Soal Mutasi, Hakim Peradilan Agama Perlu Mengubah Persepsi | (12/4) - Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Soal Mutasi, Hakim Peradilan Agama Perlu Mengubah Persepsi

Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. Saat Membuka Bimtek di Samarinda

Samarinda | Badilag.net

Ketua Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H., meminta para hakim peradilan agama untuk mengubah persepsi mengenai mutasi.

“Mutasi adalah rahmat. Jangan lagi menganggap mutasi itu musibah. Segeralah bertobat kalau masih menganggap mutasi itu musibah,” ujarnya, ketika membuka Bimtek yang diselenggarakan PTA Samarinda, Rabu malam (3/4/2013), sebagaimana diberitakan oleh pa-nunukan.go.id.

Para hakim peradilan agama, menurutnya, berbeda cara pandang dengan para hakim peradilan umum mengenai mutasi.

“Beda hakim PN dengan hakim PA adalah, hakim PN menganggap musibah kalau tidak dimutasi, sedangkan hakim PA mengadakan syukuran kalau tidak dimutasi,” ucapnya, disambut tawa para peserta bimtek.

Ia menambahkan, mutasi hakim merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan hakim. Mutasi hakim perlu dilakukan secara proporsional dan jumlahnya diperbanyak.

Nara Sumber dari BUA MA-RI dan Penyematan Tanda Peserta

“Hakim-hakim pintar di daerah perlu ditarik ke kota-kota yang banyak dan berkualitas perkaranya,” tandasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh badilag.net dari Laporan Tahunan Badilag 2012, per Desember 2012, hakim peradilan berjumlah 3670. Berikut ini rinciannya:

Instansi

Ketua

Wakil Ketua

Hakim

Hakim yustisial

PTA/MS Aceh

29

28

466

1

PA/MS Kelas IA

54

53

658

-

PA/MS Kelas IB

100

97

725

-

PA/MS Kelas II

182

176

1.101

-

Jumlah

365

354

2.950

1

Sepanjang 2012, ada 1.336 hakim yang menjalani mutasi dan promosi. Rinciannya sebagaimana tabel di bawah ini:

NO

JABATAN

JUMLAH

1

Pendefinitipan Hakim

-

Orang

2

HPA/HMS menjadi HPA/HMS

753

Orang

3

HPA/HMS menjadi WKPA/WKMS

109

Orang

4

HPA/HMS menjadi KPA/KMS

1

Orang

5

HPA/HMS menjadi HPTA/HTMS

4

Orang

6

WKPA/WKMS menjadi HPA/HMS

15

Orang

7

WKPA/WKMS menjadi WKPA/WKMS

42

Orang

8

WKPA/WKMS menjadi KPA/KMS

93

Orang

9

WKPA/WKMS menjadi HTPTA/HTMS

8

Orang

10

KPA/KMS menjadi HPA/HMS

39

Orang

11

KPA/KMS menjadi WKPA/WKMS

23

Orang

12

KPA/KMS menjadi KPA/KMS

56

Orang

13

KPA/KMS menjadi HTPTA/HTMS

40

Orang

14

HTPTA/HTMS menjadi HTPTA/HTMS

111

Orang

15

HPTA/HTMS menjadi WKPTA/WKMS

9

Orang

16

HTPTA/HTMS menjadi KPTA/KMS

1

Orang

17

WKPTA/WKMS menjadi HTPTA/HTMS

-

Orang

18

WKPTA/WKMS menjadi WKTPTA/WKHTMS

4

Orang

19

WKPTA/WKMS menjadi KPTA/KMS

7

Orang

20

KPTA/KMS menjadi HTPTA/HTMS

1

Orang

21

KPTA/KMS menjadi KPTA/KMS

9

Orang

22

HPA/HMS ditugaskan pada MA RI

1

Orang

23

HPA/HMS ditugaskan pada DITJEN BADILAG MA RI

1

Orang

22

HTPTA/HTMS ditugaskan pada BAWAS MA RI

7

Orang

23

HTPTA/HTMS ditugaskan pada PUSLITBANG DIKLAT KUMDIL MA RI

2

Orang


Jumlah

1.336

Orang

(tim redaksi jurindomal pa-nnk l hermansyah)

Comments   

 
# ghozali 2013-04-12 03:51
setuju dgn pak tauda, asal mutasi dilaksanakan dengan sistem yg transparan dan berkeadilan, saya fikir tidak ada yg keberatan.... :-)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# h. masruri, ptk 2013-04-14 03:56
Setuju dengan apa yang disampaikan Bapak Tuada Uldilag atau Bapak Kepala Kamar AGama MARI, Semoga pelaksanaan mutasi ke depan semakin baik, dengan mempertimbangka n aspek pembinaan bagi hakim yang bersangkutan dan juga aspek lain yang tidak dapat dipisahkan dari pribadi hakim tersebut, agar semua membawa keberkahan dan ketenangan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2013-04-12 04:02
Semoga persepsi kita mengenai mutasi dapat kita rubah dari mutasi sebagai musibah menjadi mutasi adalah Anugerah dan Rahmat. Aamiin !
Selamat menikmati mutasi bapak/ibu semoga mutasinya barakah. Aamiin !
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sabar 2013-04-12 05:26
wah sy kira kalu masalah mutasi masih terdapat banyak juga ketidakadilan dan itu tidak bisa di pungkiri
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sabar 2013-04-12 05:28
wah saya pikir tentang masalah mutasi tidak bisa di pungkiri msh banyak juga yang tidak adil
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rio PA Sengeti 2013-04-12 06:17
Semoga pelaksanaan mutasi ke depan semakin baik, dengan mempertimbangka n aspek pembinaan bagi hakim yang bersangkutan dan juga aspek lain yang tidak dapat dipisahkan dari pribadi hakim tersebut, agar semua membawa keberkahan dan ketenangan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# AHP - MS Aceh 2013-04-12 06:38
Setuju dengan Ketua Kamar Agama MA Yml Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH bahwa mutasi adalah rahmat, apalagi mutasi menuju promosi. Selamat kepada teman-teman yang sudah mutasi maupun yang akan mutasi dalam waktu yang akan datang.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2013-04-12 07:00
Kalau Hakim PN dimutasi ada fasilitasnya seperti rumah dinas dan lain-lain... sedangkan Hakim PA berpikir untuk sewa rumah di tempat mutasi... jadi memang perlu juga dipikirkan agar mutasi ini bukan musibah... ini suatu pemikiran... namun tetap harus merubah pola pikir tentang mutasi ini... semoga mutasi ke depan lebih baik lagi dengan berbagai macam fasilitasnya... sukses Amien...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Munir-PA.Kis 2013-04-12 07:02
Pada umumnya tidak ada yang keberatan dengan mutasi, cuma kadang ada sebagian yang tidak puas karena tidak sesuai dengan keinginannya. Susah memang untuk mengikuti keinginan setiap orang. Mutasi itu bagus...semoga tetap berlanjut yang penting objektif.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Alimuddin M. PA.Denpasar 2013-04-12 07:11
Sebenarnya mutasi menjadi rahmat ketika selalu menyatu dengan keluarga (suami/ isteri).
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# thamrin habib,pta.jambi. 2013-04-12 07:34
Sangat diharapakan roda mutasi ini tetap berjalan lancar, untuk merobah persepsi yang buruk, namun juga sangat diharapkan penempatan seseorang itu bukan berdasarkan kedekatan dengan yang menentukan tapi betul-betul teransparan dan adil, semoga.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rahman 2013-04-12 07:35
benar sekali, mutasi intinya memang keadilan..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# haikal 2013-04-12 07:45
saya sependapat....
tapi perbedaan yg mencolok dan harus menjadi perhatian kita semua adalah hakim PN paling lama 3 tahun sudah dimutasi (kalaupun ada yg terlewat persentasinya kecil), bahkan "tidak meminta pun, secara periodik akan dimutasi". jd wajar jika mereka terbiasa karena 2 atau 3 tahun berputar secara alamiah. sedangkan kita sistem mutasinya tdk teratur. ada yg baru 1 tahun sudah mutasi, di sisi lain ada yg sdh 7 tahun blm dimutasi. ini adalah soal sistem, semoga ke depan lebih baik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2013-04-12 07:56
Semoga mutasi hakim yang akan datang sesuai dengan aturan yg telah ditentukan, dan hendaknya tidak terlalu banyak intervensi kebijakan unsur pimpinan serta obyektif. No problem
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdullah berahim, pta palu 2013-04-12 08:17
saya setuju saja persoalan mutasi itu sbg rahmat dlm upaya meningkatkan wawasan dan kualitas hakim ybs. tapi brp banyak hakim2 pa/pta yg mutasinya diseputar daerah tempat tinggalnya sj, sementara yg mutasi diantarpulaukan , yg perempuan lagi, dia hrs berpisah dg suami dan anak2nya, kasian mereka. sepertinya tergantung nasib deh. itu tahun2 lalu. mudah2an ada perubahan sistem mjutasi. kalau perlu ada data hakim2 yg tdk pernah keluar provinsi. contoh, teman satu angkatan sy th 1986 dari dki, mutar2 di dki, sekrg 2013 di jabar. kalau sy sdh pengalaman antar pulau dan antar provinsi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ABDULLAH 2013-04-12 09:03
sebenarnya di mutasi setiap setahun sekali tidak masalah

tapi tolong di siapkan tempat menginap sementaranya seperti para pejabat negara lainnya, :lol: :lol: :lol:
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umi 2013-04-12 09:09
kalau mutasi di kepaniteraan kapan ? karena gaji dan pendapatannya belum setinggi hakim jadi mutasinya jgn terlalu jauh, namun mutasi apalagi promosi penting utk penyegaran.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# saifuddin PA Jaksel 2013-04-12 09:14
Agaknya kita tertinggal jika masalah "mutasi" masih berfikir "rahmat dan musibah". Yang seharus kita fikirkan adalah bagaimana menyusun sistem mutasi yang berkeadilan dan bagaimana meningkatkan sarana "Perumahan Hakim" dari waktu - ke waktu. Sehingga paradigma mutasi akan terjawab dengan sendirinya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Khairil Jamal MS.Mrd. 2013-04-12 09:15
kita setuju dengn Bapak Tuada Uldilag mutasi sebagai rahmat, semoga mutasi Hakim Badilag tidak beda dengan Hakim Badilum.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# moh rifai 2013-04-12 09:16
ketika beliau berbicara demikian tentunya kurang tepat, karena selama ini temen2 minta pindah justru beliau2 belum berkenan mengabulkan inilah yang menjadi tanda tanya temen2 agar ada keseimbangan pembagian kerja antara hakim2 yang dijawa dengan diluar jawa karena pada umumnya hakim diluar jawa hakimnya ada yang berlebih adalah kurang tepat di suatu pa yang perkaranya satu tahun 20 hakimnya 7 bahkan delapan sementara dijawa yang rata2 perkara diatas seribu bahkan 5 - 6 ribu hakimnya sedikit ini nama kurang adil semoga menjadi bahan pertimbangan yang mulia
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# A. Murad MS Bna 2013-04-12 09:17
Pada dasarnya mutasi itu tidak jadi maslah untuk meningkatkan wawasan dan karir, tetapi sayangnya PA/MS belum semuanya punya rumah dinas, sehingga hakim yg dimutasi harus menguras kocek tidak kurang dari 10 - 15 Jt/tahun,belum lagi tanggungan keluarga di kampung. Semoga saja MA cepat membangun rumah dinas PA/MS seperti PN.Amin...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Warga Peradilan Bgn Timur 2013-04-12 10:01
Ada Presepsi bahwa Mutasi dapat dikatakan Anugerah kalau dari daerah terpencil seperti Papua ke luar Papua tapi kalau dari Jawa ke Papua wah.. itu bisa dianggap MUSIBAH....tapi sekarang Hakim selaku Pejabat Negara tidak perlu takut dan khawatir karena Gaji dan tunjangan kesejahteraan udah besar dan fasilitas sarana juga diperhatikan... .jadi mutasi dan promosi Hakim telah dilakukan oleh BADILAG MA-RI udah lebih proposinal.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# # H.M.IDRIS ABDIR, PA JEMBER # 2013-04-12 11:26
Salut atas ungkapan yang mulia Ketua Kamar Peradilan Agama MARI, Dr.H.Andi Syamsu Alam,SH,MH! Hal mutasi hakim saya sudah rasakan dg menjalani mutasi/promosi mulai dari wilayah PTA Mks ke wilayah PTA Kupang, hingga mutasi ke PA Kls IA Jember wilayah PTA Surabaya pada saat ini, sy telah cukup banyak mendapatkan pengalaman dan wawasan serta benar merupakan rahmat tersendiri bagi saya sebagai seorang hakim, dan setiap sy mendapat mutasi sy selalu bersyukur kpd Allah swt serta mengucapkan "ALHAMDULILLAH" . ( LAIN SYAKARTUM LAAZIDANNAKUM WALAIN KAFARTUM INNA AZABIY LASYADID ).
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# WARGA PERADILAN 2013-04-12 12:03
Yang Mulia Bpk Andi Syamsu Alam "Keluhan dan Jeritan" Kalau Mutasi Hakim sebagai Pejabat Negara dengan kesejateraan gaji perbualan yang begitu besari jadi sangat wajar dimutasikan kemana oke saja....tapi sangat prihatin sekali kalau WAPAN dan WASEK dimutasi gajinya dengan stndar hidup sekarang tidak cukup !!! bagaimana kalau dimutasi ? bahkan biaya mutasi harus ditanggung dulu oleh WAPAN dan WASEK sedangkan dalam SK tertulis Mutasi ditanggung oleh Negara gimana nih Yang Mulia Bapak Andi Syamsu Alam ....kalau mutasi yang dekat tidak apa-apa tetapi gimana mutasi yang begitua jauh diluar jawa ? untuk itu kami memberikan pendapat kalau mutasi/rotasi/p romosi keeselon /jabatan yang lebih tinggi itu tidak apa2 oke saja... tetapi dalam eselon yang sama gimana kasihan pak ?? seakan-akan presepsi orang tersandung masalah...kalau PANITERA/SEKRET ARIS eselon II selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang/ selaku Kepala Kantor tidak ada masalah karena semua fasilitas terpenuhi bahkan sebelum mutasi BIAYA NEGARA SUDAH MASUK KEREKENINGNYA.. ..INILAH JERITAN MUTASI KARENA MUSIBAH UNTUK WAPAN DAN WASEK.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Askor 2013-04-13 12:55
Jangan mengeluh saudarku, kan bebas memilih ikut mutasi atau tetap jalan ditempat tanpa jabatan wasek dan wapan, Mutasi wasek (wasek pta) adalah sesuatu yang penting dilaksanakan sesuai rekomendasi salah satu komisi dalam Rakernas 2012. Wapan juga begitu meskipun tidak masuk dalam rekomendasi. Kan waktu mau jadi cpns dulu sudah menandatangani surat pernyataan bersidia ditempatkan di mana saja. Iya kan...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ujang Jamaludin PA Kuningan 2013-04-12 22:33
Semoga, ke depan tidak ada lagi yang menilai mutasi sebagai musibah, dan semoga mutasi menjadi kebutuhan, baik untuk kepentingan instansi maupun untuk kepentingan karir yang bersangkutan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2013-04-13 04:10
:-) Tidak dapat dipungkiri bahwa mutasi membawa dua dimensi secara bersamaan, dimensi anugerah (rahmat) dan dimensi musibah (kematian kecil bagi keluarga/isteri atau suami, anak-anak yang masih TK atau SD yang betul-betul tidak dapat ikut serta dan tidak dapat saling mengunjungi dalam waktu dan masa singkat). Maaf, menurut pandangan saya pemutasian yang memisahkan keluarga seperti kondisi di atas adalah termasuk kriteria sistem mutasi tak profesional, dalam bahasa agama mutasi menzhalimi keluarga inti, karena hanya mempertimbangka n kepentingan kedinasan semata, lebih besar mafsadat ketimbang manfaat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# # muhammad jam, pa.tmk. 2013-04-13 04:13
...Selamat kepada Bapak DR.H.Andi Syamsu Alam, S.H., M.H, dengan jabatan barunya "KAMAPA" ( baca Ketua Kamar Peradilan Agama ),... setelah berlakunya PP No.94/2012, Mutasi Hakim terutama Hakim PA Wajib Hukumnya, kalau masih ada yg beranggapan sebagai Musibah cuma ada 2 pilihan, minta Berhenti atau di Berhentikan dari Hakim. Saya berkeyakinan itu dulu.., sekarang dengan Gaji Sekarung kemanapun di Mutasi mereka (baca HAKIM PA)akan adakan syukuran untuk itu bahkan ke Bumi Halmahera, Wamena dan Tahunapun siap sebab pundi mereka akan bertambah 10 jt (baca tunjangan kemahalan).Bapa k DR.H.Andi Syamsu Alam,S.H., M.H yang mulia...! jangan pernah bosan apalagi berhenti untuk mendidik Hakim2 PA, agar Hinaan & Cacian terhadap mereka hilang minimal memudar dlm waktu yg tdk begitu lama. Bukan rahasia umum kita sering mendengar, Hakim Kampungan, Hakim Ortodok, Hakim Buduk (karena pernah nyantri di pesantren), Hakim NTCR, Hakim Becak ( cuma ngerti Eksekusi sebuah Becak, kalau milyaran tak mumpuni), Hakim Bodoh alias Dangkal Ilmunya ( apapun alasan perceraian yang mereka tau pertimbangan hukunya hanya PP No 9/75 psl 19 :f jo KHI psl. 116:f).Sekali lagi Pak DR.H.Andi Syamsu Alam, S.H.,M.H, didiklah Hakim2 PA, jangan hanya di Dalam Negeri kirimlah mereka ke seluruh dunia untuk menimba ilmunya.Bapak.. ! jangan lupa apalagi dilupakan..samp ai detik ini REMUNEURASI kami ( baca selain Hakim)masih 70% ) yang katanya juga naik tak kalah besar dengan Hakim mohon dalam waktu yang se singkat-singkat nya SEGERA CAIR..sepinter apapun seorang Hakim apalah artinya tanpa kami2 ini ( baca kepaniteraan termasuk Jurusita ).Semoga Bapak sehat & sukses slalu. Amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hakim PA Unaaha 2013-04-13 04:47
Menurut kami, sulitnya mengubah persepsi warga peradilan agama tentang sistem mutasi, berbanding lurus sama sulitnya mengubah para manajerial sistem mutasi tsb....so, permasalahan pokoknya adalah siapa di antara kita yg manpu mengubah persepsi para manajerial mutasi tersebut? siapa di antara kita yg manpu memberikan kritikan ttg lamanya masa kekuasaan para manajerial mutasi tersebut? dst....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Siti Fadila Maluku 2013-04-13 08:06
Pak Dirjen Badilag...Mutas i Hakim sebagai pejabat Negara saja masih dikeluhkan....b agaimana dengan mutasi yang Non Hakim apa tidak menderita ???!!! tolong dipertimbangkan secara manusiawi dong...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-04-13 09:24
Mutasi atau tidak mutasi, yang jelas hidup itu berjalan terus.
Dan hidup inilah yang perlu disyukuri karena masih diberikan Allah kepada kita

Semoga pola mutasi hakim ke depan lebih banyak mempertimbangka n faktor keadilan dan SDM ybs. hingga tidak timbul pertanyaan2 lagi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# lamaming 2013-04-13 12:56
Hehehe, mutasi jangan pilih kasih, yang belum sarjana di PTA segera dimutasi, supaya sdm dipengadilan tingkat banding mampu bersaing dengan kemajuan tehnologi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Siti Fadila Maluku 2013-04-13 23:26
kami Pejabat kecil tapi tdk punya otoritas beda dengan HAKIM SEBAGAI PEJABAT NEGARA ....itu jelas pak DIRJEN BADILAG dan kami juga beda pula dengan PANITERA/SEKRET ARIS PTA perbedaan itu dilihat dari :1) Gaji Hakim Yg Besar dan Fasilitas yang lengkap punya kewenagan dan power utk mengeser yang terkecil 2) PANSEK PTA sama mempunyai fasilitas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran/Barang dan otoritas kewenagan yang juga bisa mengeser yang lemah/kecil... jadi wajar perbedaan ini menjadi satu kecemburuan sosial yang tinggi pada pejabat/pegawai dibawahnya....

Adakalanya Ketua dan Pansek sebagai pemegang kekuasaan seenaknya saja jalan memberikan izin/rekomendas i kepada Para Hakim untuk meninggalkan kantor dengan alasan izin tetapi coba kalau kami yang kecil masuk kantor terlambat 1 menit aja hancurlah PEMOTONGAN REMUNIRASI belum lagi dikatakan kurang DISIPLIN!!! inilah yang membuat kami menjerit dimana rasa keadilan dalam penegagkan Disiplin Hakim...

terkait dengan kewenagan dan finasial pendapatan yang berbeda ya pantas dan wajar kami sebagai pejabat rendaha dan PNS selalu mencemohkan BAGAIMANA DENGAN ROTASI/MUTASI WASEK Tingkat Banding yang tidak sejalan dengan Reformasi Birokrasi dan Transparansi ...

kami sebagai Abdi Negara dan Abdi Bangsa bersedia ditempatkan dimanba saja dengan perisip dilaksanakan secara wajar, pertimbangan mutasi bukan dari sisi keluarga saja tetapi dari sisi biaya juga diperhatikan dan fasilitas) tetapi mutasi tersebut yang kami terima justru memberikan penderitaan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muchtar Surabaya 2013-04-13 23:34
JANGAN MUTASI UNTUK MENDUDUKI JABATAN UNTUK MEMBANGUN PUNDI-PUNDI KKN AKHIRNYA SYARAT KETENTUAN ATURAN KEPANGKATAN DALAM ESELONISASI PP NO. 19 TAHUN 2003 DIKESAMPINGKAN SANGAT DISAYANGKAN.... .
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# # Yis Andispa, SH., S.Sy - PA Nunukan 2013-04-14 00:17
Mutasi merupakan perkembangan karir dan pola pikir hakim dalam menjalankan tupoksi. Tentunya akan berbeda perkara yang dihadapi di satker satu dengan satker yang lain, baik dalam sisi kuantitatif maunpun jenis dan bentuk perkara yang secara tidak langsung lebih rumit dibandingkan dengan satker lama. dengan hal tersebut hakim dituntut untuk tangkap dan progres terhadap kasus-kasus yang nantinya bakal diputus oleh wakil tuhan ini.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# H.BARMULA PTA AMBON 2013-04-14 22:32
Pak kalau mau ksh mutasi jangan takut2 dan yg menerima mutasi bersyukurlah karena rahmat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Nurmadi Rasyid PA.BKL 2013-04-14 23:28
Setuju aja yang penting harus diperhatikan, di PN itu rumah dinasnya berlebih sedangkan di PA ha ha .. tolong percepatan pembangunan rumah dinas kalau begitu tidak akan ada yang resah dan gelisah menun
ggu disana, ceritan hati dimanakau berada oooo......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# RS.MS.Aceh 2013-04-15 02:36
Mutasi merupakan keharusan untuk menambah pengalaman dan penyegaran, mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi akan ada mutasi, kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pemerhati PA 2013-04-15 02:52
Pak Andi Samsu Alam, fasilitas mutasi itu juga harus dipikirkan.jang an hanya memutasikan saja, tolong fikirkan juga fasilitas hakim yang dimutasikan.Rum ah dinas tidak ada, mencari rumah kontrakan itu tidak mudah pak, banyak rumah yang ditempati hakim itu sebenarnya tidak layak huni, mengontrak dengan biaya pribadi sementara kalau hakim PN biasanya biaya kontrakan dibantu kantor.Kalau hakim PA harus merogoh kocek sendiri, belum lagi jika yang punya rumah itu milik para pihak yang sedang berperkara, itu sangat mempengaruhi independensi hakim setidaknya masyarakat tidak akan bisa menganggap hakim akan berlaku adil karena ada hubungan dengan para pihak.

belum lagi keharusan2 yang harus dilakukan sebagai pengontrak seperti di salah satu daerah minoritas di salah satu pulau, diwajibkan untuk ikut wirid (banak wirid) dimana disana ditanamkan doktrin oleh ustadz daerah tersebut kepada masyarakat bahwa siapa yang tidak ikut wirid , apan=bils meninggal haram untuk dishalatkan dan akan dikucilkan apabila tidak mengikuti wirid.apa itu tidak mempengaruhi hakim dalam menghadapi hari2nya dalam melaksanakan tugas sedangkan untuk merubah paradigma dan doktrin yang tertanam di masyarakat itu sangat sulit?

mohon agar pengadaan rumah dinas yang layak bukan sekedar rumah tipe SSS saja disediakan untuk hakim.malahan saya menemukan rumah dinas ketua PA sangat kecil dengan 2 kamar yang hanya muat tempat tidur saja dan akan langsung bersenggolan dengan dinding?seperti nya tidak sesuai spesifikasi pada Buku I.sementara disebelahnya ada rumah dinas kepala KPPN mempunya halaman yang luas dan rumah yang besar dengan 4 kamar tidur padahal ketua PA adalah Pejabat Negara?miris sekali saya melihatnya..har ap ini juga jadi pertimbangan dalam memutasikan , mutasi bukan samapai menzholomi..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# RI_5.Rtg 2013-04-15 03:04
merenung sambil menunggu hasil TPM dipublish... :zzz :-*
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Emy Sabar, Masohi 2013-04-15 03:28
SETUJU PAK..... MUTASI ADALAH RAHMAT UNTUK MENAMBAH WAWASAN DAN PENGALAMAN DALAM BERKARIR SEBAGAI WAKIL TUHAN DIMUKA BUMI YANG PENTING FASILITASX DISEDIAKAN SEHINGGA BAPAK N IBU HAKIM TIDAK MERASA SEBAGI SUATU MUSIBAH , BETUL KHAN ???????
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# N. Ltc, Pa masohi 2013-04-15 05:00
Pak Dirjen yang terhormat, untuk mutasi hakim ,tidak perlu lagi ada pertimbangan ,sana sini, harus ada rumah dinas dan lain sebagainya, gaji dan tunjangan sudah besar, nga susah ngontrak ajaa, selesai.....jad i kalu sudah saatnya untuk di mutasikan, ya Bismillah..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ayu.Ppa 2013-04-15 06:17
tidak ada yang menolak mutasi pak,,,coba badilag konsisten dgn program mutasi seperti PN, 3 tahun lgsung mutasi... perhatikan para hakim yang ditugaskan di timur indonesia seperti maluku dan papua...ada yang sudah belasan tahun, mutasi cuma keliling daerah tersebut sperti obt nyamuk..tolong diperhatikan...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Al Fitri - PA Manna 2013-04-15 06:56
saya sangat setuju dengan pernyataan bapak Ketua Kamar Agama tersebut soal mutasi yang terpenting mutasi itu harus ada sebuah keadilan ... sehingga sama2 merasakan ..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Moe, Sbr. 2013-04-15 07:49
Mutasi akan tetap jadi musibah, jika kemudian harus jauh dari anak dan isteri juga tidak bisa menyatu dalam komunitas yang langgeng, yang jelas Cost-nya lebih buanyak. Harapan: Mohon Mutasi diukur dengan Takaran Bijaksana. Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abdul Malik - PA Jepara 2013-04-15 12:08
Mutasi dilingkungan Peradilan Agama kadang berarti harus kontrak rumah baru, karena fasilitas rumah dinas belum tersedia.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aldi 2013-04-15 13:25
setuju mutasi Pak, asal jelas aturan main dan tidak berjauhan dengan keluarga Pak..mudah-muda han ke depan sistem mutasi kita lebih baik bagi rumah tangga pribadi hakim dan rumah tangga organisasi kita bersama, amiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Azmir MS Meureudu 2013-04-15 13:48
Kami selalu siap dimutasi, lingkungan baru wawasan baru dan pengalaman baru
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Drs. Rahmani, SH., PA.kotamobagu 2013-04-16 00:27
Persepsi sebagian hkm pa. yg mengatakan mutasi sebagai musibah tidak boleh jg disalahkan sepenuhnya. Mengapa, krn sistem pemeutasin yg dilakukan oleh pemernth termasuk dijajaran peradilan agama belum sepenuhnya dilakukan secar pair, proporsional dan profesianl. Masih dijumapi adanya pemutasian dg dsar pendekatan atau kekeluargaan. Tapi seandainya mutasi itu dilakukan dg dasar Merit system, mutaasi hakim yg didasarkan atas landasan ilmiah, obuektif dan prestaasi kerja, saya yakin tanpa diminta para hakim memaklumi pemutasiannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Maruqi/PTA.Bjm 2013-04-16 00:55
Mutasi pada dasarnya untuk penyegaran,( sehat,tenang ) menambah wawasan (ilmu, pengalaman, keterampilan )dan pahala (hijrah, da,wah), oleh karenanya perlu dikelola dengan tepat, benar,anti KKN, sehingga tujuan mulianya tercapai.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Taufik el syam - cikokol 2013-04-16 01:02
Bagi sebagaian orang, Biasanya mutasi itu musibah klo kerja jadi jauh dari keluarga, tp klo dengan mutasi jadi deket dg keluarga mutasinya rahmat...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhammad Baedawi 2013-04-16 04:13
mutasi bisa jadi Rahmat atau musibah, terletak pada personal yg dimutasi, jika mutasi menjauhkan dari keluarga, atau sakit atau yg bisa menimbulkan beban fikiran baik yang meninggalkan atau yang ditinggalkan keluarga (mengganggu ketenangan keluarganya), maka MUTASI adalah MUSIBAH. sebaliknya jk dimutasi dkt dgn keluarga, sehat atau menjadikan kehiduapn keluarganya semakin tenang & bahagia, maka MUTASI adalah RAHMAT..hanya yg mengalami yg bs menrasakannya RAHMAT atau MUSIBAH..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# daswir tanjung 2013-04-16 06:26
Kita menyambut mutasi dengan antusias, karena mutasi mempunyai tujuan yang mulia, tapi untuk memutasikan seseorang Hakim dan Pejabat harus didasarkan untuk meningkatkan karier dan kualitas kerja, sebenarnya mutasi itu harus dihindari atas permintaan seseorang, juga mengenai waktu, jangan lagi terjadi, ada orang mutasi belum mencapai waktu, sangat singkat, tapi ada yang sudah lama pada satu tempat tidak pernah terjamah/ terjangkau program mutasi, kesalahan masa lalu wajib dijadikan pelajaran, supaya jangan terulang kembali, saat ini sudah tidak ada yang menganggap mutasi sebagai musibah, kalau masih ada, perlu disadarkan, asalkan mutasi dijadikan promosi dan penyegaran. kita tunggu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Asri Damsy HT Ms.b Aceh 2013-04-16 07:58
saya mendukung himbauan TUADA ULDILAG yang menganggap mutasi hakim suatu hal yang wajar, karena dengan mutasi hakim dapat menambah, baik wawasan keilmuanm maupun wawasan sosial.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Siti Fadila Maluku 2013-04-16 23:19
pak dirjen yang terhormat jangan terlalu membahas masalah hakim tapi pegawai non hakim juga, harus di pikirkan, kasian sampai sekarang, tunjangan tidak di naikan, terlambat sedetik saja sudah di potong remonirasih, yang lebih aneh lagi, sudah ke kantor sesuai jam , namun tidak ikut apel juga di potong, sementara hakim yang tunjangan besar , datang terlambat dan mintah izin dalam satu bulan lebih dari 4 hari di bolehkan,dan tidak ada potongan apa2 namun kalau pegawai non hakim yang gaji dan tunjangan sedikit di potong dan di beri sangsi, di mana letak keadilan pengadilan ini.... di dalam satu instansi saja sudah ada perbedaan, apalagi kepada pencari keadilan, kalau , tidak ada keadilan di dalam lembaga ini, satu ketika akan terjadi kiamat kecil.....subha nallah, peradilan ini sudah jadi apa.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Akrama Suneth, PA.Masohi 2013-04-17 03:56
mutasi untuk bapak n ibu hakim musibah ??? belum tentu karena dngan berlakux PP.No.94/2012 semakin makmur aja, berarti mutasi adalah rahmat dapat melihat tempat tugas yang baru, menambah pengalaman n ilmu juga penyegaran, semoga sukses dan barokah dalam menjalankan tugas demi menuju peradilan yang agung di Indonesia.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Emy Sabar, Masohi 2013-04-17 04:17
Assalamu'alaiku m Yang Mulia Pak TUADA UDILAG semakin dekat aja pengumuman TPM, tentu ada yang menanti dengan perasaan cemas dipindahkan kemana lagi ya ????? tenang aja Pak n Ibu Hakim pasti mutasix dalam wilayah Indonesia, berarti mendapat rahmat baru 3 tahun udah mutasi,kita tunggu hasil TPMx.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M.Kahfi PA. Klaten 2013-04-17 04:33
HAKIM PA HARUS MERUBAH MINDSIDE BAHWA MUTASI ADALAH ANUGERAH BUKAN MSIBAH
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# NURDIN PA SUBANG 2013-04-17 06:01
YA mudah-mudahan kedepan mutasi akan semakin baik dan semakin dirasakan sebgai rahamat bagi para hakim yang mengalaminya, sebab mereka yang mengatakan sebagai musibah juga sangat beralasan, dengan standard gaji yang dulu, mugkin banyak yang mutasi bukan jadi rahmat, melainkan madorot, tetapi dengan standar gaji yang sekarang mugkin akan tepenuhi kebutuhanya,bah kan ada hakim yang semula tidak mau dimutasi, dengan besarnya tunjangan sekarang ini dia minta dimutasi, apalagi kalau realisasi undang-undang mengenai fasilitas termauk perumahan, ya mereka tidak repot2 mencari tempat tinggal atau mencari temen yang kenal unutk itut sementara, semoga.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mama Uti 2013-04-17 06:39
Dari Hakim yg merasa mutasi sbg musibah!!!
ya.... iyalah sebagai musibah, krn baru dimutasi dr provinsi yg rawan gempa kemudian dimutasi lg ke provinsi yg tdk kurang rawannya, plus jauh dr KELUARGA.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# MIRWAN-PA BITUNG 2013-04-17 06:52
Setuju mutasi adalah rahmat dan berkah..karena itu bagi-bagi dong pak rahmat itu..(ngarap.co m)..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Trubus W PTA Banten 2013-04-22 01:46
Setuju "mutasi sebagia rahmat" bukan lagi "mutasi sebagai musibah",dan pastilah banyak manfaatnya dengan menjalani mutasi itu. apalagi beranangsur2 fasilitas di setiap satker di lingkungan Peradilan Agama sudah tersedia (misalnya Perumahan Dinas, kendaraan dinas inventaris dll),ya kita pun harus menyadari semuanya melalui tahapan2, dan yang paling penting dalam menjalani mutasi itu harus siap mental, karena dimana saja adalah bumi Allah Swt dalam wadah NKRI.......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sendra 2013-06-11 04:14
kapan ya TPMnya?
semoga istriku di mutasi dekat denganku, tersiksa rasanya jauh anak istri...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nashruddin salim, pa sleman 2013-06-16 14:14
kalau urusan mutasi, tentu hakim-hakim tidak berdaya, tergantung dari kemauan dan suka-suka yang diatas, yang penting adalah seharusnya menjadikan kesejahteraan ybs lebih baik bukan sebaliknya, misalnya dari ke kls II ke kls I, tapi kenyataannya banyak juga yang baru gol IV/a sudah dipindah ke kls IA, padahal di lingkungan PTA ybs masih banyak yang Gol IV/C masih di kls I/B, jadi sebaiknya harus ada kreteria yang jelas, tegas dan transparan; kita mau jadi apa, dan dengan cara yang bagaimana, bukankah data para hakim sudah lengkap ada di Badilag, mudah-mudahan ke depan semakin lebih baik. Aaaaamiiiiiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# NUR. PA. Sumbawa NTB 2013-06-21 22:59
Mutasi itu akan jadi rahmat, manakala mutasi itu tidak jauh dari anak-anak dan keluarga, namun sebaliknya akan menjadi musibah manakala dimutasikan jauh dari anak-anak dan keluarga, apalagi kami yang masih punya anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan bimbingan seorang ibu, semoga kami yang di Daerah juga bisa diperhatikan walaupun kami belum sempat bersilaturrahmi , ssemoga Allah senantiasa melimpahkan RahmatNya kepada kita semua, Amiin yan Rabbal Alamin. kedepannya oleh yang mulia,
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Login Pengguna

Statistik Pengunjung

5040529
Hari ini
Kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
Semua waktu
15449
65071
1356902
2310520
5040529

IP Anda: 54.161.191.154
Server Time: 2014-11-27 05:20:57

 

 

Pembaruan MA