Jumat, 25 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Orientasi Hisab Rukyat Yogyakarta | (25/4)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Rapat Konsultasi Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan I tahun 2014 dan Penyusunan Renja 2015 | (23/4)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4) 
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4) 
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Selingkuh Termasuk KDRT Lho… (21/3) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Rabu, 21 Maret 2012 15:53

Selingkuh Termasuk KDRT Lho…

Jakarta l Badilag.net

Selingkuh ternyata bisa menjebloskan seseorang ke jeruji besi. Sebab, selingkuh merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam bentuk psikis.

“Perselingkuhan itu juga KDRT. Tidak membekas di fisik, tapi membekas di hati. Itu kekerasan psikis,” kata Indah Wilujeng, dalam lokakarya mediasi di Jakarta, Rabu (21/3/2012). Lokakarya itu digelar Ditjen Badilag bekerjasama dengan Australia-Indonesia Partnership for Justice dan Family Court of Australia.

Tiga peserta lokakarya sedang bermain peran, disaksikan Indah Wilujeng (memegang kertas).

Indah Wilujeng adalah aktivis PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga). Meski dalam lokakarya ia menyampaikan materi tentang isu jender dalam mediasi, spektrum pembahasan meluas ke berbagai hal. Salah satunya soal perselingkuhan.

Diakui Indah, perselingkuhan atau KDRT bisa dilakukan oleh suami maupun istri. Meski demikian, mengacu pada data yang dimiliki PEKKA, yang kerap menjadi korban adalah pihak istri.

Hasnawaty Abdullah, hakim PA Surabaya, punya pandangan lain. Berdasarkan pengalamannya menjadi hakim yang menangani perkara perceraian, perselingkuhan justru banyak dilakukan oleh pihak istri.

“Ada suami yang sampai rela istrinya selingkuh, asalkan tidak cerai,” ujarnya. Dengan demikian, dalam konteks ini, suamilah yang justru menjadi korban KDRT.

Menanggapi hal ini, Indah tidak ingin menyalahkan pihak istri. Menurutnya, selingkuh yang dilakukan pihak istri tidak serta-merta menunjukkan bahwa ia merupakan pelaku KDRT.

“Kekerasan tidak berdiri tunggal. Ada kaitannya. Ada sebab-akibat,” tuturnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pelaku KDRT tidak dimonopoli seluruhnya oleh pihak laki-laki.

“Saya tidak katakan perempuan tidak pernah jadi pelaku KDRT. Dalam beberapa kasus, malah kasusnya lebih serem. Bahkan ada seorang istri yang memotong alat vital suaminya,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan itu, Mardison melontarkan pernyataan menggelitik. “Kalau perempuan ada masalah, gampang mengadunya. Kalau kami laki-laki ini bagaimana? Tidak ada LSM yang membantu kaum lelaki,” ucap hakim PA Samarinda.

Utuhkan keluarga

Selama ini PEKKA dikenal sebagai LSM yang gigih memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk dalam hal perceraian. Dalam lokakarya ini, muncul gagasan agar PEKKA ikut mengambil peran dalam menjaga keutuhan keluarga yang sedang bersengketa di pengadilan agama. Upaya itu dapat dilakukan melalui mediasi.

“Apa sebenarnya peran PEKKA dalam merukunkan keluarga melalui mediasi di pengadilan agama?” ujar Ketua PA Cilegon Waljon Siahaan.

Waljon Siahaan merasa perlu mengajukan pertanyaan itu sebab selama ini PEKKA terkesan hanya fokus pada perceraian. Padahal, perceraian bukan satu-satunya solusi memecahkan masalah keluarga. Yang lebih penting justru mempertahankan keutuhan rumah tangga.

PEKKA, menurut Waljon, hendaknya juga tidak hanya memperjuangkan penyelesaian kasus KDRT secara pidana. “Yang lebih penting adalah upaya preventif, “ tandasnya.

Menanggapi hal itu, Indah Wilujeng mengatakan bahwa pihaknya tidak sampai melakukan mediasi di pengadilan. Yang dilakukan PEKKA adalah memberdayakan para anggotanya agar mengerti hukum, mendapat keadilan dan tidak menjadi korban KDRT.

Soal pencegahan KDRT melalui upaya preventif, Indah setuju. Hanya, menurutnya, upaya litigasi juga perlu ditempuh.

“Preventif saja tidak cukup, karena sudah terlanjur. Harus litigasi. Kalau sudah bertahun-tahun, masa mau bertahan? Kalau mau bercerai, silakan. Kalau mau lapor polisi, silakan,” ujarnya.

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total778669
Jum. 2510
Kam. 24100
Rab. 2390
Sel. 22170
Sab. 19100
Jum. 1840
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Bambang Nur Sahid 2012-03-21 16:05
Menanggapi hal ini, Indah tidak ingin menyalahkan pihak istri. Menurutnya, selingkuh yang dilakukan pihak istri tidak serta-merta menunjukkan bahwa ia merupakan pelaku KDRT.

“Kekerasan tidak berdiri tunggal. Ada kaitannya. Ada sebab-akibat,” tuturnya.

Berarti kalau ada laki2 yang selingkuh dari PEKKA juga harus melihat sebab akibatnya, jangan berat sebelah, kalau perempuan dimaklumi, tapi tiada ampun bagi laki2, kan laki2 dan perempuan setara hak dan kewajibannya
Reply
 
 
# Mulyadi, Lc- PA. Bekasi 2012-03-21 16:16
salut kepada hakim PA. Surabaya dan KPA Cilegon yang kritis terhadap aktifis PEKKA, Bravo, saya bangga kita tidak hanya menjadi pendengar
Reply
 
 
# daswir tanjung pta bdg 2012-03-21 16:21
perselingkuhan saya setuju bisa dimasukkan dalam KDRT,dalam kenyataan, perselingkuhan itu tidak saja dilakukan pihak laki-laki/ suami, banyak juga dilakukan oleh pihak perempuan/isteri, seorang mediator harus mampu mengorek dari kedua belah pihak, tidak mungkin perselingkuhan itu dilakukan oleh salah satu pihak tanpa sebab, pasti ada sebabnya, sebab ini yang perlu dicari dan dicarikan jalan pemecahannya.kalau RT yang akan bercerai , kalau mediator sambilan, pasti berkesimpulan mediasi gagal.kemandirian, kesungguhan dan kerja keras sangat dituntut bagi seorang mediator.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-03-21 16:26
“Perselingkuhan itu juga KDRT. Tidak membekas di fisik, tapi membekas di hati. Itu kekerasan psikis,” kata Indah Wilujeng, dalam lokakarya mediasi di Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Memang benar tu, perselingkuhan termasuk KDRT karena hati dan jiwa pasanganlah yang disakiti yang seharusnya sama-sama menjaga amanah Allah SWT bahwa suami isteri itu timbal-balik masing-masing berfungsi sebagai 'LIBAS/PAKAIAN' (Q.S. Al-Baqarah ayat 187)
Artinya kalau salah satu pihak berselingkuh artinya dia memakai pakaian orang lain (MALING PAKAIAN), padahal pakaiannya yang halal (ISTERINYA atau SUAMINYA) sudah ada, kenapa mau memakai pakaian orang lain YAA ???.

MARI KITA WARGA BADILAG MEMAKAI PAKAIAN KITA MASING-MASING YA?. OKEY!!!!
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibr, SH. WK.PA. Tigaraksa 2012-03-21 16:42
Setuju sekali dengan pendapat tersebut, SELINGKUH termasuk KDRT, karena selingkuh itu mengakibatkan tekanan psikis (jiwa/batin), bisa berakibat fatal untuk pihak lawannya, karena bisa berakibat rendah diri, tidak percaya diri, karena mengetahui pasangan hidupnya berselingkuh dengan yang lain. Jauhkanlah ya Allah dari yang seperti itu.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-03-21 16:54
"Selingkuh Termasuk KDRT Lho…" merujuk Pasal 1 angka 1 UU No. 23/2004, stetmen tsb dapat dinyatakan "benar". Benar pula bahwa KDRT tidak seluruhnya dimonopoli oleh pihak laki-laki, bisa saja dari isteri. Pernah terjadi terhadap suami (anggota kepolisian), karena begitu ketat persyaratannya untuk melakukan perceraian, maka ia mengatur strategi. Pada suatu ketika suami pulang, karena sesuatu hal (mungkin selingkuh...dsb), maka si-isteri secara spontan melakukan KDRT terhadap suami di depan beberapa orang, sedikit pun suami tidak membalas alias dibiarkannya saja hingga akibat KDRT oleh isteri membekas pada fisik suami. Dengan KDRT itulah suami mengajukan permohonan cerai sehingga mendapat izin dari atasan dan dikabulkan oleh pengadilan. Sesungguhnya KDRT yang dilakukan isteri adalah reaksi, bukan aksi. Karena itu, hakim harus bijak untuk memberi penilaian. Isteri kah yang nusyuz sehingga ia terhalang untuk mendapatkan haknya2 dari suami..?? Okey ..! Trmks
Reply
 
 
# indra suhardi MS-Sabang 2012-03-21 17:01
Saya setuju perselingkuhan itu juga termasuk KDRT ingat sebuah syair arab "luka badan ada obatnya luka hati kemana obat mau dicari", begitu sakitnya hati seseorang bila pasangannya berselingkuh, karena perselingkuhan itu bagian dari kebohongan, disatu sisi ia beristeri/bersuami disisi lain norma rumahtangganya dengan pasangan hidupnya sendiri ia tidak jujur.
Reply
 
 
# hamidah.PA.Tng 2012-03-21 17:19
bukan hanya perselingkuhan yg termasuk KDRT, bahkan penghinaan yatau penekana secara psikis jg termasuk KDRT, krn KDRT itu bisa bersifat Fisik juga bersifat psikis, oleh karena itu hati2lah dalam bersikap kalau tidak mau dilaporkan ke polisi.
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-03-21 17:51
"Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap
seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan
atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran
rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan,
atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga". Begitulah bunyi Pasal (1) UU 23 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Selingkuh merupakan kekerasan psikologis (psikis), yang akibat hukumnya bisa menjadi delik pidana... Jadi, jelaslah kalau selingkuh adalah bagian dari KDRT yg bs diminta pertanggungjawabn hukum. Para suami, hati-hati... :-)
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningang 2012-03-21 17:55
“Perselingkuhan itu juga KDRT. Tidak membekas di fisik, tapi membekas di hati. Itu kekerasan psikis, setuju. semoga kita dijauhkan dari marabahaya rumah tangga, yang senantiasa setiap saat menerjang kita.
dunia rumah tangga, penuh rahasia.
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-03-21 17:58
setuju, untuk alasan perceraian selingkuh masih dalam konteks keperdataan, tapi bagaimana dengan konteks pidana? Selingkuh dipenjarakah?
Reply
 
 
# Ayip-PA Tasikmalaya 2012-03-21 17:59
Ketika seorang laki-laki sedang selingkuh maka di saat yang sama seorang perempuan juga sedang selingkuh. Betul-Tidak? (pake logat khas AA Gym). Ya! Katakan saja dalam kasus ini masing-masing sudah punya pasangan.
Artinya, dua orang yang sedang selingkuh ini pada hakekatnya sedang saling menyakiti pasangannya masing-masing. Apa penyebab yang sesungguhnya hal ini bisa terjadi? Sepertinya masalah nafsu yang lepas dari pemahaman dan kendali agama.
Astagfirullah..........
Reply
 
 
# Pelmizar PTA Pekanbaru 2012-03-21 20:18
Kita sepakat bahwa selingkuh adalah kesalahan fatal dalam rumah tangga apakah pelakunya suami atau isteri, sebagai mediator kita harus jeli membacanya karena sangat tidak mungkin seorang suami atau isteri berselingkuh tampa ada penyebabnya. Apabila penyebab sudah diketahui, solusi akan mudah ditemukan
Reply
 
 
# Abdul Rahman Salam, MH/PA Banggai Kepulauan 2012-03-21 20:34
KDRT adalah akibat dari buntunya solusi penyelesaian masalah dalam rumah tangga, yang terpenting adalah bgm PEKKA bisa membantu atau memberikan penyuluhan ttg kiat-kiat dalam menyelesaikan masalah, sehingga tdk terjadi atau minimal berkurang kasus KDRT....... :zzz
Reply
 
 
# Rijal Mahdi Pariaman 2012-03-21 22:08
Ada awal ada akhir, ada sebab ada akibat, ada asab ada api. Bisa saja perselingkuhan yang akhirnya menjadi penyebab terjadi kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ). Pengalaman menunjukkan setiap ada KDRT, sang isteri langsung melapor ke polisi, akhirnya sang suami mengajukan perceraian karena isteri melaporkan suami ke polisi.Saya melihat, penyelesaian KDRT itu harus dilihat dari perspektif restoratif justice. Penyelesaiannya dengan pendekatan persuasif dan pendampingan, tidak lantas diselesaikan melalui jalur litigasi yang justeru menambah luka menjadi dalam. Saya juga berpendapat, sebaiknya dari PEKKA juga diikutkan dalam rekrutmen mediator non hakim, agar revitalisasi mediator dapat dioptimalkan dengan usaha yang maksimal.
Reply
 
 
# seva Kotabumi 2012-03-21 23:11
seru juga MEDIASI ada unsur pidana>>> semakin terang benderang akan pentingnya peradilan keluarga yg integral>>>> keluarga adalah sendi negara,,, smoga !!
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-03-22 05:37
Setujuh Bu, bahkan bukaan hanya PKDRT saja kalau sampai ke hubungan tanpa status itu bisa pidana aduan dengan alasan zina, karen itu, kalau saya karena ranahnya keuarga / rumah tangga, sebaiknya kedepan menjadi kewenangan PA, gaya yah, tapi itu tergantung legislator, ekonomi syari'ah aja saat ini kata ayu Tingting, kesana kemari, karena itu kita harus rapatkan barisan supaya supaya di masa mendatang jaya
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-03-22 07:19
Selingkuh itu merupakan sumbu kehancuran rumah tangga dan jika sudah melakukan 1 kali pasti ada keinginan untuk yang kedua kaliya dan seterusnya.The best cois jika Selingkuh dimasukkan sebagai KDRT. Jangan coba-coba mendekati selingkuh.....
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-03-22 07:21
Selingkuh walaupun dikatakan termasuk KDRT dalam bentuk psikis, tapi realitanya berujung pula pd KDRT pisik, maka pas saja kalau selingkuh termasuk kategori KDRT
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-03-22 07:22
PEKKA merupakan salah satu LSM pendampingan untuk memberdayakan para anggotanya agar mengerti hukum, mendapat keadilan dan tidak menjadi korban KDRT. para pengurusnya juga adalah manusia yang banyak kekurangan boleh jadi punya masalah dengan keluarga mereka sebagaimana Hakim, Panitera atau pejabat pengadilan lainnya. Dalam menyikapi KDRT ini kita perlu adil bila perselingkuhan dilakukan oleh isteri, tidak serta merta menyalahkan isteri tsb, sedangkan bila selingkuh oleh suami, pasti dia yang salah. coba camkan kalimat ini: "“Ada suami yang sampai rela istrinya selingkuh, asalkan tidak cerai,” ujarnya. Dengan demikian, dalam konteks ini, suamilah yang justru menjadi korban KDRT. Menanggapi hal ini, Indah tidak ingin menyalahkan pihak istri. Menurutnya, selingkuh yang dilakukan pihak istri tidak serta-merta menunjukkan bahwa ia merupakan pelaku KDRT.“Kekerasan tidak berdiri tunggal. Ada kaitannya. Ada sebab-akibat,” tuturnya. Bagaimana mbak Indah?
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-03-22 07:24
Kalau laki-laki jadi korban KDRT mau mengadu ke mana? Kita kaum lelaki tidak perlu dibuatkan lembaga khusus tempat mengadu, karena laki-laki itu dominan pakai logika(bukan perasaan seperti wanita). Mengadu itu bukan ciri laki-laki, tapi karakter wanita. Lagi pula kalau kebetulan ada laki-laki yang suka mengadu, tempatnya banyak. Tapi mudah-mudahan tempatnya tidak sembarangan!
Reply
 
 
# Akramuddin, PA Kendari 2012-03-22 07:34
LSM atau lembaga yang bergerak di bidang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga hendaknya bersikap adil dan berimbang, sehingga tidak hanya selalu menyorot dan mencari solusi atas kekerasan yang dilakukan oleh Suami pada istri, tetapi sebaliknya juga menyoroti dan mencarikan solusi atas kekerasan yang dilakukan oleh istri kepada suami, orang tua pada anak dan sebaliknya.
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-03-22 07:50
astagfirullah....selingkuh bisa terjadi dilakukan oleh pihak suami dan juga sebaliknya bisa dilakukan oleh pihak isteri, LSM yg membela kaum Hawa sangat banyak sedangkan yg membela kaum Adam bisa disebut tidak ada,,, padahal semuanya baik laki-laki maupun perempuan adalah sama dihadapan ALLAH SWT yg paling mulia hanyalah yg TAQWA,....wahai kaum Hawa dan kaum Adam sadarilah kenyataan hidup ini...... tidak perlu menyalahkan satu sama lain....smg
Reply
 
 
# Qori YK 2012-03-22 07:56
kalau selingkuh termasuk KDRT, terus kalau dituduh selingkuh dan dimaki-maki itu termasuk KDRT tidak yah pak/bu?
Reply
 
 
# Abdul Malik PA. Soe 2012-03-22 08:02
Bagaimana kalau perselingkuhan dilakukan oleh masing-masing suami isteri, selingkuh dibalas dengan selingkuh, apakah berarti KDRT dibalas KDRT, ataukah KDRT yang kedua merupakan penyembuhan KDRT yang pertama yang berarti tidak ada lagi pidananya ?
Reply
 
 
# Putra Kelana 2012-03-22 08:13
Kalau ada diskusi mengenai SELINGKUH, biasanya peserta diskusi (walaupun para pakar hukum) suka melupakan pengertian selingkuh itu sendiri, padahal kata selingkuh bukan bahasa hukum Lho ! monggo baca UU No 23 Th 2004 :o :o :o
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-03-22 08:15
bahasa selingkuh yang sering di dalilkan dalam konflik rumah tangga,sering penerjemahan rancu,terkadang seorang suami tukang ojek sering membonceng langanannya seorang perempuan,isteri telah menuduhnya selingkuh, penjual nasi punya langanan seorang perempuan eksekutif oleh isteri dianggap selingkuh dan banyak kasus lain, begitu juga isteri bisa juga selingkuh,pulang malam dari bekerja diantar oleh teman sekantor, suami sudah diteror dengan selingkuh , perlu penelusuran lebih mendalam.. batasan selingkuh gimana termasuk KDRT.. gimana Isteri Selingkuh KDRT juga kah ?...
Reply
 
 
# #undhing amri - PA. Mimika 2012-03-22 08:20
LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI...."
ini kalimat yg sering terlontarkan oleh guru2 kita sampai ahli kesehatan, ini juga cocok diterapkan dalam rumah tangga, dimana menghindari hal-hal yg bisa merusak keutuhan rumah tangga seperti KDRT yg dilakukan oleh pihak suami maupun isteri....
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-03-22 08:25
KDRT itu sebenarnya tidak saja dialami oleh perempuan, tapi juga oleh laki-laki, apalagi yg namanya perselingkuhan, tidak saja dilakukan oleh laki-laki saja, tapi saat sekarang telah dminan oleh kaum hawa juga, selama 3 tahun saya menjadi hakim banyak juga perempuan yang selingkuh...apakah ini tidak dinamakan KDRT... :-*
Reply
 
 
# Al Azhary - PA.Balige 2012-03-22 08:26
Terlepas dari kejanggalan pemaparan bahwa selingkuh yang dilakukan pihak istri tidak serta-merta menunjukkan KDRT, sedangkan yang dilakukan pihak suami langsung divonis KDRT, sesuai namanya PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga)? ntar muncul PELIRU (Pemberdayaan Laki-laki Ibu Rumah tangga), kalau cerai wajib menjalani masa iddah. Yang perlu dibahas aparat PA adalah: apakah perselingkuhan yang pelakunya tlh menjalani hukuman (pidana) dapat dijadikan alasan perceraian, sedangkan pelaku telah menjalani hukuman akibat perselingkuhannya.
Reply
 
 
# M.A. Pamulutan-PA.Kerinci 2012-03-22 08:27
Suami selingkuh dan istri selingkuh sama-sama pegkhianat. Ijtanibuuhu, la'allakum tuflihuun....
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A, MH-PA Mojokerto 2012-03-22 08:29
“Kekerasan tidak berdiri tunggal. Ada kaitannya. Ada sebab-akibat,” Saya setuju dengan pernyataan ibu Indah Wilujeng tersebut. Karena itu bila terjadi KDRT, khususnya dalam bentuk perselingkuhan kita tidak bisa lantas menyalahkan pihak yg berselingkuh karena itu akibat dari suatu sebab yg terjadi dalam rumah tangga. Suami selingkuh misalnya boleh jadi karena pihak istri tidak peduli atau kurang perhatian terhadap suami padahal suami butuh perhatian dr istri.Istri "pelit" kepada suami merupakan faktor dominan yg menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Jangan hanya menyalahkan suami bila terjadi seperti itu. Untuk menghindari suami selingkuh pihak istri harus banyak "bershodakah". Nabi bersabda pada kaum wanita "Pada anumu ada shodakah", maka bershodakahlah....
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-03-22 08:34
Persoalan rumah tangga bukan hanya bicara siapa yang paling sering melakukan KDRT atau menjadi korban KDRT. Tetapi siapapun yang melakukan KDRT semua unsur keluarga tersebut akan menjadi korban KDRT.
Reply
 
 
# ahmad adib pa.yogya 2012-03-22 08:53
memang susah menahan hawa nafsu apalagi al-Qur'an menyakatakan bahwa manusia dihiasi dengan kesenangan terhadap wanita ,harta,anak dan lain-lain. oleh karena itu peru tafsir yang jelas dan keteranganyang terang apa dan bagaimana pengertian selingkuh itu, sepanjang belum ada keterangan yang jelas tentang selingkuh itu apa, dan apa batasan-batasannya , hakim akan melihat hal itu bersifat kasuistik artinya seseorangdianggap selingkuh itu tergantung pada kasusnya. tetapi pernyataan bahwa selingkuh termasuk kdrt perlu diapresiasi oleh hakim dalam menghjadapi suatu kasus.
Reply
 
 
# MAME SADAFAL-PA SIDOARJO 2012-03-22 09:02
kekerasan berdampak negatif terhadap seseorang, dampak ini secara psikis justru lebih besar dan dalam terhadap pribadi dan kehidupan seseorang. Salah satunya pada perselingkuhan, dampaknya pada diri suami/istri namun juga keturunan. untuk tetap memelihara agar keluarga utuh, secara langsung dibutuhkan pihak luar yang dapat berperan aktif turut dalam proses mendamaikan seperti pengadilan, dan LSM.
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-03-22 09:14
Dalam Rumah tangga mmg hrs KERAS, kalau tdk keras itulah yg menyebabkan isteri jadi SELINGKUH (Selingan Indah, tp keluarga tetap utuh)...
Reply
 
 
# Abu Hazm Xanda 2012-03-22 09:25
Jika dianalogikan dg perceraian yg disebabkan salah satu pihak murtad, yg digali hakim PA bukan hanya murtadnya, tetapi apakah dg murtadnya salah satu pihak menyebabkan Syiqoq atau tdk ?. Begitu pula masalah perceraian akibat KDRT,apakah dg adanya KDRT salah satu pihak antara suami atau isteri menyebabkan syiqoq atau tdk ?, sebab kalau digali masalah KDRT nya, itu bukan domain kita, selama UU tdk memberi kewenangan untuk itu. Tetapi yg harus digali adalah perselisihan dan pertengkaran yg disebabkan KDRT. jd terlepas perselingkuhan termasuk kategori KDRT dlm bentuk Psikis yg menyebabkan perceraian, yg jelas hakim harus menggali syqoq atau tdknya dg sebab KDRT.Tks.
Reply
 
 
# ramasita 2012-03-22 09:37
Kalau sdh terlanjur selingkuh dan dpt dirukunkan dengan mediasi berarti benar kependekan dari selingan indah tapi keluarga tetap utuh he he. jangan deh ya dosa tahu .....
Reply
 
 
# Tmr Gitu Looh 2012-03-22 09:38
Betul sekali bahwa Selingkuh seluruhnya dimonopoli oleh pihak laki-laki, bisa saja dari isteri.Akan tetapi selingkuh tidak dapat dikatagorikan Kejahatan Dalam Rumah Tangga (KDRT).....landasan hukum dalam pearturan KDTR masih premateur perlu ada atran khusus...jangan sampai didalam mempertimbangkan dan memutus akan mengenyampingkan Hak Asasi Manusia...
Perlu sosialisasi.................
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-03-22 09:56
Janji suci diucapkan. Suami istri harus saling, saling segalanya. Kuncinya, masalah kecil jangan diperbesar, walau dilain waktu - yang tidak terlalu lama- tetap harus diklarifikasi dan saling dulu-duluan meminta maaf. Insya Allah bibit selingkuh tidak akan ada.
Setuju banget dengan Pak Asep Dadang, salam kenal ya Pak.
Reply
 
 
# yayuk afiyanah-PA Sengeti 2012-03-22 11:29
Memang betul bahwa perselingkuhan termasuk dalam katagori kekerasan psikis.Dan KDRT itu cakupannya tidak hanya suami kepada isteri atau sebaliknya, namun mencakup seluruh anggota keluarga.Meski kenyataannya kekerasan kepada isteri seperti gunung es yang jarang dan sedikit sekali dilaporkan, karena masih adanya anggapan bahwa KDRT merupakan "aib" keluarga, sehingga tidak perlu diekspos atau diketahui orang lain.
Reply
 
 
# Azuardi PA Plg 2012-03-22 11:37
Selingkuh bukanlah suatu KDRT, karena sudah jelas KDRT itu merupakan bentuk kekerasan.Selingkuh juga tidak dapat dikatakan KDRT begitu saja, harus dikaji lebih dalam lagi. Mengapa bisa terjadi selingkuh, tentunya mereka yang selingkuh karena ada penyebabnya bukan? jika diambil contoh seorang laki-laki selingkuh karena sifat sang istri yang sangat cerewet, banyak sekali aturan , egois dan mau nya menang sendiri, sehingga membuat suami merasa kurang nyaman berada dirumah atau dapat dikatakann suami takut istri. Lalu dia mencari kenyamanan diluar sehingga membuat dia selingkuh? Nah jika sudah demikian apakah selingkuh seperti ini masih digolongkan KDRT? Saya rasa tidak semua peselingkuh itu penjahat.
Reply
 
 
# dra.muliyamah PA.Sengeti 2012-03-22 12:13
selingkuh dikategorikan sebagai salah satu perbuatan KDRT, karena cakupan kdrt itu sebagaimana dalam UU Kdrt tidak hanya sebatas kekerasan pisik dan korbanya perempuan tapi juga secara psikologis terhadap semua anggota keluarga, bahkan pengertian KDRT itu sendiri sebagaimana dalam UU no 23 th 2004 ps 1 adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan, karena selingkuh bisa menjadikan kesenggsaraan bgi pasangannya
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-03-22 13:02
Meskipun istri bisa mendapatkan derajat lebih tinggi ketika bisa sabar dari perlakuan yang tidak disukai dari suaminya, tetapi suami yang mana dulu. Kalau terhadap type suami yang 'Butek', diingatkan atau tidak sama saja, saya setuju para isteri menempuh segala cara yang dibenarkan hukum, termasuk minta pendampingan dari PEKKA guna menghadapi suaminya itu. Tapi bukan karena dendam, melainkan berniat memperbaiki kesalahan/kekurangan, agar suami insya Allah bisa kembali ke jalan yang benar, meskipun harus berakhir dengan cerai.
Reply
 
 
# Desy@PA. Bengkulu 2012-03-22 14:09
selingkuh dikategorikan KDRT karena menyakiti hati pasangan. tapi, bgmn klau pasangan yg diselingkuhi tidak merasa tersakiti alias biasa2 aj? krn yg diselingkuhi hobi juga selingkuh. ckckck
Reply
 
 
# DH PTA Banten 2012-03-22 14:48
KDRT 'fisik' sebagai salah satu faktor penyebab perceraian secara kuantitas jika didata mungkin tidak sebanyak dengan KDRT non fisik. KDRT non fisiklah yang justru lebih dominan 'menyebabkan' kandasnya banyak rumah tangga, termasuk sebab perselingkuhan yang memberikan efek yang dalam terhadap perasaan pasangan karena menyakiti, memperdayai hingga membohongi. Jika anggota PEKKA diberikan pembelajaran untuk mengerti dan memahami hukum, agar mendapat keadilan (hak) serta tidak menjadi korban KDRT, modal yang bagus untuk tidak pula berpikir melakukan KDRT dan menimbulkan malapetaka di dalam keluarganya.
Reply
 
 
# Hatta Chano. PA.Sda 2012-03-22 16:47
Keingin kita bersama adalah bagaimana agar tidak terjadi KDRT apalaki sampai berakhir di Pengadilan dg perceraian.
"Saya punya ide. " Bila para pihak yg ingin bercerai harus melalui Mediasi itu bagus. namun Mediasi menjadi sangat bagus dan efektif jika melibatkan ESQ dalam dlm Memediasi para pihak.
Mediasi Berhasil atau gagal harus dikeluarkan sejenis Sertifikat atau surat keterang yg menerangkan mediasi berhasil atau tidak, Kemudian bukti itu yg dijadikan dasar (disanping Buku Nikah KTP dll) utk mengajukan proses berperkara di Pengadilan Agama.
Reply
 
 
# # H.M.Idris Abdir - KPA Atambua NTT # 2012-03-22 20:00
Salut atas aktivis PEKKA (Ibu Indah Wilujeng) yg aktif memperjuangkan hak-hak perempuan, krn meskipun ada pihak suami yg menjadi korban KDRT, namun berdasarkan kenyataan bhw persentase KDRT bagi pihak istri adalah lebih banyak, sehingga perlu diperjuangkan dan dilindungi hak-haknya, apalagi penciptaannya secara fisik berbeda dg laki-laki, perempuan itu lembut/halus serta mampu mengendalikan emosi, sedangkan laki-laki agak keras serta kadang2 tdk mampu mengendalikan emosi dan keinginannya!
Reply
 
 
# KAMALI Singarajapa 2012-03-22 20:14
Dan yang jelas, SELINGKUH dan KDRT sudah memenuhi alasan perceraian sesuai PP 9 Tahun 1975 pasal 19 dan Kompilasi Hukum Islam pasal 116 bilamana telah dapat dibuktikan dalam pesidangan.
Untuk itu kami ucapkan SELAMAT KEPADA :
1. Ibu HASNAWATY ABD. yang aku pernah
menjadi PPnya di PA Surabaya.
2. Bapak Waljon Siahaan yang pernah
menjadi ketua PA Singaraja tempat aku
sekarang bekerja.
Syukron wal'afwu.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2012-03-23 20:26
C7 selingkuh sebagai KDRT sebagaimana UU KDRT. Tapi jangan mendorong korban sselingkuh untuk cerai. Kalau ternyata harus ke PA, maka mediator hasil godokan lokakarya mediasi kelarga harus menunjukkan hasil pelatihannya untuk bekerja mempraktekkan ilmunya... he he...
Reply
 
 
# M. Zubaidi - PA Tarakan 2012-03-24 17:10
Sudah Jelas dasar hukumnya oleh karenanya saya sering menyidangkan mereka setelah sebelumnya salah satu dari keduanya (kebanyakan pihak suami) membuat pernyataan dan kesepakatan damai serta menyelesaikan perseteruannya scr kekeluargaan di kantor Polisi.

Biasanya pihak istri kemudian mencabut aduannya, maski ada juga yg nekat membiarkan suaminya ditahan (biasanya kalau sdh sampai menyakiti fisik demi mempertahankan WIL-nya).
Reply
 
 
# umi-jb 2012-03-24 20:43
Selingkuh pihak manapun yg melakukannya adalah penghianatan atas janji suci dihadapan
Reply
 
 
# kang ujang ti kawali 2012-03-25 11:00
Issue: Selingkuh = KDRT masih harus diurai benang kusutnya. Yang pasti, pasal perzinaan dalam KUHP masih berlaku dan merupakan delik aduan. Jika penindakan selingkuh dibetot (ditarik)dengan menggunakan UU KDRT maka diperlukan perenungan mendalam dari aspek ontologis dan epistemologisnya, sedangkan dari aspek axiologisnya mungkin tidak banyak hambatan.
Reply
 
 
# syehbakir pta mataram 2012-03-26 07:55
wah parah kalao selingkuhan
Reply
 
 
# Rais PA Singaraja 2012-03-26 07:55
Hendaknya dalam menyikapi perkara-perkara domestic violence (KDRT), peradilan pidana (litigasi) menjadi alternatif terakhir, sepakat dgn Pak Waljoon perlu upaya preventif, namun bila telah terjadi, upaya penyelesaian dengan cara restorative justice maupun diversi dapat menjadi pilihan sebelum litigasi. sehingga berbagai upaya non litigasi perlu terus dikembangkan dan SDM mediator perlu terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-03-26 09:13
Sepanjang Selingkuhnya masih dlam koredor Agama, ya pikir dulu bisa jadi Istrinya yg di pecat gara-gara suami lebih pilih isteri sirrinya kalau masuk jeruji besi. kecuali selingkuhnya tanpa sandaran agama okelah. Kemesraan pasangan suami istri tergantung kemesraan komunikasi mereka berdua, kalau isterinya sholehah suami tak tega dongg, tapi kalau isterinya ceriwis ya tunggu .... semoga tidak terjadi.
Reply
 
 
# Nadimah PA.Bkl 2012-03-26 14:13
Selingku ! dilihat dari sudut pandang manapun tidak boleh, haram hukumnya, tidak ada kata pembenaran untuk selingkuh,setuju selingku dikatagorikan KDRT, karena selingku menyakitkan fisik maupun fisihis,karena itu warga PA jauhi yang namanya selingkuh ataupun KDRT.
Reply
 
 
# Nadimah PA.Bkl 2012-03-27 08:53
Selingkuh !! dilihat dari sudut pandang manapun tidak boleh, haram hukumnya, tidak ada kata pembenaran untuk selingkuh, selingku dikatagorikan KDRT benar karena selingkuh menyakitkan baik fisik maupun fisihis, karena itu warga PA jauhi yang namanya selingkuh atau KDRT.
Reply
 
 
# Izzami PA-Sengeti 2012-03-27 10:28
Kalaulah selingkuh itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan, okelah, yang jadi masalah banyaknya CG/CT yang diajukan dengan alasan selingkuh dikarenakan adanya kata-kata mesra kiriman SMS dari seseorang yang identitasnya tidak jelas, apakah ini juga termasuk KDRT ? dan apakah ini bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk mengajukan perceraian ? Mohon penjelasan………………….
Reply
 
 
# H.Tarsi KPA Pelaihari 2012-03-27 10:56
Perselingkuhan memang sering terjadi tetapi pembuktian batasan selingkuh yang masuk katagore KDRT, sulit diterjemahkan, karena itu sering subjektif, jadi perlu adanya batasan-batasan selingkuh yang masuk KDRT, sehingga tidak dijadikan bulan-bulanan menuduh seseorang, apalagi hanya sebatas pergaulan yang akrab dibilang selingkuh.
Reply
 
 
# Dadan D Riyadi PA.Sidikalang 2012-03-27 11:33
Saya sangat Setuju Perselingkuhan Termasuk KDRT,,agar jera pelakunya hingga d jerat Hukum,namun seperti kata Yang Mulia Hakim PA.Surabaya memang Perlu jadi PR untuk kedepannya,,karena memang gak selamanya laki2 yg selingkuh,,
Reply
 
 
# askonsri 2012-03-27 15:11
sangat setuju kalau selingkuh merupakan salah satu yang masuk KDRT. dan biasanya selingkuh juga di lakukan oleh para wanita jadi yang selingkuh tak selamanya laki-laki. tapi hindarilah selingkuh.... karena itu tidak baik
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-03-28 08:01
Sebenarnya pokok masalahnya bukan pada siapa pelaku selingkuh (suami atw istri), tapi yang menjadi persoalan jika itu terjadi, maka itu artinya suami-istri dalam membina kehidupan rumah tangga telah jauh dari garis2 tuntutan agama. Kalau agama dijadikan pondasi awal dalam membangun rumah tangga, derita seberat apapun sudah pasti akan terselesaikan oleh keduanya, karena adanya Allah SWT dikehidupan mereka.
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-03-28 08:01
Sebenarnya pokok masalahnya bukan pada siapa pelaku selingkuh (suami atw istri), tapi yang menjadi persoalan jika itu terjadi, maka itu artinya suami-istri dalam membina kehidupan rumah tangga telah jauh dari garis2 tuntutan agama. Kalau agama dijadikan pondasi awal dalam membangun rumah tangga, derita seberat apapun sudah pasti akan terselesaikan oleh keduanya, karena adanya Allah SWT dikehidupan mereka.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-03-28 08:18
Sebenarnya asal muasal terjadi selingkuh kan diantara suami isteri itu pasti ada masaalah, masaalah bisa dari isteri bisa dari suami ataupun bisa karena pergaulan baik dilingkungan masyarakat maupun dilingkungan perkaantoran yang penting masing masing pasangan itu tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah swt dan selau berdoa agar keutuhan rumah tangga terjaga.
Reply
 
 
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2012-03-28 08:31
Agar perselingkuhan tidak terjadi, diharapkan kepada setiap pasangan suami isteri agar senantiasa berupaya memperbaharui rasa kasih sayangnya kepada pasangannya agar jangan lari kepada yg lain karena perselingkuhan terjadi ketika pasangan sudah mulai renggang sehingga yang lain memndapat celah untuk masuk.
Reply
 
 
# busri harun PTA DKI. 2012-03-28 11:55
agama Islam sejak 15 abad yang lalu sudah mengisyaratkan bahwa selingkuh itu zhalim atas diri sendiri dan terhadap orang lain. oleh karena itu perlu dijauhi
Reply
 
 
# Dwi Elyarahma 2012-03-28 11:57
Bagaimana sebetulnya definisi selingkuh? dg menurut qt ada sebuah perselingkuhan tp tdk menurut pasangan qt. bknkah selingkuh tdk hrs berarti kepergok berbut zina?
Reply
 
 
# s.yanto.tn@gmail.com 2012-03-29 09:48
Sy setuju klo selingkuh itu termasuk KDRT, sakit fisik bisa diobati, sakit hati dibawa mati. Namun pengertian selingkuh itu yg bs berkembang. Umumnya selingkuh itu ada PIL atau WIL. Namun menurut Prof.Zakiah Derajat dlm suatu ceramahnya mengatakan selingkuh itu jika seseorang menyukai sesuatu itu sangat berlebihan sehingga melalaikan tugas dan kewajibannya (klo dlm RT melalaikan/ mengabaikan istri or suami. Jd hati-hati sj bagi istri or suami yg menyukai sesuatu/kegiatan/olah raga dll secara berlebihan bs dikatagorikan selingkuh.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 996 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS