Jumat, 25 Juli 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014 | (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)
PENGUMUMAN :
Revisi Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (18/7)
PENGUMUMAN : Surat Edaran Tentang Pelaksanaan Alokasi Pagu DIPA 04 | (18/7)
PENGUMUMAN : Pelaksanaan Disiplin Pasca Idul Fitri 1435 H | (18/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 15 | (17/7)
PENGUMUMAN : Majalah Peradilan Agama Edisi 4 (Juli 2014) | (15/7)
PENGUMUMAN : M
aintenance server SIMPEG | (11/7)
PENGUMUMAN : Penyampaian Target PNBP Umum dan PNBP Fungsional TA 2015 | (10/7)
PENGUMUMAN : Eksaminasi Bagi Calon Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama | (10/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 14 | (7/7)
PENGUMUMAN : Laporan Keuangan Semester I DIPA 04 tahun 2014 | (3/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 13 | (2/7)





Tambahkan ke Google Reader
Tera Ulang Arah Kiblat dengan Sederhana | (16/07) PDF Cetak E-mail
Oleh Hirpan Hilmi   
Jumat, 16 Juli 2010 15:17

Tera Ulang Arah Kiblat dengan Sederhana

Jakarta | badilag.net (15/07)

Jika tepat di atas kabah ditempatkan sebuah lampu yang sangat tinggi dan dapat dilihat dari semua tempat di permukaan bumi, maka dengan mudah kita dapat menentukan arah kiblat. Hal tersebut sepertinya sulit untuk dilakukan, mengingat bentuk bumi yang bulat dan roman muka bumi yang tidak rata .

Analogi tersebut disampaikan T. Djamaluddin, pakar astronomi saat diwawancarai dalam program acara Apa Kabar Indonesia Malam TV1, di Mesjid Sunda Kelapa malam tadi (15/07).

Namun ada fenomena alam yang dapat membantu dalam penentuan arah kiblat. Besok, Jumat (16/07) tepatnya pukul 16.27 WIB T. Djamaludin mengingatkan, merupakan fenomena istimewa dimana posisi matahari tepat di atas Masjidil Haram.

Saat fenomena tersebut terjadi, semua bayangan benda yang ada di permukaan bumi mengarah ke Masjidil Haram/Ka’bah, sehingga sangatlah tepat jika moment tersebut digunakan untuk menera ulang posisi tempat ibadah, apakah itu Mesjid ataupun Mushola di rumah sehingga tepat mengarah ke Ka’bah.

ImageT. Djamaluddin menambahkan, selama tiga hari, Jumat, Sabtu (17/07) dan Minggu (18/07) peneraan masih bisa dilakukan dengan koreksi waktu lima menit sebelum dan sesudah pukul 16.27 WIB. “16.22 hingga 16.32 merupakan waktu peneraan, namun lebih tepat pukul 16.27 WIB” ungkapnya.

Model bayang-bayang matahari di atas Ka’bah merupakan metode yang tepat dan sederhana dalam penentuan arah kiblat karena pada dasarnya setiap orang dapat melihat bayangan matahari. “Mudah-mudahan cuaca cerah, sehingga bayangan yang menembus kusen pintu, kusen jendela dapat terlihat, dan itu adalah arah kiblat” harapnya.

Di tengah gonjang-ganjing terkait pergeseran arah kiblat yang dihubungkan dengan banyaknya fenomena gempa bumi, penentuan arah kiblat dengan metoda bayangan matahari merupakan jawaban yang tepat. T. Djamaluddin menegaskan kembali bahwa fenomena gempa bumi tidak merubah arah kiblat. “Walaupun Jakarta berpindah sejauh 148 km ke arah utara, pergeseran arah kiblat tidak akan lebih dari 10 “ tegasnya.

Dalam percakapan melalui telepon selular dengan redaktur badilag.net, Dirjen Badilag yang saat ini sedang berada di Yogyakarta menyambut positif terhadap apa yang dikemukakan oleh pakar astronomi, T. Djamaluddin.

Dirjen mengingatkan bahwa untuk menera ulang arah kiblat tidak hanya menunggu pada bulan-bulan tertentu, seperti bulan Juli ini. Pada umumnya daerah-daerah di wilayah Indonesia bisa melakukan perhitungan kapan bayang-bayang matahari mengarah ke kiblat, sebagaimana yang tercantum dalam buku Pedoman Penentuan Arah Kiblat yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama, sebelum penyatuatapan.

Bahkan, sambung Dirjen, dalam buku tersebut sudah ada data hasil perhitungan tentang waktu bayang-bayang matahari mengarah ke kiblat untuk beberapa daerah di Indonesia.

Di akhir pembicaraan, Dirjen meminta kepada warga peradilan agama untuk memperhatikan dan mengingat kembali beberapa hal terkait dengan penentuan arah kiblat sebagaimana yang dikemukakan oleh pakar astronomi tersebut.

Pencari Arah Kiblat Presisi

Model lain yang dianggap mudah untuk menentukan arah qiblat dikenal dengan  Qibla Locator dan  dapat diakses di qiblalocator.com. Qibla locator merupakan Kalkulator Arah Kiblat Presisi yang dilengkapi dengan tampilan visual citra satelit via Googlemap. Aplikasi ini dapat mengetahui secara visual posisi arah kiblat yang benar di sebuah tempat.

Image

QIBLA LOCATOR membantu dalam penentuan arah kiblat.

Caranya mudah, kita tinggal mencari bangunan atau lokasi yang akan diukur, lalu sesuaikan dengan garis merah yang otomatis muncul di program tersebut. Atau kita juga dapat mengetik nama kota, provinsi, Negara yang akan dicari lalu klik tombol Cari.

Arah kiblat dinyatakan dengan Garis Merah dari lokasi yang dicari. Anda juga dapat memilih tampilan dalam bentuk Peta, Citra Satelit maupun Peta Hibrid (Peta dan Citra Satelit). Setelah mengetahui sudut arah kiblat, langkah selanjutnya adalah pengukuran di lapangan.

Namun T. Djamaluddin kembali menegaskan bahwa yang paling sederhana dalam menentukan arah kiblat adalah dengan metoda bayang-bayang pada saat matahari tepat di atas Ka’bah. (h2)

TanggalViewsComments
Total828123
Jum. 2540
Kam. 2450
Rab. 2320
Sel. 2210
Sen. 2140
Ming. 20180
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Halim Marasabessy-PA Maso 2010-07-16 15:48
Menentukan arah kiblat sangat penting bagi masyarakat Islam, cara mudah yang dikemukakan oleh T. Djamaluddin sangat bermanfaat dan dapat mempermudah kaum muslimin untuk menentukan arah kiblat, metode bayang-bayang pada matahari sudah lama dipraktekkan oleh masyarakat, akan tetapi dengan perkembangan teknologi maka antara teknologi dan sistem melihat bayang- bayang harus dipadukan sehingga masyarakat tidak salah menentukan arah kiblat.
Reply
 
 
# lanka asmar, S.HI 2010-07-16 16:05
Dengan adanya cara mengukur arah kiblat dengan berbagai metode tentunya menambah khazanah ilmu pengetahuan. Bapak T. Djamaluddin yang lebih mengutamakan metode bayang-bayang tentunya sangat berguna, tentunya warga PA diharapkan juga bisa menggunakan metode bayang-bayang tersebut.
Reply
 
 
# Ahmad Hodri, PA. Ketapang 2010-07-16 16:06
Sepintas fatwa MUI menimbulkan skeptis dan keresahan bagi masyarakat awam khususnya, terkait dengan Ibadah sholat yang selama ini dilakukan, "sah atau tidak" itu yang menjadi pertanyaan kalangan umum masyarakat. Perlu adanya sosialisasi dari seluruh unsur dan elemen, baik secara individu maupun kelembagaan agar kebimbangan masyarakat tadi terobati, bahwa apa yang telah dilakukan selama ini, senyampang telah memenuhi syarat rukun, Allah Maha Mengetahui,...gak perlu bingung lagi...
Reply
 
 
# H.SUHADAK 2010-07-16 16:16
Akhir-akhir ini banyak gonjang ganjing mengenai pergeseran bumi akibat gempa sehingga banyak tokoh Agama konsultasi ke PA dan MUI mengenai Posisi arah kiblat yg diisukan bergeser. Memang arah kiblat bagi orang Muslim penting. Oleh karena itu cara mudah sebagaimana yg dikemukakan seorang astronom T.Djamaluddin perlu kita apresiasikan. Kaum Muslimin tidak perlu cemas saat ini kecanggihan Tehnologi sangat banyak memudahkan arah kiblat. Semoga alat tsb dpt bermanaat.
Reply
 
 
# Irwandi PA.Bajawa 2010-07-16 16:17
Selama ini banyak orang yang salah persepsi mengenai arah kiblat, sebenarnya tidak ada perubahan arah kiblat, hanya saja banyak orang beranggapan bahwa arah kiblat Indonesia ke barat, tapi sebenarnya arah kiblat bukan ke barat melainkan dari titik barat bergeser ke utara sekitar 22 derajad sampai 25 derajad, untuk wilayah indonesia. Jadi tidak ada perubahan arah kiblat.
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA.Biak 2010-07-16 21:56
Penentuan bayang2 arah kiblat sebenarnya setiap hari bisa dilakukan dengan cara perhitungan (hisab) Ilmu Falaq, jadi tidak mesti menunggu waktu Matahari beredar di atas Ka'bah. Di setiap buku Ilmu Falaq di situ ada cara perhitungan bayang2 tegak lurus mengarah ke Kiblat pada waktu tertentu sesuai perhitungan pada hari itu.
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA.Biak 2010-07-16 21:56
Kalau menurut Bapak T.Djamaluddin dalam 3 hari (Jumat tgl 16 juli, sabtu tgl 17 juli,dan Ahad tgl 18 juli waktu yg tepat dalam penerapan bayangan arah kiblat pada pukul 16.27 WIB berarti di Indonesia Timur pukul 18.27 WIT itu matahari sudah tenggelam, sehingga tdk dapat melihat bayangan lagi. Nah itulah sebabnya setiap daerah dan setiap hari bisa dilakukan perhitungan sesuai Ilmu Falaq tentang bayang2 arah kiblat...
Reply
 
 
# endang muchlish,pta papua 2010-07-16 21:57
Fonomena alam yg langka terjadi, bakal terjadi pd hari ini Jum'at, besok Sabtu dan Ahad (17 & 18 Juli 2010) dimana Matahari akan tepat di atas Ka'bah pd pk. 16.27 WIB (pk. 12.29 WAS). Secara sederhana, bayang2 suatu benda menunjukkan ke arah itulah arah kiblat dari tempat kita masing2, kata Bapak T. Djamaluddin, pakar Astronomi, peristiwa itu bisa dijadikan untuk menera ulang arah kiblat selama ini. Apabila arah kiblatnya berubah dr semula, maka janganlah bingung shalatnya selama ini tetap sah.
Reply
 
 
# m.faishol hsanuddin 2010-07-16 22:03
Fatwa MUI bahwa kiblat bagi wilayah Indonesia adalah arah Barat adalah keliru. Begitu juga arah Barat Laut. Karena arah Barat Laut itu berarti titik 45 derajat diukur dari titik Barat ke arah Utara. Jadi koreksinya masih juga tidak tepat. Karena itu, wajar kalau fatwa itu menimbulkan ketidakpastian dan berpotensi meresahkan masyarakat.
Reply
 
 
# \\\Dwi Anugerah\\\PA DPS 2010-07-16 22:22
Arah kiblat adalah suatu yang sakral bagi uamt Islam, karena hal tersebut sebagai bentuk acuan bagi kita untuk beribadah kepada Allah. dengan adanya fenomena istimewa dimana posisi matahari tepat di atas Masjidil Haram bisa kita jadikan acuan yang tepat untuk menera ulang arah kiblat kita..semoga tidak ada pemahaman yang keliru lagi tentang penentuan arah kiblat.amiin
Reply
 
 
# Masrinedi - PA. Painan 2010-07-16 23:09
Dengan tera ulang arah kiblat dengan cara sederhana ini sangat membantu masyarakat di dalam menentukan arah kiblatnya di rumah mereka. Mereka bisa dengan cepat melakukannya karena sudah dapat pengetahun dan wawasan yang luas.
Reply
 
 
# Salman,MA:PA Gunung Sugih 2010-07-16 23:17
Ini berita penting setelah cukup banyak diskusi di tengah-tengah masyarakat tentang seluk beluk arah kiblat. Warga PA lagi-lagi mestinya memainkan peran strategis dalam mencerdaskan masyarakat mengenai diskursus arah kiblat ini. Memang masih terdapat ikhtilaf di antara para ulama, termasuk dengan fenomena Fatwa MUI. Karenanya dibutuhkan keariifan yang tentu harus dilandasi pengetahuan yang luas agar masalah pelurusan arah kiblat ini jangan sampai malah memunculkan masalah tersendiri.
Reply
 
 
# Abdullah Albuchari 2010-07-18 03:16
"perlu di support oleh warga peradilan agama"
Tera ulang arah kiblat dengan cara sederhana yg disampaikan Bpk. T. Djamaluddin, bagi warga peradilan agama di Indonesia sungguh patut di support kalau tidak dikatakan wajib kita buktikan bersama-sama dr tgl. 16-18 Juli 2010 M. Fenomena seperti itu memang bisa di perhitungkan setiap saat tatkala kita hitung dgn mencari bayang kiblat, namun konteks ayat Albaqarah (2) 144-150 trsbt, mewajibkan ummat Islam utk senantiasa menjaga arah kiblat dlm sholat.
Reply
 
 
# Imran,SH 2010-07-18 23:12
Pergeseran Bumi akibat bencana alam bukan merupakan syarat rukun sahnya sholat akan tetapi sedikit menggeser arah yang tidak terlau prinsif, yang pasti adalah ka'bah adalah arah kiblat jika sdh menjadi keyakinan bahwa kita telah menghadap arah kiblat yakin sah sholat kita agar jangan sampai fatwa MUI menimbulkan bingungnya jamaah yang awam segera beri kepastian karena itu allah maha mengetahui
Reply
 
 
# Muntasir-PA.Klungkung 2010-07-19 15:09
Sebenarnya tidak ada pergeseran arah kiblat di Indonesia meskipun beberapa kali diguncang dengan gempa bumi, bahkan kalaupun ada pergeseran lempengan bumi perubahannya tidak lebih dari 1derajat. Yang perlu diperhatikan bagi ummat islam untuk masjid atau musholla yang waktu membangun belum pas arah kiblatnya harus segera diluruskan arah kiblatnya, itulah inti yang dimaksudkan. Namun yang terjadi sekarang adalah salah menangkap informasi sehingga ada semacam "keresahan" dikalangan ummat.
Reply
 
 
# Salman,MA:PA Gunung Sugih 2010-07-19 16:29
Ini berita penting. Sebagai warga peradilan kita memang mestinya proaktif dalam memberikan pencerahanan kepada masyarakat tentang pentingnya meluruskan arah kiblat. Hanya saja, di tengah-tengah masyarakat hal ini bisa menjadi masalah yang sensitif. Karena itu dibutuhkan kearifan dalam mensosialisasikannya. Jangan sampai maksud kita untuk meluruskan cara ibadah masyarakat malah menimbulkan keresahan atau bahkan permusuhan.
Reply
 
 
# PA BANGLI - BALI 2010-07-19 18:05
Memang bagi warga Pengadilan Agama ttg arah kiblat sudah merupakan bahasan sehari-hari waktu dibawah Depag, sekarang ada masukan dari MUI yang disiarkan tv one, akhirnya masyarakat banyak yg bingung. Menurut kami /Kementrian Agama harus memberi penjelasan ttg ini jangan TV swasta yang membahasnya. Bagi2 kami di PA kalau memang itu bermanfaat kenapa tidak, tapi Masyarakat awam ITU KAN WEWENANG KEMENTRIAN AGAMA.KOK DIBAWAS PIHAK LAIN.?
Reply
 
 
# RI_5 2010-07-19 20:45
Kita coba ambil hikmah dari fatwa MUI tentang Arah Kiblat akibat pergeseran lempeng bumi, paling tidak degan fatwa tersebut kita terpancing untuk berdiskusi dan membahas hal terkait, andai dengan keterbatasan kita sudah lakukan usaha maksimal maka tidak perlu lagi khawatir akan sah tidaknya sholat kita apalagi jika dalam niat kita telah melafalkan "Mustaqbilal Qiblat" (akan semakin mantap). Allah maha mengetahui dengan apa yang dilakukan hambanya dan Allah tidak pernah mempersulit hambaNya
Reply
 
 
# wachid yunarto 2010-07-20 14:19
Setahu saya fatwa MUI muncul merespon pertanyaan masyarakat mengenai arah kiblat terkait dengan info telah terjadinya pergeseran lempengan bumi. Seharusnya MUI tidak buru-buru mengeluarkan fatwa absurd. Seandainya benar terjadi pergeseran, tentu yang harus ditera ulang pertama adalah KOORDINAT KOTA-KOTA /daerah terjadinya pergeseran, baru arah kiblatnya. Selama ini tidak ada tera ulang koordinat geografis kan? Jadi, untuk apa meributkan arah kiblat?
Reply
 
 
# H.SUHADAK 2010-07-20 14:24
Ketika 17 Juli 2010 Pukul 17.27 WITA, di Kota Negara yg berada di 23 drajat. Kami mendirikan Tiang tinggi di Pojok Masjid Raya Negara, yg Telah di ukur Tim Hisab Rukyat PA pada saat pembangunan. Ternyata arah kiblatnya masih tepat dan tidak berubah. Sehingga kami berkesimpulan pada saat pembangunan Masjid tersebut telah sesuai dg Letak kota tersebut. Kiranya ukuran yg lalu masih relevan dan cocok dg bayangan tgl tsb.
Reply
 
 
# ASKONSRI .PA KOTO BARU 2010-07-20 14:28
Penentuan arah kiblat yang selama ini juga dilakukan oleh orang-orang PA sebelum kita pindah ke Mahkamah Agung. Berapa banyak yang sudah kita lakukan dengan peralatan seperti Teodolit !! Kurasa itu akan lebih sempurna daripada kita hanya meraba-raba saja !! Memang sekarang tugas itu sudah diambil alih oleh Kementrian Agama bukan tugas PA lagi, tetapi menurut saya lebih baik memakai alat yang lebih canggih agar arah kiblat akan lebih sempurna !!
Reply
 
 
# khairl 2010-07-20 15:01
Untuk dapat melihat arah kiblat dengan cara yang mudah dan tak perlu bingung, teknologi informasi telah menyiapkan aplikasi yaitu : QIBLA LOCATOR yang mudah diakses oleh siapapun dan kapanpun juga, tentunya disesuaikan dengan daerah tempat tinggal yang bersangkutan.
Reply
 
 
# Muslim Latief - PA Dps 2010-07-20 19:47
Baiklah, masalah Tera Ulang dan penentuan arah Qiblat Insya Allah telah mampu diatasi, namun persoalan selanjutnya pada pencerahan terhadap para pengurus dan pengelola masjid serta musholla. Diharapkan out putnya beliau-beliau itu mau dan ikhlas untuk menindaklanjutinya serta menjelaskan kepada jamaahnya. Seperti kata pepatah "ikannya dapat dan airnya tidak sampai keruh", harapan kita koreksi arah kiblat terlaksana secara elok dan jamaah tidak pecah (tetap berjamaah).
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 830 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS