.Selasa, 02 September 2014. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Juknis tentang Pemanfaatan Portal Tambayun Online | (29/8)
PENGUMUMAN : Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (29/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 20 | (29/8)
PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Delegasi Sudan Kunjungi Mahkamah Agung | (23/2) PDF Cetak E-mail
Oleh Achmad Cholil   
Rabu, 24 Februari 2010 00:31

Delegasi Sudan Kunjungi Mahkamah Agung

Jakarta | badilag.net (23/2)

Delegasi Mahkamah Agung Republik Sudan Senin (22/2) kemarin mengunjungi Mahkamah Agung RI. Delegasi yang terdiri dari 2 hakim tinggi, 6 hakim tingkat pertama dan 2 orang pendamping dari negara donor itu diterima langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Harifin A. Tumpa, di ruang pertemua Ketua.

Ketua MA dengan didampingi Waka MA Bid. Yudisial, Abdul Kadir Mappong, Wakil Ketua Tim Pembaruan, Prof. Takdir Rahmadi, Hakim Agung Prof. Abdul Ghani Abdullah dan Sekretaris Balitbang Diklat Kumdil, Agung Sumanatha, menyambut baik kedatangan rombongan yang sudah berada di Indonesia sejak Sabtu (20/2).

“Kami sangat menyambut baik kedatangan delegasi Mahkamah Agung Sudan. Semoga kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta dapat mempererat hubungan baik lembaga peradilan di kedua negara,” kata Harifin dalam sambutannya.

 

Ketua Delegasi Sudan, Ms. Dalia Bashir Surag, sedang bertukar cinderamata dengan Ketua MA, Harifin A. Tumpa. (photo: mahkamahagung.go.id)

Sementara itu ketua delegasi Sudan, Ms. Dalia Bashir Surag, dalam pengantarnya menyampaikan salam hangat dari Ketua Mahkamah Agung Republik Sudan untuk Ketua MA RI. Dalia Bashir mengucapkan terima kasih atas sambutan Mahkamah Agung serta berharap delegasi MA RI juga bisa berkunjung ke Sudan.

Diskusi dan Sharing Perkembangan Hukum dan Peradilan

Selesai acara ramah tamah dengan pimpinan Mahkamah Agung, delegasi Sudan bersama dengan tim MA RI mengadakan diskusi hukum dan peradilan serta pertukaran informasi tentang perkembangan hukum di masing-masing negara.

Ada dua makalah yang disajikan dalam diskusi tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia) tersebut. Pertama adalah “History and Development of the Laws and Judiciary of Indonesia” disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Ansyahrul. Dan makalah kedua disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Pembaruan, Prof. Takdir Rahmadi dengan paper-nya yang berjudul “Strategic Planning Process on Indonesian Judiciary.”

Diskusi yang dimoderatori Prof. Abdul Ghani Abdullah itu berhasil menggali beberapa masalah perkembangan hukum kedua negara. Hadir juga dalam diskusi tersebut Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil, Anwar Usman, Ketua PTA Jakarta, Kholilurahman, dan ketua pengadilan tingkat pertama se Jakarta.

Dalam sesi tanya jawab terungkap beberapa kesamaan dalam sistem hukum dan peradilan antara Sudan dan Indonesia. Namun juga ada beberapa perbedaan mengingat sistem hukum yang dianut juga berbeda.

Salah satu perbedaan kecil dalam sistem peradilan adalah tidak dikenalnya sistem majelis hakim dalam pemeriksaan tingkat pertama di Sudan. Perkara pada tingkat pertama diperiksa oleh hakim tunggal. Selain itu juga tidak ada panitera pengganti dalam memeriksa perkara. Hakimlah yang memeriksa dan mencatat semua jalannya persidangan.

Selesai diskusi rombongan kemudian menuju ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengetahui lebih jauh tentang “The conduct room proceeding in Indonesia.” Tim Sudan terlihat antusias mengikuti presentasi tentang keberadaan Pengadilan Niaga, Pengadilan Anti Korupsi dan Pengadilan Hubungan Industrial yang ada di Jakarta Pusat.

Kunjugan ke Pusat Litbang Diklat Kumdil

Sementara itu pada Selasa (23/2) ini tim Sudan yang didampingi 2 penerjemah dari Badilag, Abdul Halim dan Achmad Cholil, ini mengunjungi gedung Puslitbang Diklat Kumdil di Mega Mendung, Bogor.

Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil, Anwar Usman dan Sekretaris Pusdiklat, Agung Sumanatha langsung menyambut kedatangan delegasi yang tiba sekitar pukul 9.30. Delegasi Sudan merasa kagum dengan keberadaan gedung pusdiklat dengan segala fasilitas supernya ditambah dengan suasana Megamendung yang sejuk.

Kepala Badan Litbang bersama Sekretaris dan jajaran pimpinan juga kemudian mengadakan presentasi tentang keberadaan pusdiklat, sistem yang dijalankan serta manajamen yang dianut dalam mendukung terciptanya tenaga-tenaga peradilan yang maju dan professional.

Kedua tim kemudian juga sharing informasi tentang sistem pelatihan di masing-masing institusi. Nampak sekali delegasi Sudan merasa puas dengan penerimaan dari pihak Pusdiklat MA RI. Direncanakan Rabu (24/2) besok tim Sudan akan bertolak ke Aceh untuk mengetahui lebih jauh kinerja peradilan di daerah otonomi ini. (avicenna)

TanggalViewsComments
Total769013
Sel. 0210
Sen. 0130
Ming. 3140
Sab. 3030
Kam. 2820
Sen. 2540
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# endang muchlish,pta papua 2010-02-24 02:45
Kunjungan balasan dari MARI ke MA Sudan barangkali sudah dirancang oleh pihak MARI. Kunjung mengunjung antar dua MA dari dua negara yg berbeda amat positif demi perkembangan peradilan dan keadilan di kedua negara itu thd rakyatnya masing-masing, ataupun rakyat negara lain yg kebetulan mencari keadilan di salah satu kedua negara itu.
Reply
 
 
# Masrimedi - PA. Painan 2010-02-24 02:46
Dengan adanya kunjungan Delegasi Mahkamah Agung Republik Sudan ke Mahkamah Agung RI , ke PN dan Pusdiklat MA RI dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak di mana masing-masing pihak bisa saling belajar sejauh mana kemajuan yang telah diperoleh. Mudah-mudahan nanti dalam balasan kunjungan Delegasi MA.RI nanti ke Sudan akan memperoleh banyak manfaat bagai kita terlebih dalam bidang penyelesaian perkara Ekonomi Syari'ah, karena Sudan telah30 tahun berpengalaman dalam menanganinya. Amin !
Reply
 
 
# Cece Rukmana Ibrahim 2010-02-24 04:23
Saling kunjung mengunjungi adalah bagian dari sillaturahmi sehingga akan terjalin erat hubungan kedua negera, tentunya juga kerjasama antara kedua negara dalam hal pembangunan di bidang hukum.
Reply
 
 
# HENDRI PA. SEKAYU 2010-02-24 04:24
Lembaga Peradilan di Indonesia telah mendapat apresiasi yang tinggi dari negara-negara di dunia, terbukti dengan adanya kunjungan Delegasi Mahkamah Agung dari benua Afrika yaitu Republik Sudan. Semoga kedua negara dapat sharing informasi tentang perkembangan hukum dan peradilan masing-masing dan dapat mempererat hubungan silaturrahmi antar negara.
Reply
 
 
# Mulawarman, Tarakan 2010-02-24 11:38
Selamat datang rombongan Mahkamah Agung Republik Sudan, semoga lembaga MA Indonesia-Sudan bisa bekerja sama dan saling mengisi satu sama lain dibidang peradilan dimasa-masa yang akan datang.
Reply
 
 
# uwanuddin PTA jayapura 2010-02-24 12:55
Dengan adanya kunjungan Mahkamah Agung negara Sudan ke Mahkamah Agung Ri dilanjutkan dengan diskusi dan shering, mudah-mudahan menambah wawasan dan pengalaman dalam menegakan hukum dan ke adilan bagi kedua negara amiin.
Reply
 
 
# AF Ramli Betawi PTA PLG 2010-02-24 16:26
saling mengisi dalam kerjasama antar lembaga di dua negara bersahabat sangat diperlukan, mengingat karakteristik masing-masing berbeda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan saling kunjung, dimungkinkan pada waktu yang akan datang adanya pertukaran dan tranformasi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan mengirimkan delegasi kedua negara secara berkesinambungan. Selamat datang sahabat dan selamat menggali ilmu di negara muslim terbesar di dunia.
Reply
 
 
# lanka asmar, S. HI 2010-02-24 18:49
Kunjungan Dubes Sudan ke Mahkamah Agung dan Pusdiklat merupakan langkah yang baik, semoga tetap terjalin kerjasama yang baik.
Reply
 
 
# Insyafli PTA Padang 2010-02-25 16:10
Dalam rangka percepatan penyelesaian suatu perkara, ada baiknya sistem hakim tunggal seperti yang dianut di Sudan, dapat juga diterapkan di Indonesia, khususnya untuk perkara-perkara ringan atau perkara volunter tanpa harus mendapatkan izin khusus dari Mahkamah Agung. Untuk itu perlu diatur tersendiri dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini disamping merupakan penerapan azas berperkara, juga merupakan percepatan pelayanan publik.
Reply
 
 
# suhadak 2010-02-28 17:24
Bermula dari kunjungan Delegasi Sudan Ke Badilag, kini telah berlanjut ke MA, pelayanan yang sangat memuaskan di Badilag menarik tuk mengunjungi MA, dan Litbang, Saling tukar informasi tentang peradilan semoga menambah hasanah peradilan di Indonesia. Satu kelebihan di Indonesia Setiap pemeriksaan perkara dilaksankan dg Majlis tidak dengan hakim Tunggal. Semoga MARI terus lebih baik.
Reply
 
 
# Cecep Parhan M, PA GARUT 2010-03-02 21:17
Sebagai Negara yang berpenduduk muslim terbesar di Dunia sudah selayaknya Hakim Peradilan di Indonesia mengenal lebih jauh sistem Peradilan di Sudan, karena sedikit banyak sistem peradilan Sudan banyak dipengaruhi Sistem Peradilan Islam. Sudah sangat bagus dalam menerapkan bahasa al-Qur'an. (Fusha)
Reply
 
 
# asmudi_PA Curup 2010-03-03 16:44
semoga dengan adanya silaturrahmi dari sudan membawa hikah tersendiri amiiiin....
Reply
 
 
# Drs.H. Burhanudin Ali 2010-03-09 20:40
Pada saat ini sangat tepat sekali kalau kita orang yang ada di lingkungan peradilan agama yang identik dengan Peradilan Agama Islam untuk mengenal lebih jauh tentang penerapan peradilan Islam di negara Sudan sebagai study komprehensip dalam penerapan hukum Islam yang sudah diakui di negara kita secara konstitusionil
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 836 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS