.Sabtu, 30 Agustus 2014. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Juknis tentang Pemanfaatan Portal Tambayun Online | (29/8)
PENGUMUMAN : Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (29/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 20 | (29/8)
PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Pengukuhan Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M.Hum, sebagai Guru Besar UMSU PDF Cetak E-mail
Oleh Asep Nursobah   
Sabtu, 27 Oktober 2007 00:49

Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M.Hum :

Globalisasi Membawa Kecenderungan Baru di Bidang Hukum 


Medan, badilag.net (26/10)

Era globalisasi telah membuat banyak perubahan di berbagai bidang kehidupan. Perubahan ini juga, secara langsung atau tidak, telah membawa kecenderungan baru di bidang hukum.  Akibatnya, reformasi hukum, termasuk di dalamnya hukum Islam,  menjadi suatu keniscayaan.  Perlunya hukum Islam diperbaharui karena  nilai-nilai yang terkandung dalam fiqh sudah tidak mampu memberikan solusi terhadap masalah baru yang timbul saat ini.  Hal ini karena pada waktu fiqh ditulis, masalah tersebut belum muncul. 

Oleh karena itu, perlu dicari metodologi ijtihad yang tepat untuk menemukan hukum-hukumnya. Di  era globalisasi sekarang ini, ijtihad harus dilakukan oleh sebuah lembaga Pengkajian Hukum Islam yang komprehensif dengan melibatkan para pakar dalam berbagai disiplin ilmu yang berkembang saat ini.

Demikian disampaikan Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M.Hum, dalam pidato pengukuhan guru besar pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara  (UMSU) , bertempat di Aula Rektorat UMSU, Medan, Jum’at (26/10).

Image


Prof.Dr. H. Abdul Manan, Sh, S.Ip, M.Hum menyampaikan orasi ilmiah pada acara pengukuhannya sebagai guru besar pada Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara. Ia menyampaikan pidato dengan judul "Peranan Lembaga Ijtihad dalam Pembaruan Hukum Islam di Era Globalisasi"

 

Abdul Manan yang menjadi  Hakim Agung karir  ke 2 peraih gelar  Profesor  setelah  Prof. Dr. Paulus Efendi Lotulung ini, mengusung  judul  pidato pengukuhan , “Peranan Lembaga Ijtihad dalam Pembaruan Hukum Islam di era Globalisasi”.

“Topik ini sengaja saya pilih karena banyaknya hal baru yang timbul dalam kehidupan masyarakat sebagai  akibat  derasnya laju globalisasi  dan perkembangan IPTEK. Hal baru tersebut belum ada suatu kesatuan pendapat pakar hukum Islam untuk memberikan solusinya”, kata Abdul Manan  mengawali pidatonya yang dihadiri oleh Rektor UMSU beserta jajarannya, Para Pimpinan MA,  sesepuh MA, Hakim Agung, Kopertis Wilayah I, Sejumlah Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dan Pertama di lingkungan peradilan agama, serta undangan lainnya.

Image

Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M. Hum bersama dengan senat UMSU 

Menurut Abdul Manan, agenda reformasi hukum dalam menghadapi  arus globalisasi ini mencakup reformasi kelembagaan (institusional reform), reformasi perundang-undangan (instrumental reform), dan reformasi budaya hukum (cultural reform).

“Perubahan hukum mencakup pembaruan dalam  cara berfikir, tingkah laku, pola hidup yang sesuai dengan tuntutan zaman”,  jelas Manan.

Perlunya hukum Islam dirubah, lanjut Manan, disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain :  mengisi kekosongan hukum, pengaruh globaliasi ekonomi dan IPTEK, pengaruh reformasi di berbagai bidang, dan pengaruh  pembaruan pemikiran hukum Islam yang dilaksanakan oleh para mujtahid.

“Hal itu semua sejalan dengan teori qaul qadim dan qaul jadid yang dikemukakan oleh Imam Syafi’i”, ungkap Profesor.

 

Pembaruan hukum di Peradilan, membuahkan diskursus

Pembaruan hukum di peradilan sebagai akibat perkembangan IPTEK, yang tergambar dari lahirnya putusan-putusan yang “reformis”, selalu  membuahkan diskursus dikalangan ahli hukum, bahkan tidak jarang menuai kritik pedas.

Image


 Tuada Pembinaan MARI menyampaikan kata sambutan Ketua Mahkamah Agung  pada pengukuhan Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.Ip, M.Hum sebagai guru besar UMSU

Abdul Manan memberikan beberapa ilustrasi menganai hal tersebut. Antara lain Putusan Pengadilan Agama Jakarta  Selatan Nomor : 1751/P/1989. Dalam  putusan tersebut, Pengadilan Agama Jakarta Selatan berpendapat  bahwa pernikahan yang dilakukan melalui telepon adalah sah.

“Timbul reaksi negatif dari berbagai pihak yang tidak setuju dengan putusan ini”, ujar suami  dari Hj. Cut Rubiati ini.

Putusan reformis lainnya, tutur Manan,  adalah Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor : 51/K/AG/1999 tanggal 29 September 1999. Melalui putusan Mahkamah Agung telah member kejelasan mengenai hak atas harta waris bagi ahli waris yang berbeda  agama dengan pewaris.

Dikatakan Profesor Manan, meskipun dalam pertimbangan hukumnya, Mahkamah Agung mendasarkan pemberian itu pada lembaga wasiat wajibah, tetap saja putusan ini menjadi bahan diskusi.

Pengaruh globalisasi ini  semakin komplek dalam wilayah ekonomi syari’ah, yang kini sengketanya menjadi kompetensi peradilan agama.

Abdul Manan, mencontohkannya dalam masalah kontrak (aqad). Menurutnya,  dalam kemajuan IPTEK banyak kontrak yang dilakukan secara elektronis, seperti ATM (Automated Teller Machine), EDE (Electronic Data Exchange), EBB (Electronic Bulletin Board), EFT (Electronic Fund Transfer) dan e-commerce lainnya.

“Apakah  akad semacam itu dapat dibenarkan?”, ungkapnya.

Batasan Pembaruan Hukum Islam

Berbicara mengenai pembaruan hukum, yang diklaimnya sebagai keniscayaan, Abdul Manan menegaskan bahwa pembaruan hanya boleh dilakukan dalam bidang hukum yang bersifat dhanni dalalah-nya. Membentuk hukum baru dalam bidang dhanni dalalah ini dilaksanakan dengan cara ijtihad para mujtahid.

Oleh karena kompleksnya permasalahan yang dihadapi, menurut Profesor pertama di kalangan Hakim Agung yang berasal dari peradilan agama ini, ijtihad tidak boleh dilakukan secara parsial.

“Ijtihad hendaknya dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan pakar dalam ilmu pengetahuan terkait”, tegas Hakim Agung yang mengawali karirnya sebagai Hakim PA Pemalang pada Tahun 1976 ini.

 

Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum : kebanggaan peradilan agama milik bangsa

Sementara itu  Ketua Mahkamah Agung dalam pidato tertulisnya yang dibacakan juga Ketua Muda Pembinaan, Drs. H. Ahmad Kamil, SH., M.Hum, menyampaikan bahwa Bapak Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum adalah seorang sosok hakim karir pertama dari Peradilan Agama yang berhasil di dalam kedinasan dan bidang akademik.

“ Ia mampu menyelesaikan program S3 (doktoral) mencapai predikat cumlaude, dan hakim karir pertama dari Peradilan Agama yang mendapat gelar Profesor”,  ungkap Ahmad Kamil.

Menurut Tuada Pembinaan, di Mahkamah Agung saat ini terdapat 2 orang hakim agung karir yang meraih gelar Profesor, yaitu Prof. Dr. Paulus Efendi Lotulung dan Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya 1 orang profesor di lembaga Mahkamah Agung dapat memberikan citra yang lebih baik di lembaga Mahkamah Agung dan negara Republik Indonesia”, harapnya.

Image


Drs. H. Taufiq, SH, MH, mantan WKMA (sesepuh MA)  hadir bersama dengan Dirjen Badilag , Wahyu Widiana, dalam acara pengukuhan  tersebut

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, saat dijumpai Badilag.net seusai pidato pengukuhan, mengharapkan agar seluruh warga peradilan meneladani Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum. Menurutnya, beliau tetap concern terhadap pengembangan keilmuan meskipun kesibukan karirnya sangat padat.

“Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum , kebanggaan peradilan agama milik bangsa”, kata Wahyu Widiana.

Kita menanti lahirnya professor-profesor baru dari lingkungan peradilan agama. (an/badilag)

TanggalViewsComments
Total43552
Sab. 3020
Jum. 2920
Rab. 2720
Sen. 2520
Sab. 2310
Jum. 2210
LAST_UPDATED2
 

Comments

 
# zulham 2009-02-27 16:44
bapak yang terhormat saya minta salinan keputusan MA No. 368/K/AG/1995 DAN Keputusan MA No.51 K/AG/1999 tentang waris beda agama..buat bahan tesis bapak makasih
Reply
 
 
# albar 2010-03-25 10:12
Mohon bantuan data salinan putusan MA No.368/K/AG/1995 DAN Keputusan MA No.51 K/AG/1999 tentang waris beda agama, buat bahan Skripsi,
kirim Via Email
Reply
 

You have no rights to add a new comment. May be you need to register on the site.


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 678 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS