaikan kelas pengadilan? Hal ini kuncinya hanya di Menpan, yang mengharapkan adanya perubahan struktur badan peradilan yang memisahkan antara panitera dan sekretaris,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa permasalahan hukum saat ini semakin kompleks akibat kesadaran hukum masyarakat yang makin meningkat, tingkat kecerdasan yang makin membaik, perkembangan kehidupan yang makin mengglobal, dan pengaruh ilmu dan teknologi yang makin menghebat.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan segenap warga peradilan agama, terutama hakim, untuk menghadapinya.

“Bahkan dalam waktu yang tidak lama, juga akan segera merebak kasus-kasus ekonomi syariah, seiring tingkat pertumbuhannya yang ternyata lebih cepat dari perbankan konvensional,” tambahnya.

Stigma-stigma yang beredar di masyarakat, yang menunjukan kurangnya kepercayaan public terhadap kinerja Peradilan Agama, harus direspons. Faktnya, masih ada stigma bahwa hakim agama hanyalah tamatan madrasah sehingga diragukan kompetensinya oleh pihak perbankan.

“Juga masih ada stigma bahwa hakim agama hanyalah sebagai hakim NTCR (Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk) sehingga terkesan pengadilan agama sebagai pengadilan perceraian,” tandasnya.

Ia menegaskan, sesungguhnya pengadilan agama tidak pernah mengundang masyarakat untuk bercerai tapi justru sebaliknya eksistensi pengadilan agama adalah sebagai penolong dalam membantu keluarga-keluarga yang bermasalah dalam mencegah kemudharatan dan memelihara kemaslahatan.

Hakim harus profesional

Dalam kesempatan ini, Andi Syamsu Alam juga menyinggung profesionalisme hakim. Hakim profesional, menurutnya, adalah hakim yang memiliki perpaduan antara pengetahuan dan pengalaman yang luas.

“Oleh karenanya dalam menjawab segala tantangan yang dihadapi peradilan agama, diperlukan hakim-hakim seperti ini,” ujarnya.

Supaya menjadi lebih profesional, para hakim mau tidak mau harus menambah pengetahuan. Hakim harus terus belajar.

“Orang makasar bilang, kalau belum doktor berarti belum sarjana. Kalo masih S1 atau S2 itu masih menuju sarjana,” ia berkelakar.

Sementara itu, untuk meningkatkan pengalaman hakim, dilakukan mutasi. “Karenanya saat ini mutasi merupakan anugrah bukan lagi musibah, sehingga segeralah bertobat jika masih beranggapan kalau mutasi itu sebuah musibah,” serunya.

Bimtek teknis yustisial seperti yang diselenggarakan PTA Samarinda ini, imbuhnya, sangat penting untuk meningkatkan kualitas para hakim agama.

Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. sedang mengalungkan tanda peserta Bimbingan Teknis yang diwakili oleh peserta dari Bimtek Yustisial dan Non Yustisial di Lingkungan PTA Samarinda.

Saat ini, semua lingkungan peradilan, termasuk lingkungan peradilan agama, menghadapi persoalan-persoalan baru.

“Peradilan TUN, misalnya, baru saja dihadapkan pada permasalahan ketika seorang Bupati melanggar UU Perkawinan. Apakah harus diberhentikan? Peradilan Umum pun demikian,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap para peserta mengikuti Bimtek ini dengan sungguh-sungguh, demi kemajuan peradilana agama.

“Teruslah bekerja dan berdo’a. Semoga jaya peradilan agama dan jaya pula Mahkamah Agung,” pungkasnya.

Dua Bimtek

PTA Samarinda pada kesempatan ini melaksanakan dua Bimtek sekaligus. Bimtek pertama adalah bimtek yustisial, dengan fokus penanganan dan penyelesaian perkara di lingkungan PTA Samarinda tahun anggaran 2013.

Sedangkan bimtek kedua adalah bimtek non-yustisial (kesekretariatan) dengan fokus teknis penghapusan, penetapan status dan alih fungsi barang milik negara (BMN) di lingkungan PTA Samarinda.

Bimtek yustisial diikuti oleh 59 peserta yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Hakim dan Pejabat Kepaniteraan PA-PA di wilayah PTA Samarinda. Sedangkan bimtek non-yustisial diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Panitera/Sekretaris dan operator SIMAK-BMN. Bimtek non-yustisial ini diikuti juga oleh beberapa perwakilan dari peradilan umum dan TUN Samarinda.

Ketua PTA Samarinda Drs. H. Syamsul Falah, S.H, M.Hum mengatakan, bimtek yustisial dilaksanakan PTA Samarinda dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM aparat peradilan, meningkatkan kualitas putusan dan penyelesaian perkara.

Sementara itu, bimtek non-yustisial juga dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan agama, serta agar tercipta administrasi peradilan agama yang tertib, akurat dan akuntabel.

[Aa/;Nie]

 

 

 

Comments   

 
# Drs. Cece Rukmana Ibrahm, SH. K PA. CIBADAK 2013-04-12 03:54
Selamat kepada peserta bintek yang telah mendapat informasi-infor masi baru dari bapak Ketua Kamar Agama, dan selamat kepada bapak Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH. yang sekarang menjadi Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Semoga Hakim-hakim di Peradilan Agama dapat melaksanakan tugas secara profesional termasuk juga dalam menangani perkara-perkara Ekonomi Syari'ah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# h. masruri, ptk 2013-04-14 02:25
Selamat dan sukses kepada Bapak KPTA Samarinda yang menyelenggaraka n Bimtek ini, terlebih dengan menghadirkan Bapak Tuada Uldilag yang sekarang telah menjadi Ketua Kamar Agama MARI. Selamat pula kepada peserta Bimtek yang akan mendapat ilmu dan pengalaman dari para tutor dan diharapkan kualitas kinerja akan semakin meningkat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2013-04-12 03:56
Semoga ke depannya PA semakin maju dan mendunia dengan suksesnya ke 7 Program prioritas RBPP PA, yaitu : Penyelesaian perkara, Manajemen SDM, Pengelolaan website, Pelayanan publik dan meja informasi, Implementasi SIADPA, Pengawasan dan Justice for ALL (Prodeo, Sidkel dan Posbakum). Aamiin !
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rio PA Sengeti 2013-04-12 06:11
Semoga perombakan struktur di lingkungan MARI dan peradilan di bawahnya membawa perubahan yang lebih baik untuk peradilan Indonesia.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Heriyah PA Sengkang 2013-04-12 06:19
Selamat dan sukses kepada Yang Mulia Ketua Kamar Peradilan Agama MA, semoga perubahan nama dari Tuada Uldilag menjadi Ketua Kamar Peradilan Agama membawa berkah dan perubahan yang lebih baik bagi Peradilan Agama, Amiiin !!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# AHP - MS Aceh 2013-04-12 06:35
Selamat dan sukses kepada Tuada Uldilag yang telah menjadi Ketua Kamar Agama Yml. Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH, semoga tugas-tugas ke depan akan semakin baik dilaksanakan. Selamat pula kepada peserta Bimtek yang akan mendapat ilmu dan pengalaman dari para tutor dan diharapkan kualitas kinerja akan semakin meningkat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Arinal PA Payakumbuh 2013-04-12 06:51
Semoga semua harapan dari Ketua Kamar Agama MARI bapak Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH. tersebut dapat diamini oleh semua Hakim PA, agar terus belajar dan belajar terus demi meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme sebagai seorang hakim yang mampu menjawab tantangan zaman sesuai kompetensi kewenangannya. Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2013-04-12 06:53
Ya...semoga perubahan struktur di lingkungan MARI dapat membawa pula perubahan pada peradilan yang ada di bawahnya, selanjutnya untuk membawa perubahan yang lebih baik ke depan menuju peradilan yang agung... semoga sukses... Amien...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Alimuddin M. PA.Denpasar 2013-04-12 07:03
Supaya hakim-hakim punya pengalaman praktek, maka mereka tidak boleh lama-lama di tempat yang kurang perkara.
Sebenarnya, bukan mutasinya yang musibah Pak Ketua, tapi karena HARUS cari rumah kontrakan lagi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Munir-PA.Kis 2013-04-12 07:12
Harapan kita semua, semoga perubahan struktur itu akan semakin baik dan menguntungkan terutama bagi kita warga Peradilan Agama. Selamat kepada peserta Bintek semoga pengetahuan yang didapat dalam bintek dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rosdiana PA. Mamuju 2013-04-12 07:36
Pemisahan antara panitera dan sekretaris sampai pada peradilan tingkat pertama dapat meningkatkan propesionalisme aparat peradilan karena seorang panitera dapat pokus pada urusan perkara tanpa harus memikirkan urusan kesekretaristan demikian sebaliknya. Namun yang yang perlu diantisipasi adalah hilangnya tunjangan khusus seorang panitera sebagai KPA pada saat menjabat sebagai Pansek, semoga tidak luput dari pertimbangan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdullah berahim, pta palu 2013-04-12 08:02
“Saat ini saya adalah Ketua Kamar Peradilan Agama MA,” itulah pernyataan yg disampaikan oleh YM Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H.yg dulu itu beliau dikenal dg tuada uldilag. iyalah pak, itukan perubahan istilah sj, namun pd hakekatnya samam saja. itu namanya kondisi yg menghendaki perubahan "label". memang penggunaan istilah sistem kamar di MA RI sekarang ini yg menurut sy pribadi kurang menguntungkan buat hakim2 pa ke depan, mungkin banyak pihak yg tdk sependapat dg sy, boleh2 saja. wallahu a'lam bishshawab
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.khotib PTAJK 2013-04-12 08:41
Kepada seluruh rekan-rekan kepaniteraan dan sekretariatan marilah kita apresiasi petuah Yang Mulia Bapak Ketua Kamar Peradilan Agama MA, kita tingkatkan pelayanan dan kepercayaan publik terhadap lembaga kita dengan meningkatkan pendidikan dan SDM. Kawan mari kita hapus stigma masyarakat yang memandang kita sebelah mata.Terima kasih Yang Mulia semoga semangat Yang Mulia selalu menyertai kita dalam menjalankan tugas Amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Warga Peradilan Bgn Timur 2013-04-12 09:43
Yml Andi Syamsu Alam mengatakan "Saya Bukan lagi TUADA ULDILAG Saya adalah Ketua Kamar Peradilan Agama...(inilah proses perjalana perubahan struktur organisasi yang berkembang yang harus diterapkan dilingkungan empat lingkungan peradilan dibawah Mahkamah Agung RI)perubahan tersebut diharapkan agar aparatur peradilan agama lebih kopentensi dan profesional dituntut untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan zaman dan tekhnologi...ya kami berharap dengan perubahan organisasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap aparat peradilan agama.... adanya perubahan kelas pengadilan , perubahan eselonisasi dan perubahan perbaikan kesejahteraan.. ..saya merasa bangga dengan Pelaksanaan BIMTEK YUSTISAL DAN BIMTEK NON-YUSTISAL YANG DILAKSANAKAN OLEH PTA SAMARINDA DAN PENGADILAN AGAMA SE-WILAYAH HUKUM SAMARINDA yang dibuka langsung oleh Nara Sumber Yml Andi Syamsu Alam" semoga kami yang ditimur/papua ini dapat mengikuti informasi yang benar-benar akurat dari perubahan sebuah struktur organisasi Mahkamah Agung dan empat lingkungan dibawahnya....T erima kasih Ketua PTA Samarinda Drs.H.Syamsul Falah,SH.M.Hum atas penyelenggaraan BIMTEK semoga sukses.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# WARGA PERADILAN BAGIAN TIMUR 2013-04-12 22:17
Konspirasi, aspirasi untuk merubah stigma dan manset kearah yang positif agar kita sebagai warga peradilan mengakomodir dalam bingkai Nasionalisme terhadap sebuah lembaga Yudikatif.....p erubahan tersebut kita dituntut untuk berfikir secara paradigma terstruktur makna dari sebuah perubahan yang disandingkan dengan berbagai aturan yang logis sebagai sumber suatu pembentukan ketentuan..... oleh karena itu PEMISAHAN PANITERA DAN SEKRETARIS EMPAT LINGKUNGAN PERADILAN DIBAWAH MAHKAMAH AGUNG JANGAN DIKOTORI DENGAN KEPENTINGAN SIKAP APRIORI PRIBADI.....mar ilah kita sambut pemisahan itu dengan mengkedepankan profosionalisme membangun citra kerja yang baik dan membangun keharmonisan dalam organisasi agar wadah peradilan sebagai SARANA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT PENCARI KEADILAN DAPAT TERWUJUD....INI LAH REFORMASI BIROKRASI YANG DICITA-CITAKAN SEJALAN DGN VISI MA-RI YAITU TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG. inilah buah pikir Yang Mulia Dr.H.Andi Syamsu Alam,SH.MH yang harus kita respon dengan baik....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ujang Jamaludin PA Kuningan 2013-04-12 22:23
berubahnya TUADA ULDLAG menjadi KETUA KAMAR AGAMA membawa keberkahan bagi Badilag khususnya dan Mahkamah Agung beserta jajarannya pada umumnya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rosmiati PA Sengkang 2013-04-13 05:38
selama dan sukses kepada YM Tuada Uldilag yang sekarang menjadi Ketua Kamar Peradilan Agama MA, smoga membawa berkah dan prubahan yang lebih baik bagi Peradilan Agama ... Amiin dan selamat pula kepada para peserta BIMTEK yang akan mendapat ilmu dan pengalaman dari para tutor dan ilmu n pengalaman yang diperolehnya dapat d :lol: isosialisasikan kepada rekan2 yang lain....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-04-13 09:52
Apakah Bpk. masih Tuada Uldilag atau Ketua Kamar PA sekarang, yang jelas Bpk. Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H., adalah "Bapak Sidang Keliling PA di Luar Negeri."
Selamat bernostalgia di Kaltim!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mursyid Syah-MS.Ksg. 2013-04-14 12:15
Selamat kepada Bapak Ketua Kamar Agama MARI bapak Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH., semoga semua harapannya dpt terwujud dan selemat kpd peserta bintek, semoga mendapat ilmu yg bermanfaat. Kpd Bpk Ketua Kamar jika ingin mutasi itu tdk mnjdi musibah segala infrastruktur hrs dibenahi termsuk di dlmnya rumah dinas, jgn "latah" mengikuti badilum, mrk sdh siapkan sgla infrastrukturny a.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# RS.MS.Aceh 2013-04-15 03:07
Dengan adanya perubahan setruktur organisasi di Peradilan agama tersebut diharapkan semua usulan kenaikan kelas bagi Peradilan agama akan segera terlaksana.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rohimahpagrt 2013-04-15 03:09
SELAMAT dan SUCCES BUAT YM KETUA KAMAR AGAMA MARI semoga kedepan Peradilan Agama lebih baik lagi menuju Peradilan Yang Agung dibawah naungan ALLAH SWT.amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ita Sasmita PA Depok 2013-04-15 03:33
Kita dukung pemisahan panitera dan sekretaris demi profesionalisme pengadilan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Al Fitri - PA Manna 2013-04-15 06:42
semoga apa2 yang telah dikemukakan oleh YM. Bapak DR. Andi Syamsu Alam, segera akan terwujud demi jaya peradilan agama dan MA ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ambo Asse, HATI Banjarmasin 2013-04-15 13:11
Bimbingan teknis (BINTEK) itu sangat penting sekali, karena secara langsung dari para ahli yang memberikan bimbingan keseragaman dan kesatuan kerja peradilan (Union legal frem work dan union legal opinion) yang merupakan bagian dari Court of law.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ismail Paisuly, PA Masohi 2013-04-15 23:06
Ucapan selamat kepada mantan Tuada Udilag yg kini menduduki jabatan baru Ketua Kamar Agama (KKA MARI), mudah2an pelaksanaan tugas2 YM lancar-lancar saja.Untuk meningkatkan SDM para awak Badilag, hendahnya para pemimpin baik di MA khususnya di Badilag, harus memberi akses sebesar-besarny a kepada awak badilag agar bisa mengikuti pendidikan ke starata yg lebih tinggi, bila perlu ada semacam insentif atau berupa beasiswa. Kenapa selama ini hanya pemda yg memberikan pasilitas itu kepada pegawainya sedangkan MA/Badilag belum bisa?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# SBRN_PA Kotabumi 2013-04-16 02:24
Jika publik masih menanyakan kemampuan dan potensi Hakim Agama dalam menangani perkara Ekonomi Syariah, maka Badilag segera melakukan inventaruisasi data Hakim yang saat ini telah menyandang gelar Sarjana, Magister, atau Doktor Ekonomi Syariah. Karena skrng Hakim Agama yg lulus Ekonomi Syariah telah menjamur, kemudian adakan latihan khusus bagi yg lulusan Ekonomi Syariah, sehingga kita dpt menuju membuat Pengadilan Khusus Ekonomi Syariah.
BUKTIKAN kalau kita bisa...!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.Chanif PTA Banten 2013-04-16 03:08
Kalau unsur pimpinan MARI Kamar Agama sudah mendeklarasikan warga peradilan Agama harus profesional antara lain dengan peningkatan kemampuan SDM nya melalui pendididkan formal, semestinya harus di respon oleh pimpinan Badilag, sehingga dapat terealisasi dengan baik, segala perencanaan yang ada kaitannya dengan mutsi disesuaikan dengan kondisi yang bersangkutan, terutama yang benar-benar mampu dan mau menempuh pendidikan S2 dan S3 diprioritaskan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ahmad Fanani PA Tanjung Selor 2013-04-16 03:24
Penyebutan istilah boleh berbeda, tetapi semangat untuk kemajuan PA tetap selalu ada seiring dengan perkembangan kemajuan zaman. Peningkatan kualitas menjadi fokos penting dalam setiap perubahan sehingga PA tetap jaya sepanjang masa...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Masruri Syah 2013-04-16 06:28
boleh saja istilah Tuada Uldilag diganti dengan Ketua Kamar, yang penting niat dan komintmen untuk menjadikan Pengadilan Agama tetap eksis dengan segala bentuk perubahan/perba ruan dengan melaksanakan program-program yang dicanangkan dan akan dicanangkan sehingga dengan hakim hakim profesional benar-benar dapat melayani masyarakat pencari keadilan. Betul Khann!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sulfa pta smrd 2013-04-17 00:33
kedatangan beliau,yang telah member5ikan pencerahan dan motifasi kepada semua peserta bimtek pada lingkngan PTA samarinda,tenta ng pelaksanaan tugas secara profesional dan tanggung jawab,diharapka n peserta bimte3k tersebut ,bisa mensosialisasik an pengarahan tersebut pada lingkungan kerja masing=masing.s ehingga terbentuk tim work yang terpadu bagai bunyanun marshush-bangun an yang kokoh dan teratur.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# subai-PA Tasik 2013-04-17 01:24
Pemisahan antara panitera dan sekretaris harusnya sudah lama berjalan karena sudah jelas aturanya ada...jangan sampai penegak hukum tidak bisa konsisten dlam menegakan hukum hanya karena berbagai kepentingan...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.Kahfi PA. Klaten 2013-04-17 04:27
Betul sekali kata beliau ketua Kamar Agama Mahkama Agung RI, agar para hakim PA harus meningkatkan kwalitas SDM nya karena bagaimana pun ke depan PA menghadapi tantangan yang begitu kompleks sehingga penambahan wawasan ilmiyah dan pengetahuan hukum adalah suatu keniscayaan. Minimal harus S2 walaupun baru menuju Sarjana....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2013-04-19 08:20
Cuman ada yang bertanya kenapa menggunakan istilah Kamar apa tidak ada istilah lain yang relevan... sebab Kamar berasumsi Kamar Asrama, Kamar Tidur, Kamar 1045 di Hotel dsb... Kemudian selanjutnya ke bawah Mahkamah Agung... bisa terjadi setiap provensi dan kabupaten hanya satu saja peradilan sehingga peradilan2 yang lain akan masuk di satu peradilan dengan kamar-kamar itu... ini sebuah pemikiran aja ke depan....kira2 bagaimana menurut anda ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Trubus W PTA Banten 2013-04-19 09:02
Semua warga Peradilan Agama musti harus tahu,sekarang ini tidak ada lagi "Tuada Uldilag" setelah digantinya deng nama "Ketua Kamar Agama" di Mahakamah Agung RI sebagaimana disampaikan Bapak DR. H. Andi Syamsu Alam, SH, MH, trersebut, dan tentu setiap Hakim mendambakan sebagai Hakim Professional yakni dimana yang dirinya terdapat bperpaduan pengetahuan dan pengalaman yang luas.mudah2n sebagai pemacu kita semua untuk lebih maju lagi. amin... amin....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fulbah 2013-04-22 00:19
Untuk menjadi hakim yang profesionnal, maka hakim harus dibina dan digembleng sesuai PROFESI dan bekerja sesuai dengan TUSInya. Jika para hakim dibina dan diberi tugas tidak sesuai Profesi dan Tusinya, maka tinggal tunggu kehancuran penegakan hukum itu sendiri. Apakah ada hakim yang dibina dan diberi tugas tidak sesuai dengan Profesi dan Tusinya?.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Login Pengguna

Statistik Pengunjung

6460452
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
Semua waktu
45029
51196
1224738
1552087
6460452

IP Anda: 54.227.215.140
Server Time: 2014-12-22 19:24:20

 

 

Pembaruan MA