Sabtu, 19 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Persiapan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan (oleh H. Endra Jumhana) PDF Cetak E-mail
Hikmah Badilag - Hikmah Badilag
Rabu, 27 Agustus 2008 22:30

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN SUCI RAMADHAN

 Oleh  : H. Endra Jumhana

(Kabag Organisasi dan Tatalaksana Ditjen Badilag)

 Untuk mencapai kesuksesan beribadah dalam bulan suci Ramadhan, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan yaitu :

  1. 1. Persiapan Ruhiyah

Pertama, yang paling harus kita persiapkan bagi yang mengaku dirinya sebagai orang beriman kepada Allah SWT., dalam menghadapi bulan suci Ramadhan adalah menyambut bulan berkah ini dengan penuh senang hati. Sebelum datang bulan suci Ramadhan Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan betapa mulianya bulan Ramadhan.

Beliau bersabda : “ Barang siapa yang menyambut bulan Ramadhan dengan senang hati, maka Allah mengharamkan api neraka baginya”. Hal ini merupakan kesuksesan kita dalam beribadah di bulan Ramadhan. Kalau kita menyambut bulan suci Ramadhan ini dengan keluh kesah, kita tidak perlu lagi bertanya pada diri kita, apakah kita sukses tidak beribadah di bulan suci Ramadhan, karena niat yang tidak ikhlas, hasilnya pasti tidak baik.

Kedua, perbanyak silaturahim dan saling bermaafan kepada sesama. Rasulullah SAW di bulan Sya’ban menjelang bulan suci Ramadhan memperbanyak silaturrahim atau berkunjung ke rumah orang lain. Bulan Ramadhan adalah  bulan yang suci, kitapun di tuntut harus suci juga untuk memasukinya, terutama dosa yang berhubungan dengan orang lain (hablumminannaas). Karena hidayah tidak akan datang dan beribadah kita tidak akan khusyuk kalau dalam hati kita terdapat sifat benci dan bermusuhan terhadap sesama. Bulan Sya’ban merupakan saat yang paling tepat untuk melebur dosa-dosa kita kepada sesama, sedangkan bulan Ramadhan kita fokuskan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan merupakan saat yang paling tepat untuk melebur dosa-dosa kita kepada Allah swt.

Ketiga, memasang tekad akan target ibadah yang akan kita laksanakan di bulan Ramadhan. Ini akan menjadi motivasi dan pengingat bagi kita kalau dipertengahan menjelang, akhir Ramadhan semangat kita mengendur dalam beribadah. Karena kita tahu semua tahu contohnya, semakin akhir Ramadhan semakin berkurang jamaah shalat tarawih di masjid. Target yang dimaksud bisa seperti target khatam Al-qur’an minimal 1-2 kali, atau setiap hari menghidupkan malam dengan shalat Tarawih atau Tahajud, dan lainnya.

  1. 2. Persiapan Fikriyah

Sasaran dari ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Untuk ibadah puasa harus dilakukan dengan tata cara yang benar, sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “ Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi mereka tidak mendapat pahla puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan berapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, mereka tidak mendapatkan apa-apa dari shalatnya tetapi hanya lelah bergadang.”(HR.Ibnu Daud dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, membekali diri dengan segala ilmu yang berkaitan dengan ibadah puasa akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui bulan suci Ramadhan ini.

  1. 3. Persiapan Jasmaniyah

walaupun umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, bukan berarti umat Islam harus mengurangi aktifitasnya dan bermalas-malasan. Bulan Ramadhan adalah bulan jihad dan kemenangan. Sejarah telah mencatat, bahwa justru pada bulan Ramadhan beberapa kemenangan besar diraih oleh umat Islam. Umat Islam meraih kemenangan besar pada perang Badar pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah, dan pada tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriyah umat Islam menaklukan kota Mekkah (Fathul Mekkah), perang Ain Jalut menaklukkan kota Mongol dan penaklukkan Andalusia Spanyol juga terjadi pada bulan Ramadhan ini. Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan ini umat Islam harus meningkatkan daya jihadnya karena pada bulan inilah Allah SWT melipatgandakan pahala-Nya.

Sebelum masuk bulan ramadhan, rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa Sya’ban. Dengan puasa di bulan Sya’ban berarti kita telah mengkondisikan diri untuk siap berpuasa di bulan Ramadhan.

 

Adab Melaksanakan Ibadah Puasa

  1. 1. Memantapkan Niat

Hadits Rasulullah SAW : “ Barang siapa yang tidak menetapkan akan berpuasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR.Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

  1. 2. Sahur

Hadits Rasulullah SAW : “Sahurlah kalian karena sahur itu ada berkahnya.” (HR. Bukhari Muslim)                          

  1. 3. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah SAW bersabda : “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”. (HR.Bukhori dan Muslim )

“Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum sholat maghrib.” (HR.Abu Daud dan Tarmidzi)

  1. 4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an

Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Malaikat Jibril, pada bulan Ramadhan menemui Rasulullah SAW pada setiap malam, lalu ia mentadaruskan Al-Qur’an bersamanya.” (HR. Bukhari).

  1. 5. Memperbanyak Sedekah dan Memberi Makanan Berbuka Bagi Orang Berpuasa (pemurah)

      Nabi Muhammad SAW bersabda : “Rasulullah SAW adalah seorang yang

      sangat pemurah, namun dalam bulanRamadhan lebih pemurah lagi”.

  1. 6. Qiyam Ramadhan (Tarawih)

Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barang siapa yang mendirikan Sholat (tarawih) di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang lalu”. (HR.Bukhari dan Muslim)

  1. 7. Meningkatkan Peribadatan pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Hadits Nabi Muhammad SAW : “Adalah Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi kesungguhannya pada waktu lain”.

  1. 8. Itikaf

Rasulullah SAW bersabda : “Adalah Rasulullah biasa beritikaf pada tiap Ramadhan selama sepuluh hari.” (HR. Bukhari)

Dalam melaksanakan itikaf dianjurkan memperbanyak zikir, istighfar, doa, ibadah-ibadah sunah, tilawah Al-Qur’an, perenungan diri, dan hal-hal lain yang membangun hubungan erat dengan Allah SWT, termasuk mengkaji ilmu-ilmu keislaman.

  1. 9. Membayarkan Zakat Fitrah Bagi yang Mampu   

    Yang dimaksud dengan yang mampu, memiliki kelebihan makanan untuk hari lebaran di luar
     kebutuhan orang yang ditanggungnya.

  10. Berusaha untuk Meninggalkan segala sesuatu yang bisa mengurangi nilai      pahala puasa (lidah, mata, pendengaran dan anggota tubuh lainnya)

      Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya: “Shaum itu bukanlah semata-mata menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi juga dari perbuatan sia-sia dan kotor. Maka jika seseorang memarahimu atau menjahilimu, katakanlah bahwa aku sedang berpuasa, aku sedang puasa”.

( HR. Ibnu Khuzaimah, Al Hakim, dan Ibnu Hibban). 

TanggalViewsComments
Total25640
Jum. 1860
Rab. 1630
Sel. 1530
Ming. 1310
Sab. 1240
Jum. 1120
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 913 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS