Rabu, 23 Juli 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)
PENGUMUMAN :
Revisi Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (18/7)
PENGUMUMAN : Surat Edaran Tentang Pelaksanaan Alokasi Pagu DIPA 04 | (18/7)
PENGUMUMAN : Pelaksanaan Disiplin Pasca Idul Fitri 1435 H | (18/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 15 | (17/7)
PENGUMUMAN : Majalah Peradilan Agama Edisi 4 (Juli 2014) | (15/7)
PENGUMUMAN : M
aintenance server SIMPEG | (11/7)
PENGUMUMAN : Penyampaian Target PNBP Umum dan PNBP Fungsional TA 2015 | (10/7)
PENGUMUMAN : Eksaminasi Bagi Calon Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama | (10/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 14 | (7/7)
PENGUMUMAN : Laporan Keuangan Semester I DIPA 04 tahun 2014 | (3/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 13 | (2/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 12 | (27/06)
PENGUMUMAN : Surat Rukyat Hilal Awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1435 H
| (24/6)

PENGUMUMAN : Revisi Permintaan Berkas Persyaratan Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah | (20/6)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 11 | (20/06)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta bintek Angkatan IV | (17/6)
PENGUMUMAN : Permintaan Berkas Persyaratan Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah
| (17/6)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 10 | (13/06)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Orientasi Hisab Rukyat di Balikpapan | (10/6)
VIDEO : Diskusi Hukum | (9/6)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Calon Panitera Pengganti MS/PA | (6/6)
PENGUMUMAN : Undangan Diskusi Hukum Edisi ke 4 | (6/6)
PENGUMUMAN : Hasil Rapat TPM Mahkamah Agung RI
| (5/6)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 9 | (02/06)




Tambahkan ke Google Reader
Penentuan Permulaan dan Akhir Bulan Ramadhan dalam Perspektif Hukum Islam Oleh : Drs. H. Tarsi, SH., M.Hi | (4/7) PDF Cetak E-mail
Rabu, 04 Juli 2012 10:20

Penentuan Permulaan dan Akhir Bulan Ramadhan dalam Perspektif Hukum Islam
Oleh: Drs. H. Tarsi, SH., M.HI



A. PENDAHULUAN


Menurut hasil eksplorasi Nicolaus Copernicus (1473-1543) mengatakan dalam bukunya “De revolutionibus orbium coelestium” (tentang revolusi bulatan benda-benda langit), bahwa “bumi berputar pada asnya, bulan mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari.” Allah swt memang telah memerintahkan manusia yang berakal untuk mengeksplorasi dan memahami seluruh isi alam dan bumi serta peristiwa-peristiwa alamiah di dalamnya seperti tersebut dalam Al Qur’an surah Yunus ayat 101 dan surah Al A’raf ayat 185.

Dalam menyelidiki dan memahami seluruh isi alam dan bumi serta peristiwa-peristiwa alamiah, tentunya tidak bisa terlepas pengetahuannya dari ilmu falak. Para ilmuwan falak, bukan saja membina pengetahuan tentang gerak matahari dan bulan, bahkan mereka telah mampu menyusun tabel-tabel, khususnya untuk meneliti gerak planet-planet dan bintang. Umat Islam menggunakan ilmu falak adalah untuk mengetahui awal bulan qamariyah (karena perhitungan taqwim Islam didasarkan atas peredaran bulan), seperti waktu puasa, pembayaran zakat, maulud nabi, isra’ mi’raj, nuzulul qur’an, awal Muharram, 1 Syawal, dan lain-lain.


selengkapnya KLIK DISINI




 

TanggalViewsComments
Total154712
Sel. 2210
Ming. 2010
Sab. 1910
Kam. 1710
Rab. 1610
Sel. 1510
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-07-04 12:16
Penentuan awal dan akhir bulan sangat terkait dengan hukum Islam, sebab sebahagian besar ibadah berkaitan dengan waktu, misal puasa Ramadhan, Haji dan Zakat serta ibadah lainnya, maka dalam menentukan awal bulan sangat penting, kalau bisa secara umum tidak terlihat ada perbedaan, miskipun secara perorangan terdapat perbedaan dengan alasannya masing- masing, tapi demi kesatuan umat, perbedaan itu harus dihindari. dan tidak diperdebatkan dengan mempergunakan media massa, misal media eletronik dan media lainnya.Kesatuan umat sangat diutamakan. sebab mempertahankan kesatuan dan persatuan umat sangat berat.Peranan Ulama dan Pimpinan Ormas Islam sangat penting dan menentukan.
Reply
 
 
# marwan bima 2012-07-04 14:31
SAya melihat selama ini kita merujuk pada perbedaan antara ormas, tapi tidak pernah kita melihat latar belakang dasar hukumnya. perintah RUKYAT dalam hadis oleh sebagian ormas difahami MELIHAT MATA KEPALA padahal makna rukyatun dalam bahasa arab dapat difahami dengan melihat melalui ILMU PENGETAHUAN dalam HAL INI HISAB. sekarang sudah maju tekhnologi. seandainya NABI HIDUP SAYA YAKIN PASTI AKAN MENDUKUNG MAZHAB HISAB DEMI KESATUAN. kan NABI SENDIRI MENGAKU MASIH BUTA DGN HISAB WAKTU ITU..MAKA DIPERINTAH RUKYAH..tetapi karena udah maju tekhnologi ya dengan hisab ajha. MALAYSIA UDAH BENAR KARENA PAKE HISABNYA..ITU MODEREN NAMANYA...BUKAN LAGI MAZHAB ONTA TERUS...KAPAN MAJU UMAT ISLAM.....herannya kalau sholat tidak PAKE TONGKAT...TAPI PAKE HISAB JAM ELEKTRONIK. sudah saatnya memahami agama sesuai dgn konteks perkembangan...MAKA PEMERINTAH JUGA JGN naik onta terus.....
Reply
 
 
# H. Barmula PTA Ambon 2012-07-05 06:46
Sebenarnya penentuan awal dan akhir ramadhan telah banyak tergambar didalam hadist - hadist sahih Rasulullah Muhammad SAW.Tetapi yang paling disayangkan kebanyakan ormas-ormas Islam didalam melaksanakan awal serta akhir ramadhan banyak yg berselisih disinilah kelemahan kita kaum Muslimin, memang perbedaan pendapat itu rahmat/ biasa, tetapi marilah kita tetap bersatu, sebagaimana yg telah Allah Swt. gambarkan didalam Al- Qur'an : Sesungguhnya kaum Muslimin itu bersaudara olehnya itu damaikanlah antara kedua sdrnx supaya kamu mendapat keberuntungan.
Reply
 
 
# Abdul Malik - PA.SoE 2012-07-05 07:55
Semua orang sepakat bahwa bersatu itu "lebih baik" atau bahkan "suatu keharusan" hanya masalahnya masing-masing orang merasa berat apabila "saya" yang harus mengikuti "kamu". Ya Allah aku ingin bersatu.
Reply
 
 
# Rahmani , PA.kotamobagu 2012-07-05 08:23
Mengenai penentuan awal dan akhir bulan ramadlan yg didasarkan istilah hisab dan rukyah tidak boleh dipaksakan untuk sepakat. Karena menyangkut pemahaman dan keyakinan seseorang, memaksakan pemahaman dan keyakinan orang untuk sama dengan pemahaman atau keyakinan kita adalah sangat keliru, itu hak asasi manusia dan merupakan ketetapan Allah swt. LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN.mis.orang mendasarkan pemahaman atau keyakinannya dengan Teori hisab dan rukyat diserahkan sepenuhnya kepada ybs. karena kedua istilah ini saling terkait. Hanya kitalah yg mengembangkan pengertian rukyat dg mata hati, mata telanjang, dll
Reply
 
 
# Abd. Salam, PA. Watansoppeng 2012-07-06 06:49
Yang Mulya Bapak Rahmani, menggunakan dalil "LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN" agaknya kurang tepat, sebab perbedaan tersebut intern ummat Islam, yang tepat kalau kita menggunakan kaidah fiqhiyah "AL-IJTIHAD LAA YUNGQODLU BIL IJTIHAAD", okey, ?!he he he
Reply
 
 
# Anung S. PA P.Bun 2012-07-05 08:28
Saya setuju dengan Sdr. Marwan. Sekarang jaman teknologi, sebaiknya gunakan teknologi dengan berbagai peralatan canggihnya untuk membantu kita dalam beribadah. Semoga.....
Reply
 
 
# Ten Raja Bonbol 2012-07-05 10:35
Benar sekali apa yang disampaikan oleh senior marwan. Zaman semakin edan, teknologi semakin pesat perkembangannya. Kalau tidak diikuti nanti kita akan ketinggalan jauh. Intinya marilah merubah pola pikir jangan selalu menganggap yang sudah biasa dilakukan sejak lama itu adalah benar tetapi marilah sekrang kita membiasakan yang benar walaupun susah diterima oleh akal pikiran kita......!!!!
Reply
 
 
# A.Topurudin, PA Banyumas 2012-07-05 11:25
Perlu kesepakatan bersama bahwa dengan kemajuan ilmu dan teknologi, maka makna rukyat mengalami pergeseran dari rukyat dengan mata kepada rukyat dengan ilmu dan teknologi, sehingga hasil hisab yang akurat ketika menunjukkan hilal di atas ufuk berapapun ketinggiannya, harus dimaknai hilal sudah wujud yang berarti sudah terjadi pergantian bulan.
Reply
 
 
# razali yusuf 2012-07-05 11:51
setuju apa yang disampaikan oleh saudara Marwan, mari kita bersatu demi ukhuwah agama yang kita yakini,mudah-mudahan cucuran rahmat Allah turun kepada ummat islam.Amin
Reply
 
 
# Abdullah Doel Albuchari: PA. Tahuna 2012-07-05 12:57
Saat ini di Indonesia, umat Islam dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan terdapat 2 kelompok besar; bukan antara kelompok Hisab Hakiki Wujudul Hilal dengan Hisab Hakiki Imkanurrukyat, akan tetapi yang terjadi adalah kelompok Rukyat Praktis dan Rukyat Teoritis.. Sampai kapan pun di Indonesia jika kelompok Rukyat Praktis telah menetapkan kapan mulai awal Ramadhan dan kapan mulai awal Syawal.. maka perbedaan selalu mengemuka di belantara Nusantara ini, meskipun kelompok rukyat Teoritis menolaknya. Maka jalan keluarnya adalah, saat ini umat Islam Indonesia harus menggunakan parameter: "Sepakat Untuk Tidak Bersepakat" dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan, bila terjadi perbedaan.. Jika bukan kesepakatan ini yang dilakukan, maka tidak ada tawaran sebagai solusi untuk meretas perbedaan itu, kecuali hanya cara kesepakatan tersebut. Wallahu'alam bissawab
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-07-06 13:18
Sangat bagus pak marwan, memang kita perlu berbenah.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 767 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS