Sabtu, 18 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4)











Tambahkan ke Google Reader
Pak Ali ‘hanya’ Tenaga Honorer dan Ia Pandai Bersyukur (11/6) PDF Cetak E-mail
Senin, 11 Juni 2012 11:24

Pak Ali ‘hanya’ Tenaga Honorer dan Ia Pandai Bersyukur

*

Setiap saya masuk kantor pagi hari, keadaan ruangan saya sudah serba bersih dan rapi. Meja kerja sudah mengkilap lagi, tak ada bekas-bekas tangan yang mengotori meja yang terbuat dari kayu jati itu. Berkas-berkas dan buku-bukupun telah ditata dengan rapi. Demikian pula alat tulis dan peralatan lainnya yang selalu ada di meja, sudah tersimpan rapi pada tempatnya.

Di toilet juga sudah serba tertata dan wangi. Di lantai, di closet dan di meja wastafel tidak tampak ada lagi tetesan air, apalagi kotoran. Kelengkapan seperti tissu, sabun, handuk, sikat dan pasta gigi serta lain-lainnya sudah selalu siap.

Di ruang istirahatpun, yang letaknya ada di antara ruang kerja dan toilet, semuanya sudah rapi nan wangi. Sajadah, sandal-sandal, lemari baju, meja kecil dan kursinya, dan peralatan lainnya yang ada di situ semuanya sudah tertata dengan baik.

Jam berapapun saya masuk kantor, jam setengah delapan atau kadang jam tujuh pagi, kalau lalu lintas sedang lengang misalnya, keadaan ruangan selalu begitu. Tidak pernah saya mendapat ruangan acak-acakan ketika saya masuk kantor.

Lalu, siapakah yang selalu rajin melakukan semua ini? Dialah Pak Ali.

**

Nama lengkapnya Ali Abdul Kholid. Sudah enam tahun ia mengabdi sebagai pegawai honorer di Badilag. Ia orang Betawi asli, kelahiran Kampung Melayu, sekitar 5 km dari kantor Badilag. Ia, isteri dan anak semata wayangnya yang berusia 4 tahun juga tinggal di tempat kelahirannya itu.

Dengan menggunakan bis umum, setelah selesai shalat Shubuh, setiap hari Pak Ali berangkat ke Badilag. Sekitar pukul 6 ia sudah tiba di kantor. Saya tidak pernah datang ke kantor sebelum pukul 7. Maka pantaslah kalau keadaan ruangan saya selalu sudah rapi saat saya datang ke kantor.

Pak Ali, yang mempunyai tugas membersihkan ruangan kantor Badilag di lantai 6 dan melayani keperluan sehari-hari saya ini, tampak lugu. Ia tidak banyak bicara apalagi banyak menuntut. Walaupun demikian, ia nampak rajin bekerja dan menikmatinya.

Ketika saya tanya, Pak Ali mengungkapkan rasa senangnya bekerja di Badilag, walaupun sebagai tenaga honorer. Mungkin karena umurnya yang sudah mencapai 46 tahun, Pak Ali tidak mengharapkan untuk menjadi PNS. Sepertinya ia tahu, tidak mungkin lagi dirinya bisa diangkat menjadi PNS di umur setua itu.

“Saya bisa bekerja seperti ini saja sudah Alhamdulillah, Pak,” tuturnya, “Saya sangat bersyukur dibandingkan dulu-dulu. Saya pernah bekerja di swasta, sebagai kuli bangunan, sebagai satpam, bahkan sebagai penjual baju. Saya lebih enak sekarang. Di sini tenang, penghasilan tetap, jumlahnya lumayan jika dibanding dulu-dulu dan yang lebih penting lagi suasana kerjanya enak.”

Lalu, ketika saya singgung tentang jumlah penghasilannya yang hanya Rp 1.350.000 sebulan, dengan polos Pak Ali menjawab, “Alhamdulillah, itu lebih besar dibandingkan dulu-dulu. Yang penting kita syukuri dan jalani hidup ini apa adanya. Saya berusaha selalu jujur, agar hidup tenang dan barokah.”

***

Saya sempat termenung, mendengar jawaban Pak Ali yang penuh dengan keikhlasan dan kepasrahan menjalani hidup ini. Dengan penghasilan yang kecil, Pak Ali selalu semangat, ceria, dan bersyukur. Betapa mulianya Pak Ali ini.

Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari hidup Pak Ali. Pak Ali yang penghasilannya seperti itu namun tetap rajin dan gembira, sementara kita yang penghasilannya jauh di atas Pak Ali, kadang kala menyesali, ngedumel dan malas. Rasanya ironis. Malu juga.

Tampak sekali, Pak Ali berupaya bekerja sebaik-baiknya, rajin dan tekun. Dalam hal kebaikan dan prestasi ini, ia tidak mau kalah dari orang lain. Ia selalu melihat kepada yang ada di atasnya, yang lebih rajin dan lebih giat. Sedangkan dalam hal penghasilan, ia selalu melihat dan membandingkan dengan yang berada di bawahnya. Paling tidak, ia membandingkan penghasilannya yang sekarang dengan penghasilannya ketika ia bekerja di tempat-tempat sebelumnya. Lalu ia bersyukur dan bertekad untuk berbuat jujur terus. Subhanallah...

Pantaslah apa yang disabdakan Nabi kita SAW, “Lihatlah apa yang diucapkannya—atau bisa saja, apa yang dilakukannya—dan janganlah engkau melihat siapa yang mengucapkannya”. Terima kasih Pak Ali, meski anda ‘hanya’ seorang pegawai honorer dengan penghasilan kecil, tapi sikap dan ucapan anda sangatlah menjadi teladan bagi orang lain, setidaknya bagi saya.

Saya tahu, betapa banyaknya tenaga-tenaga honorer di lingkungan peradilan agama yang penghasilannya seperti Pak Ali, atau bahkan kalau di daerah, jauh di bawah penghasilan Pak Ali. Mereka sangat berjasa membantu peradilan agama dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan. Bahkan selain itu, merekapun mengambil peran yang sangat besar dalam keberhasilan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan peradilan agama.

Di bidang Teknologi Informasi (TI) saja, yang merupakan ikon dalam program-program reformasi peradilan, banyak sekali tenaga honorer yang sangat berperan dan sangat menentukan.

Sebut saja Helmi Indra Mahyuddin. Ia adalah jagonya TI di Badilag bahkan di lingkungan peradilan agama secara nasional. Ia memegang tanggung jawab dan peran sangat besar dalam pengembangan TI. Ia sudah bermasa bakti selama lebih dari 5 tahun dan mempunyai andil besar dalam mengharumkan nama peradilan agama. Tapi, sungguh sayang, nasibnya masih memprihatinkan.

Kita sudah mengusahakan yang bersangkutan untuk dapat diangkat menjadi PNS, dengan mengikuti test CPNS, tapi keberuntungan masih belum sempat diraihnya. Belum lagi Ridwan dan Iwan—rekan kerja Helmi Indra Mahyudin—serta tenaga-tenaga honorer lainnya di Badilag dan di lingkungan peradilan agama seluruh Indonesia. Sayapun ikut sedih dan prihatin.

Di bidang lainnyapun, tenaga-tenaga honorer sangat banyak dan sangat membantu pelaksanaan tugas peradilan agama. Nasibnyapun masih belum menggembirakan.

Memang, beberapa waktu lalu telah ada proses pengangkatan tenaga honorer, tapi itu jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah yang ada. Mudah-mudahan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS ini terus berlanjut dari tahun ke tahun.

****

Melihat keadaan seperti itu, sepantasnya kalau kita memberikan penghargaan kepada Pak Ali dan tenaga honorer lainnya di seluruh Indonesia sebaik-baiknya. Penghargaan itu dapat berupa upaya kita agar mereka dapat diangkat menjadi CPNS.

Janganlah, kalau ada kesempatan mengajukan data mereka untuk dipertimbangkan sebagai PNS, lalu karena ada kepentingan tertentu yang tidak sehat, kita ajukan data tenaga honorer yang fiktif, sehingga terjadi kedholiman terhadap mereka yang betul-betul sudah mengabdi bertahun-tahun.

Atau, setelah mereka mendapat keberuntungan diangkat sebagai CPNS, lalu di antara kita ada yang meminta imbalan uang yang sangat besar bagi ukuran mereka, dengan dalih untuk diberikan kepada pihak-pihak tertentu yang berjasa, sebagai bentuk syukuran. Masya Allah! Saya sangat marah mendengar ada indikasi seperti itu.

Penghargaan lainnya yang patut diberikan kepada mereka adalah kesejahteraan mereka. Janganlah ada tindakan pemotongan honor-honor mereka yang sudah sangat kecil itu. Malah kalau bisa dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ajaklah mereka dalam kegiatan-kegiatan kantor yang berdampak adanya tambahan penghasilan bagi mereka selain honor bulanan.

Lalu, penghargaan lain yang tak kalah pentingnya adalah perlakukan kita kepada mereka. Perlakukanlah mereka sebagaimana kita memperlakukan pejabat dan pegawai lainnya. Kita perlakukan mereka dengan sewajarnya dan tidak menganggap remeh status kepegawaian mereka. Kita bersikap kepada mereka sebagaimana kita bersikap kepada pejabat dan pegawai lainnya. Kita wajib meng-uwong-kan, meng-‘orang’-kan dan menghormati mereka.

Kita tanamkan rasa saling menghormati, saling memahami dan saling mengasihi di antara kita, termasuk tenaga-tenaga honorer yang ada di lingkungan kita. Masing-masing kita, termasuk tenaga honorer, perlu mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Dengan demikian, tidak ada lagi perlakuan dan tuntutan yang tidak proporsional. Kita semua menjadi tenang, tentram dan damai dalam bergaul dan bekerja.

Kalau semua itu sudah kita lakukan bersama, insya Allah hidup yang barokah seperti diharapkan oleh Pak Ali akan dapat kita raih secara bersama pula.

Terima kasih, Pak Ali. Terima kasih, kawan-kawan semua. (WW).

TanggalViewsComments
Total20600212
Sab. 18150
Jum. 1750
Kam. 1630
Rab. 1540
Sel. 1480
Sen. 13200
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# abdullah PA Merauke 2012-06-11 11:51
Subhanallah betapa mulianya hati pak Ali, mungkin dimata sebagian org pak Ali tdk ada apa2nya tp dimata org yg beriman teristimewa dimata Allah pak Ali sungguh luar biasa, semoga honorer yg lain bisa mencontohi pak Ali, dan sy berharap u penerimaan CPNS yg akan dtg dilingkungan Badilag tenaga honorer yg py keahlian agar diutamakan, u pak Helmi hikmah itu terkadang terbungkud dgn ujian yg pada masanya hasilya sgt indah dan barokah, Amin sukses selalu pak Dirjen, Amin
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-06-11 11:57
Kisah Pak Ali merupakan kisah nyata yang harus dibaca bukan hanya tenaga honor saja tetapi semua aparatur Peradilan Agama seluruhnya tanpa kecuali. Barangsiapa pandai bersyukur atas nikmat maka Allah akan menambah nikmat tersebut, maknanya adalah janganlah menuntut yang sesungguhnya bukan porsi kita, lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk berbuat baik di lembaga ini. Terima kasih ceritanya pak Dirjen.
Reply
 
 
# Acha 2012-06-11 12:01
salut kepada pak Ali dan semua teman2 honorer diBadilag dan PA se Indonesia. tidak ada kata yg paling pantas kita ucapkan selain "ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN".
Maju Terus !

Semoga Allah senantiasa melapangkan hati kita, dunia tempatnya bekerja diakhirat kita menikmati. Insya Allah
Reply
 
 
# Akhi Novita 2012-06-11 12:01
WAH SALUT DEH BUAT PAK ALI... TETAP SEMANGAT PAK... BIARPUN GAJINYA HANYA Rp. 1.350.000,-... TP SAYA KOq HERAN YAH TTG MASALAH GAJI INI... DI KANTOR SY YG NYATA2 KELAS II GAJI TENAGA HONORERNYA Rp.1.500.000,-/ORG!!!KALO DIBANDINGKAN DENGAN GAJI HONORER KELAS BADILAG GITCHU...
Reply
 
 
# sunter rock city 2012-06-11 12:03
wah pak ali tenar nih..semog selalu menjadi berkah untuk keduanya :lol:
Reply
 
 
# Arif - PA Magelang 2012-06-11 12:07
artikel yang sangat menginspirasi. sebagai seorang honorer belum tentu lebih sengsara dari PNS. Bersyukurlah
Reply
 
 
# Muh. Irfan Husaeni/PA Painan 2012-06-11 12:10
Saya malu sama Pak Ali. Semoga Allah memberikan Barokah kepada Pak Ali yang telah membaktikan dirinya dengan penuh loyalitas dan dedikasi, amin.
Reply
 
 
# Syafii Thoyyib, PA Bantul - DIY 2012-06-11 12:10
Pak Ali sebagaimana diceritakan oleh Pak Dirjen Badilag tersebut semoga kehidupan rumah tangganya diberikan penuh keberkahan oleh Allah SWT, termasuk Pak Ali dan Bu Ali yang lain sebagai tenaga honorer di seluruh level lembaga peradilan.

Sosok semacam Pak Ali ini, karena keikhlasan dan pandai bersyukurnya, tentu juga tidak butuh reward dunia, tidak pingin demo, tidak pingin jadi pejabat negara, tidak menunggu remunerasi 100%, tidak menunggu pengumuman TPM serta "tidak-tidak" yang lain, dan yang diharap hanyalah ridlo Allah SWT. Semoga.
Reply
 
 
# #iliyansyah, PA Putussibau 2012-06-11 12:12
Saya lebih bangga dengan pak Ali ketimbang seluruh pegawai yang masih tak mau bersyukur dengan segala yang di dapatnya dari gaji tunjangan remun dan semuanya. Jangan kita tak mau ingat bahwa sebenarnya kita masuk bekerja ini untuk mencari uang aatau menjalankan kewajiban kepada allah demi sebuah rizki yang begitu diridhai-Nya. Mungkin pak Ali benar bahwa berapapun uang itu tak sebanding dengan harta kejujuran dan keikhlasan sbagai hamba allah yang masih dapat bekerja dari orang yang tidak bekerja dan tidak tetap hasil hidupnya

DEMI ALLAH,,,INGATLAH BETAPA ALLAH MENGUJI KITA DENGAN KEKURANGAN DAN KELEBIHAN DIRI KITA SENDIRI
Reply
 
 
# Arman 2012-06-12 09:21
Setujuuu pak Ili..... :-)
Reply
 
 
# mang kebeng//PA Kota Banjar 2012-06-13 09:48
nice...I agree
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A. MH.@ PA Mojokerto 2012-06-11 12:12
Jabatan yg tinggi tidak secara otomatis membuat sesorang menjadi terhomrat. Demikian juga pegawai honorer tidak lantas menjadikan seseorang menjadi hina. Terhormat atau hinanya sesorang dalam suatu jabatan sangat ditentukan oleh personalnya.

Pak Ali yg "hanya" sebagai nonorer di Badilag mungkin lebih terhomat dan mulia daripada seorang pejabat yg menyalahagunakan jabatannya. Karena Pak. Ali telah melaksanakan tugasnya sebagai cleaning secive dg tulus dan ikhlas serta tidak akan pernah melakukan korupsi yg merugikan.

Karena itu, janganlah merasa hina karena jabatan yg rendah dan jangan sombong dan angkuh dengan jabatan yg tinggi. Hargai dan hormatilah seseorang karena personalnya bukan karena jabatannya...
Reply
 
 
# suhartono#pa gresik 2012-06-11 12:15
...ketidakberuntungan Pak Ali menjadi PNS tidak mengecilkan kemuliaan Pak Ali di hadapan Allah SWT..sikapnya yang profesional dalam menjalankan tugas insya-Allah mengantarkannya ke derajat tertinggi di hadapan-Allah ,...jujur sy kagum dan belajar dari sikap Bapak...
Reply
 
 
# asepdadangm pa depok 2012-06-11 12:17
Alhmdlh dgn ditanyangkan sosok pa Ali smg menjadi bahan renungan dan contoh tauladan bagi kita semua, ternyata kuncinya ikhlas dan jujur serta slalu mensyukuri nikmat yg diberikan Allah SWT kepada kita, insyaallah hidup ini tentram dan bahagia, smg
Reply
 
 
# Atin-Bontang 2012-06-11 12:18
sesuai dg sabda Rasulullah saw : Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan janganlah melihat yang lebih di atas kalian, yang demikian ini (melihat ke bawah)akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian (HR. Muslim) Syukran jazilan Pak Dirjen yang selalu mengingatkan kami untuk berbuat lebih baik di masa depan, barakallah fikum
Reply
 
 
# Santoso PALAMONGAN 2012-06-11 12:19
لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬
Reply
 
 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-06-11 12:22
Pak Ali sudah sepantasnya mendapat reward dari Badilag atas pekerjaan yang ia lakukan setiap hari,dan mendapat prioritas pertama dalam pengangkatan pegawai Honor menjadi CPNS,Pak Ali pekerjaannya sudah menjadi kesenangannya, sehingga tidak menjadi beban baginya untuk melakukannya, dan dapat dijadikan contoh bagi Pegawai Honor yang lain, apalagi bagi PNS dan Pejabat yang telah menerima gaji dan remunirasi setiap bulan, kalau masih malas, sudah keterlaluan, kenyataan sehari- hari masih banyak ditemukan PNS dan Pejabat yang tidak disiplin dalam bekerja.

patut kita acung jempol sama bapak Ali yang telah bekerja dengan tekun, dan tetap bekerja dengan semangat, pasti akan diperhatikan oleh atasan yang bersangkutan dan akan diberikan reward/ penghargaan. tunggu saja.
Reply
 
 
# iing sihabudin pa sumber 2012-06-11 12:25
barang siapa yang pandai mensyukuri nikmat Allah, maka kenikmatannya oleh Allah akan dilipatgandakan, dan barang siapa yang tidak pandai-pandai mensyukuri nikmat Allah, maka kenikmatannya tidak akan berkah.
Reply
 
 
# arief Jauhari, PTA Yogya 2012-06-11 12:25
Insya Allah, Bapak. 'Barokatan firiziqi' selalu kita harapkan. Yang sedikit kita syukuri menjadi terasa berarti dan mencukupi. Semoga semakin banyak Pak Ali yang lain yang membuat kita 'malu' kepada diri sendiri. Life is easier if we don't complain too much.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-06-11 12:38
Dari nilai keikhlasan pekerjaan yang dipertontonkan Pak Ali sehingga menghailkan pribadi yang bersykur dan implikasinya menjadi seorang muslim yang Qonaah aats karunia Allah SWT. Kita bayangkan dengan oknum pejabat dinegri ini gaji sudah besar namun masih saja melakukan korupsi karena pekerjaan bukan dilandasi keikhlasan, tapi untuk mencari kekayaan..
Reply
 
 
# Hermanto 2012-06-11 12:38
Pak Ali Is The best...:-)!!!, saya senang dan bangga dengan kesabaran dan kerajinan pak Ali dalam membantu tugas2 kantor, semoga keberkahan selalu menyertai Pak Ali dan Pegawai honorer lainnya, Ins.Allah , Allah mempunyai rencana dan bingkisan yang indah untuk mereka yang bekerja dengan ikhlas dan penuh semangat nantinya...,Two thumbs up Pak Ali!!
Reply
 
 
# Dadang Karim, PA Sbr 2012-06-11 12:38
Sebuah kisah dari orang yang tidak hanya mampu dalam ucapan saja, tetapi bisa dipraktikan dengan baik. Sungguh luar biasa, di masa seperti ini masih adsa orang yang seperti itu. Patut untuk ditiru oleh semua pembacanya.....
Reply
 
 
# ari 2012-06-11 12:42
alangkah senangnya punya atasan2 yg pengertian, semoga para atasan2 kami jauh lebih peduli dan memahami kami seperti cerita pak Ali.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-06-11 12:53
Subhanallah, salam kenal Pak Ali. Semoga kita dalam waktu dekat bisa bertemu. Kiranya Allah menilai pekerjaan Pak Ali dan kawan2nya disini sebagai ibadah dan diberi ganjaran yang setimpal, serta penghasilan saat ini menjadi amat barakah. Amin. Wassalam
Reply
 
 
# Tik.PA Klg 2012-06-11 12:57
Salut buat P Ali....sesuatu yang harus bisa kita teladani "Selalu bersyukur dan mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa".
Reply
 
 
# furqoninka PA wonosobo 2012-06-11 13:12
sangat inspiratif sekali artikel ini,saya sbg tenaga honorer jd terinspirasi dan berjuang lebih keras lg,,,
semoga Alloh memudahkan jalan kawan2 honorer d PA2 lainnya. amin
Reply
 
 
# badriyah badruddin 2012-06-11 13:12
Subhanallah patut dihargai tenaga honor yang seperti pak ALI, yang sudah mengabdi dengan ikhlas selama 6 tahun pada Badilag, dan mensykuri nikmat Allah yang diterimnya, di PA seluruh Indonesia tersebar banyak pak ALI yang lain, termasuk di PA Watansoppeng, ada tenaga honor yang sudah mengabdi sejak tahun 1983
Reply
 
 
# Bro Annank 2012-06-11 13:31
Subhanalloh, ingin sekali saya meniru ke ihklasan yang ada pada Pak Ali.
Reply
 
 
# RAHMAT HONORER PA NUNUKAN 2012-06-11 13:33
Salut buat pak Ali, semoga kami yang junior bisa mengikuti semangat Pak Ali
Reply
 
 
# Omay Mansur 2012-06-11 13:35
Pulau pandan jauah di Tangah
Di baliak pulau angso Duo
Hancur luluah di kandung tanah
Budi baik takana juo
Reply
 
 
# M.Yusuf wk PA Kendari 2012-06-11 13:41
Membaca tulisan ini rasanya menyejukkan hati.Ini dikarenakan ada 2 kemungkinan:Pertama,mungkin karena tulisan ini benar2 merupakan ungkapan isi hati yang sangat dalam.Kedua,karena ajakan (da'wah)untuk senantiasa mensyukuri apa yang ada yang disertai keikhlasan.Yang mengungkap dan yang dijadikan ungkapan merupakan 2 sosok yang patut dijadikan sebagai teladan dalam hal keikhlasan dan kecintaan kepada pekerjaan.Wooh pantastik
Reply
 
 
# s.yanto.tn.PTA-Kendari 2012-06-11 13:42
Dapatkah kita (Hakim & PNS yg lainnya) bersikap seperti P. Ali? P.Ali sebagai tenaga honorer bekerja dg penuh ketekunan dan keikhlasan. Pandai bersyukur dan penuh dg kepasrahan, tanpa banyak tuntutan. Melihat masa lalu unt membandingkan dg kehidupan/penghasilan nya sekarang. Dgn keadaan yg berubah walau tidak seberapa mendorong p. Ali unt tetap istiqomah dan qonaah dlm menjalani pekerjaannya sebagai tenaga honorer.

Bagaimana dg kita (hakim, pejabat & PNS lainnya di lingkungan peradilan agama) semoga dpt mengambil pelajaran, sehingga tdk banyak tuntutan dan tetap melaksana kan tugas dg penuh rasa tanggungjawab, istiqomah dan qonaah. Semoga menjadi barokah. Amin!
Reply
 
 
# Kamali SINGARAJAPA 2012-06-11 13:43
Kalau Pak Ali Bisa.............. kenapa kita-kita yang secara status lebih dari BELIAU.
Mari kita banyak belajar dari BELIAU.
Sukses pak Ali, saya dulu juga pernah JADI TENAGA HONOR selama 7 tahun.
Reply
 
 
# R. A. Said 2012-06-11 13:44
Sekiranya semua pegawai di lingkungan PA (baik yg honorer, terlebih yg tetap) hatinya sama dengan PAK ALI, maka alangkah bahagianya org yg kerja di lingkungan PA.
Reply
 
 
# zulkifli ijoel dumai 2012-06-11 13:47
salut buat pak Ali....semoga hidup bak selalu berkah, Aamin...
Reply
 
 
# Honorer Lewoleba 2012-06-11 13:53
:lol: Salut sama Pak Ali.. semoga kami yang di Lewoleba Bisa seperti pak Ali dalam Bersyukur.. :)
Reply
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2012-06-11 14:01
Tidak bisa dinafikan kalau kemajuan PA saat ini, khususnya dalam bidang IT, banyak ditopang oleh tenaga honorer.
Tapi memang 'penghargaan' kita kepada mereka terasa masih sangat kurang, khususnya di segi gaji. Bahkan dengan gaji 1,3 juta terasa kurang pantas dengan gelar sarjana (S.Kom umumnya) yang mereka sandang.

Namun, kalau mereka pandai bersyukur, seperti Pak Ali ini, Insya Allah, akan berkah. Keberkahan inilah yang harus dicari. Penghasilan besar, kalau tidak berkah, tak ada gunanya. Ludes semua dimakan waktu dan nafsu.

USUL : Mungkin di acara Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama nanti, perlu ada award khusus untuk para tenaga honorer ini.
Reply
 
 
# Syahrial Anas, Pengadilan Agama Lubuk Pakam 2012-06-11 14:05
Saya memberikan apresiasi dan berdo’a semoga Pak Ali selalu dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga selalu dapat bekerja dengan baik dan lebih baik lagi serta diberi umur dan rezki yang halal dan berkah oleh Allah, begitu juga teman-teman lain yang disebutkan oleh bapak Dirjen.

Pak Ali dapat bekerja seperti itu pasti karena Pak Ali sudah banyak pengalaman bekerja di tempat lain, tetapi suasana kerja dan penghasilannya sungguh sangat berbeda dari menjadi tenaga honor di Badilag. Pak Ali dan teman-teman menyenangi pekerjaan, menikmatinya, tulus, ikhlas serta mensyukuri apa yang didapatnya. Pak Ali orang biasa , bukan anak atau kerabat pejabat yang suka mentang-mentang bahwa dia anak atau kerabat pejabat. Pak Ali dan kawan-kawan (ini yang paling penting) mendapat perlakuan yang baik dan selayaknya dari lingkungannya terutama pimpinan. Lihat ! bagaimana dalam foto ilustrasi, bapak Dirjen tidak segan-segan berfoto sambil merangkul/memegang bahu Pak Ali.

Akhirnya, mari kita sikapi himbauan bapak Dirjen dengan sebaik-baiknya dan kita ambil pelajaran dari apa yang disampaikan beliau sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif dan harmonis. Jangan sampai, sopir terlambat menjemput sehingga si bos telat masuk kerja atau petugas kebersihan lupa membersihkan sesuatu lalu dicacimaki atau dipotong gajinya yang tidak seberapa itu. Atau sebaliknya Pegawai (Honorer) malah tidak peduli dengan tugas dan kewajibannya. Ini sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, mulai dari pegawai dan pejabat sampai kepada semua pegawai honorer. Allahu a’lamu bishshawab.
Reply
 
 
# umi-PAJB 2012-06-11 14:07
Pak Ali adalah Role mode pegawai yang patut kita tiru, Tanpa perlu gembar gembor pak Ali menunjuukan profesionalitas dalam bekerja. Harusnya kita dapat bercermin dari sikap Qonaah dan Istiqomah beliau . Salam Hormat utk Pak Ali dan Keluarga semoga ALLAH memberikan kemudahan bagi Bpk utk menjadi PNS
Reply
 
 
# karmila- PA. Bukittinggi 2012-06-11 14:08
Semoga kisah hidup Pak Ali dapat diambil pelajaran di dalamny,,,kerja dengan ikhlas serta penuh tanggung jawab tidak akan pernah hilang dimata Allah,,,biar pun di usia yang tidak mudah lagi tapi tetap semangat...
Salute to Pak Ali
Reply
 
 
# iyam pa cianjur 2012-06-11 14:20
salut buat badilag yang tidak memandang sebelah mata honorer......... mari kita bersilaturahmi dengan honorer ma ri dengan bergabung di forum honorer mahkamah agung republik indonesia.......... semua sama tak ada beda pns atau honorer sama sama memajukan peradilan di indonesia..........
Reply
 
 
# bs. PA.Maninjau 2012-06-11 14:21
Salut buat P Ali....sesuatu yang harus bisa kita teladani "Selalu bersyukur dan mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab".
Reply
Reply
 
 
# Syafri Amrul PA Bkl 2012-06-11 14:22
Inilah Pak Ali, contoh orang yang memiliki jiwa yang penuh dengan rasa syukur atas ni,mat Allah, sehingga ia merasa tidak patut untuk berkeluh kesah dengan kerja dan tanggung jawab yg berat, meskipun gaji kecil dan tidak ada peluang lagi diangkat jadi PNS karena faktor usia, semoga ini menjadi pelajaran bagi saya dan kita yg diberi nikmat lebih.... terimakasih Pak Dirjen.
Reply
 
 
# wiaty@ms-aceh 2012-06-11 14:22
Subhanallah Pak Ali hanya Tenaga honor dan ia pandai bersyukur semoga kita juga bisa demikian tenaga sep pak Ali di ms-aceh juga ada Alhamdulillah rajin sama dg pak Ali namun syukurnya Wallahua'lam namun suatu kebijakan pimpinan semua tenaga honor menjadi penerima zakat gaji + remon
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-06-11 14:25
Sejujurnya majunya PA seperti sekarang ini tak lepas dari bantuan teman2 honorer. Sosok pak Ali patut menjadi panutan bagi kita semua,bekerja rajin dan tertib serta ihlas dengan mensyukuri karunia rizki yg telah kepada kita. Sudah menjadi kewajiban para pimpinan untuk memperjuangkan para tenaga honorer melengkapi persyaratan yg dibutuhkan untuk diangkat menjadi CPNS.
Reply
 
 
# Hamba ALLAH 2012-06-11 14:28
Ditengah aksi dan tuntutan kesejahteraan sebagian pegawai peradilan yang ingin lebih sejahtera karena tugasnya dirasa lebih berat dan org org yg merasa berhak minta mutasi utknya setiap tahun, masih ada sosok Pak Ali, yang bekerja dgn ikhlas dan rajin, sangat inspiratif,utk kt semua
Reply
 
 
# siti juariah pa garut 2012-06-11 14:31
saya salut kepada tenaga honorer yang benar benar mau berbakti dan mendedikasikan dirinya untuk kantor tempatnya bekerja, tapi tidak sedikit adek-adek honor yang tidak menghargai pekerjaannya, bahkan sering hilang di jam kantor, semoga honor honor yang seperti itu bisa meniru dedikasi dan pengabdian pak Ali....
Reply
 
 
# # zaira bdg 2012-06-11 14:34
Semoga Pak Ali (Badilag) dan Pak Ali-Ali yang lain (honorer)smg selalu diberikan Alloh barokah ilmu, harta,jabatan/tugas,keistiqomahan akhlaq ketauladanan sehingga menginspirasi lahirnya generasi aparat Peradilan Agama /Mahkamah Agung Ali-Ali yang sholeh,tawadhu,qona'ah. Insya Alloh.
Reply
 
 
# honorer 2012-06-11 14:35
kalau pemimpin di indonesia kayak pak dirjen kayakya tidak ada honorer di indoseia meributkan K.1 dan K.2, dan saya berharap ke depan da kuota khusus untuk honorer agar honorer pun punya harapan untuk masa depan kehidupan keluarganya. contoh untuk kesehatan saja tidak da perhatian dari pemerintah pns punya askes, swasta punya jamsostek, honorer(ptt)......????
Reply
 
 
# fahrurrozi PA Surakarta 2012-06-11 14:42
Saya terharu pada bagian ini, "Janganlah, kalau ada kesempatan mengajukan data mereka untuk dipertimbangkan sebagai PNS, lalu karena ada kepentingan tertentu yang tidak sehat, kita ajukan data tenaga honorer yang fiktif, sehingga terjadi kedholiman terhadap mereka yang betul-betul sudah mengabdi bertahun-tahun."

Marilah kita mencari rizki yang halal, tidak melakukan manipulasi data karena itu bentuk kebohongan, apalagi itu bisa mendholimi saudara2 yang lain.
Reply
 
 
# bapaknya ali 2012-06-11 14:45
honorer juga manusia biasa yang harus diperlakukan secara manusiawi. janganlah Ketua PA menyuruh honorer bawakan tas dan sepatu setiapkali turun dari mobil di depan kantor. jangan jadi ketua JAIM
Reply
 
 
# Jamhur MS Sigli 2012-06-11 14:58
Dengan membaca artikel ini mudah2an lahir pak Ali-pak Ali lain terutama didaerah, dan juga muncul tipe pimpinan seperti pak Dirjen yg mau perhatian terhadap bawahan
Reply
 
 
# mwiaty@msaceh 2012-06-11 14:58
Subhanallah ucapan itu yg disampaikan buat pak Ali yg hanya tenaga honor dan ia banyak bersyukur tenaga sep pak Ali di ms aceh juga ada tentang rajinnya sama tetapi bersyukurnya Wallahua'lam, satu kebijakan dr pimpinan semua tenaga honor penerima zakat baik gaji n remon setiap bulan semoga pak Ali senantiasa menerima tambahan ni'mat Amin
Reply
 
 
# Zulkiram,MS.Banda Aceh 2012-06-11 15:00
Assalamu`alaikum. P` Ali yang tenaga honor bersyukurnya luar biasa, lalu bagaimana dengan kita yang bernasib lebih beruntung dari P` Ali, misalkan yang sudah PNS atau bahkan yang sudah punya jabatan. Apakah masih ada diantara kita yang tetap bertahan dengan masuk-pulang kantor jam 08.00-00.00-16.30 atau 08.00-00.00-17.00 atau apakah masih ada niat untuk mogok sidang karena gaji tak naik padahal gaji kita amat-sangat jauh diatas gaji P` Ali, kesyukuran jenis apa yang kita lakukan yang masuk kantor hanya dengan agenda kerja untuk absen, baca koran, atau nongkrong di kantin. memang lain P` Ali lain pula P` lainnya. Wassalam.
Reply
 
 
# Khafidatul Amanah pa Bima 2012-06-11 15:00
Semoga pak Ali menjadi contoh bagi honorer2 yang lain di seluruh Indonesia,yang mengerti akan tugas dan kewajibannya.
Reply
 
 
# naffi, pa. mempawah 2012-06-11 15:02
akan coba tanya kepada rumput yang bergoyang... tentang syukur?...., insya Allah akan ada ali deretan selanjunya....dialah orang-orang yang senantiasa menjaga sangka, menjaga lidah, menjga duga semuanya diganti dengan zikir kepada Allah.
Reply
 
 
# m. agus sofwan hadi 2012-06-11 15:14
Itu artinya Pak Ali telah dimasukkan oleh Allah ke dalam kelompok yang disebut "sedikit" sebagaimana dalam Surat As-Saba' ayat 13. Beruntunglah Pak Ali, Anda tidak masuk kelompok orang yang kufur, walaupun Anda hanya pegawai honor. Semoga Allah selalu memberikan konsistensi kepada Anda.
Reply
 
 
# Ghozi-PA Ka. Tungkal 2012-06-11 15:16
Menarik.. Kisah Inspiratif yang patut di contoh...
Reply
 
 
# Imam PA.Pkl 2012-06-11 15:18
Pak Ali bisa menjadi inspirasi kita semua yang bisa bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati walau hanya sebagai seorang honorer tetapi tetap bisa bersyukur dan menikmati pekerjaannya...
Reply
 
 
# uu-pakotatasikmalaya 2012-06-11 15:32
Kita patut bersyukur, ada tenaga honorer seperti pak Ali dan kawan-kawan.
Bayangkan kalau tidak ada tenaga honorer. PA tidak akan bisa bersaing dengan kantor lain.
PA Kota Tasikmalaya sangat terbantu sekali oleh tenaga honorer.
Terima kasih tenaga honorer !!!
Reply
 
 
# adminpabkt 2012-06-11 15:48
:-) subhanallah...
takabbal du'a ana ya karim..
Reply
 
 
# Jeje PA.Tgrs 2012-06-11 16:15
Malu rasanya diri ini setelah membaca artikel di atas, trima kasih telah mengingatkan dari sifat sering tidak terima dg keadaan yang kita hadapi.Barokallohu laka ya Ali Abdul Khalid
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-06-11 16:25
Dengan ikhlas, pekerjaan berat jadi ringan. Penghasilan pas-pasan terasa cukup. Kepribadian seperti ini yang harus dimiliki seluruh pegawai. Semoga 'figur pak Ali' jadi contoh bagi seluruh warga PA. Yang honorer maupun yang PNS. Menjadikan ikhlas sebagai bagian dari aktifitas harian kita. InsyaAllah, pekerjaan yg dihadapi sehari2 jadi tuntas. Penghasilan yang kita terima saat ini akan selalu disyukuri...
Reply
 
 
# akangjajangs. PA. Tnk 2012-06-11 17:00
Pak Ali kini menjadi prototype pegawai (honorer) yg baik, tapi kan ada Yth Bpk Dirjen, Pejabat yang memiliki prototype seperti Pak Ali (Ikhlas terwujud dalam syukur), mungkin ini akan lebih menarik lagi. Krn biasanya pejabat cenderung lupa diri,lepas kontrol dan...banyak lagi penyakit pejabat...
Reply
 
 
# dadi_bengkalis 2012-06-11 17:15
I love you full, Pak Ali....
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-06-11 19:12
salut buat Pak Ali, kagum sama Pak Dirjen yang selalu memperhatikan wong cilik, tidak gengsi difoto bersama, duduk bersama,dan memberikan perhatian kepada seluruh bawahannya, semoga kami bisa mencontohnya.
Reply
 
 
# izzuddin,hm@gmail.com 2012-06-11 20:21
Sosok Pak Ali sungguh menjadi inspirasibagi para pejabat yang mempunyai kewenangan untuk menanata dan menaungi semua karyawan tak terkecuali para honorer.betapa ironisnya masih ada pengadilan agama yang memotong gaji honorer padahal diterimanya sudah dibawah standart yang seharusnya diterima krn jumlah honorer melebihi yg seharusnya diterima sesuai dipa.
Reply
 
 
# some one 2012-06-11 21:06
menurut saya pak Ali jadi honorer karena tidak ada campur tangan penguasa. kalau ada campur tangan liat aja .... kerja malas,bangga diri, datang lambat, gengsi mengerjakan pekerjaan rendah dan yang lebih mengerikan ... penguasa pembawa ini tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dia bawa alias sama-sama ga pula malu
Reply
 
 
# some one too 2012-07-26 09:56
setuju lah kalo yang ini..
Reply
 
 
# zein nursal *JABAR 2012-06-11 21:32
Alhamdulillah,,, akhirnya tergambar juga beda Pemimpin dengan Pejabat ... :-* :-*
Reply
 
 
# NURUL HAKIM PTA Bandung 2012-06-11 21:46
Terima kasih Pak Ali >> Ketika tengah asyik membaca The 8th Habit --- dan berusaha to menemukan Wujud Realitas atas teori itu saya perlu jauh to menemukan bukti bahwa kala Manusia bekerja dan beramal dengan NURANI-nya >> Maka akan mendapatkan hal yang melampaui efektifitas dan menggapai keagungan > Semoga ni semua menginspirasi kepada kita semua
Reply
 
 
# Jojo - Badilag 2012-06-11 23:31
perjuangan yang tak pernah henti, semangat dan loyalitas tanpa pamrih, tanpa keluh kesah, jalani seperti air yang mengalir......saya pernah 9 tahun menjadi tenaga honorer...tapi saya saya masih berharap dan berdoa agar teman teman yg belum terangkat atau seperti pak ali yang sudah cukupumur tetap semangat....jalani hidup ini dengan ikhlas.....suatu saat kelak ada hasilnya yg lebih baik.....TERIMA KASIH atas kepercayaan yg telah di berikan (jojo - Badilag)
Reply
 
 
# Nyong Amboina 2012-06-12 06:08
Wah nanti kalau beta ke Badilag pingin jumpa dengan pak Ali, syukur syukur kalau bisa merasakan secangkir kopi yang diracik tangan pak Ali. Orang Betawi yang jujur dan ulet bekerja ini mungkin pandai juga meracik kopi meskipun pak Dirjen tidak menyinggung tentang skill pak Ali selain cleaning service.

Berkenaan mas Helmi Indra Mahyuddin yang pernah dijuluki filosof IT Badilag.net beta ikut prihatin bila benar dia bercita cita jadi PNS tapi belum berhasil diperjuangkan pak Dirjen meskipun sudah honorer 5 tahun. Beta berdoa mudah-mudahan mas Helmi berhasil diangkat jadi CPNS sebelum pak Dirjen Husnul Khatimah. Kalau pak Dirjen sudah masukkan dalam program prioritas Insya Allah berhasil berkat ketekunan upaya dan perjuangannya. Semoga !!!
Reply
 
 
# Fajar Arief - PA Maros 2012-06-12 06:55
Tetap semangat pak Ali... :-)
Reply
 
 
# Maharnis pta Jayapura 2012-06-12 07:10
Rasa salutny saya Pertama Buat Pak Wahyu Widiana ( Dirjen Badilag.) yang sangat punya perhatian penuh dengan bawahannya yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada bawahannya secara santun dan Islami.

Kedua rasa salut saya buat Pak Ali tenaga honorer badilag yang bekerja dengan semangat penuh rasa tanggung jawab walaupun dengan penghasilan yang minim tapi diterima penuh dengan rasa syukur sehinggan pak Ali betul-betul menikmatinyha.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir batin buat pak Ali sehat selalu dan dimurahkan rezkinya serta dapat menjadi contoh bagi kita-kita yang punya penghasilan lebih ini. untuk itu Ya Allah lapangkanlah kehidupan Pak Ahl;i sejahterakanlah keluarganya Amin
Reply
 
 
# har - jayapura. 2012-06-12 07:20
Selain dari sanjungan yang kita berikan kepada para pegawai honorer, pada saat kita menerima uang remon, marilah kita sisihkan sedikit untuk mereka,........!
Reply
 
 
# Hamba Allah 2012-06-12 07:32
Tidak Dihargai, Itulah Kami...
Reply
 
 
# Urip Probolinggo 2012-06-12 07:43
Alangkah dholimnya kita kalau kita tidak mau bersukur ! Apa yang dikisahkan pak Dirjen tersebut patut kita contoh. Sebab masih banyak termasuk di daerah yang sering mendholimi nasib teman kita itu, masih ada PNS kadang seenaknya menyuruh tanpa melihat kalau dia juga manusia.

Yang eronis lagi banyak PNS yang tidak memiliki kemampuan melakukan pekerjaannya kadang saya berpikir mungkin salah pilih mestinya yang tenaga honorer yang pantas jadi PNS karena kemampuannya jauh lebih baik dibandingkan yang PNS.

Semoga kisah pak Ali menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu bersyukur dan bekerja lebih baik lagi.
Reply
 
 
# ikhsan-mgl 2012-06-12 07:55
pak Ali belajar kpd pak Dirjen dan pak Dirjen belajar kpd pak Ali, kita harus belajar dari mereka berdua...
Reply
 
 
# asep galuh 2012-06-12 08:03
semoga semoga semoga lebih tersejahterakan.dengan adanya tulisan seperti ini saja kita sudah bangga minimal wacana dulu lah....
Reply
 
 
# Rasyid 2012-06-12 08:08
:-) saya terharu membaca nya
semoga ini jadi inspirasi kita semua
Reply
 
 
# Zulkifli S/Kabanjahe 2012-06-12 08:26
Sungguh inspiratif dan motivatif. Ini mungkin implementasi dari HN: "Man 'arafa nafsih faqadl 'arafallah". "Kenal diri" atau bahasa gaulnya "Tahu diri". Terkadang ada juga di antara kita ini "betingkah" atau "jaim" kali.
Reply
 
 
# Hadi - MS Cane 2012-06-12 08:47
Hendaknya, tulisan ini benar2 dicermati oleh beberapa "pejabat" dan "pegawai" yg selama ini memandang rendah tenaga honorer dan sejenisnya

paling tidak ketika hendak memerintahkan sesautu kerjaan tetap dengan etika yg benar dan sopan
Reply
 
 
# Sri roslinda 2012-06-12 08:51
Subhanallah...tersentuh hati membacanya..semoga keikhlasan dan kejujuran serta sifat qona'ahnya Pak Ali dapat menjadi contoh bagi kita dan membuat kita lebih banyak bersyukur,... semoga Pak Ali selalu diberi kesehatan dan dilapangkan rezekinya....amien...
Reply
 
 
# rizal razai 2012-06-12 09:05
selesai membaca tulisan Pak Dirjen ini, saya diperingatkan dan dikejutkan untuk kesekian kalinya, untuk terus bersyukur kepada ALLAh SWT,....(hampir menetes air mata saya saat memberikan komentar atas tulisan ini, dan ini bukan lebay,...maaf).
Reply
 
 
# A.Sayuti PA Pekanbaru 2012-06-12 09:07
di zaman sekarang ini sulit mencari orang seperti sosok pak ali, makanya sangat terkesan rasanya membaca kisah pak ali, semoga menjadi insprasi bagi warga peradilan
Reply
 
 
# seva PA Kotabumi 2012-06-12 09:19
dalam sebuah cerita ada makna/hikmah bagi "orang yang tercerahkan",,, semoga kita menjadi bagiannya,,, jazakallahu p'dirjen, smoga Allah azza wa jalla berikan keberkahan pada bapak dan juga pada kita semua... amiiinn
Reply
 
 
# djazril darwis.pta babel 2012-06-12 09:42
djazril darwis.pta babel. Salut kepada Pak Ali dan teman-teman tenaga honorer lainnya yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semoga kita bisa meniru keihklasan, qana'ah rasa syukur mereka, untuk bisa menikmati hidup dan kehidupan menjadi nikmat dan barokah.
Reply
 
 
# Marzuqi / PTA Bjm 2012-06-12 09:45
Contoh keihlasan dalam berkarya,semoga amal baiknya diridhoi Yang Maha Kuasa, dan selalu diberikan ketenangan dalam hidup, dan tidak mendapat banyak penyakit setelah pensiun kelak. amin Ya Rabbal alamin.
Reply
 
 
# musliadi PA.Ruteng 2012-06-12 10:18
semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi kita warga peradilan, manusia diberikan sesuatu oleh Allah bukan karena prestise melainkan karena prestasi
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-06-12 10:21
Terima kasih Pak Dirjen telah mengangkat nama Pak Ali(yang mirip nama saya)sebagai inspirator dalam menjalani hidup ini sebagaimana kehendak Sang Pencipta. Syukur/qanaah dan jujur adalah sifat-sifat yang selalu berjalan seiring. Orang yang jujur pandai bersyukur, tapi orang yang tidak pintar syukur biasanya cenderung tidak jujur. Syukran Pak Ali!

Perlakuan terhadap tenaga honorer kita memang sering jadi masalah. Ada dari kita yang memperlakukan mereka seperti babu/orang kelas dua. Semestinyalah mereka dihargai sama dengan semua orang. Dengan demikian, mereka pasti termotivasi dan bekerja dengan baik. Semoga!
Reply
 
 
# Izzami PA.Ma.Bulian 2012-06-12 10:26
Pak dirjen, kira-kira ada nggak yang seperti Pak Ali minimal mendekati.....
Kalaulah kita semua bisa seperti Pak Ali Saya rasa tidak ada gejolak disana sini, baik mengenai jumlah penghasilan sampai penempatan tempat tugas.

Pak Ali patut diacungkan jempol karena saat ini sulit mencari orang seperti dia, malu rasa bila saya pribadi tidak bisa seperti PAk ALI.....
Reply
 
 
# sibogabana 2012-06-12 10:38
Terjawab juga batas bayangan antara hitam dan putih yang sangat sulit teruraikan, aku salut sama pak dirjen yang mempunyai hati yang mulia, telah memberikan suatu perhargaan yang tak terhingga pada pa ali, semoga saja para pejabatan di pa2 yang lain dapat menghargai para honorernya karena mereka juga manusia yah… hanya satu kata penghargaan yang mereka inginkan dari pekerjaannya. Karena itu marila kita buka mata dan belajarlah dari kejadian ini karena manusia tiada yang sempurna
"belajar lah hidup dari orang dibawahmu.dan bersyukurlah dengan hidup yang kamu nikmati sekarang"
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-06-12 10:48
Terima kasih tulisannya Pak Dirjen yang cukup menginspirasi dan memotivasi kita untuk terus bersyukur dengan apa yang sudah diperoleh atas nikmat Allah bekerja di Badilag di posisi manapun. Semoga Pak Ali tetap bersemangat dan tabah dalam bekerja serta kita juga bisa meningkatkan kesyukuran kepada Allah SWT. Amin !!!!!
Reply
 
 
# Mansur Muda Nst PTA Bkl 2012-06-12 10:53
Uraian Pak Dirjen yg berjudul "Pak Ali hanya Tenaga Honor dan ia Pandai Bersyukur" dari uraian tersebut hati kita juga ikut tersentuh, karena walaupun kecil rupiah yg didapatkannya tetapi ia selalu rajin dan mdensyukuri pekerjaannya, tentunya bagi kita yg punya otoritas pd pegawai Honor janganlah sekali-kali memotong Honor mereka, berbuat baiklah kepada sesama, atau kalau mungkin berikan Zakat/shodaqoh dari pendapatan kita setiap bulan, bagi mereka walaupun Rp.25000,- sangat berarti bagi mereka, terimakasih Pak Dirjen.
Reply
 
 
# apit farid - bandung 2012-06-12 11:29
Subhanallah,,,,
Luar biasa sikap Pa Ali ini;
Qta dapat belajar dari sikap hidup beliau,
apapun posisi dan jabatan kita di Kantor, semoga bisa meniru dan meneladani sikapnya.
Reply
 
 
# @Tie_PTA Bdg 2012-06-12 11:34
SUBHANALLOH.....TERIMA KASIH BAPAK DIRJEN ATAS TULISANNYA.
Semoga Sikap Bapak Dirjen bisa jadi tauladan bagi PIMPINAN SELURUH Instansi di Indonesia KHUSUSNYA di Lingkungan Peradilan Agama. Semoga sikap Bapak Ali dijadikan tauladan juga bagi seluruh rekan-rekan Honorer seperjuangan di lingkungan Peradilan Agama...

SETUJU Bapak Dirjen, KITA SEMUA SAMA.........ALLOHU AKBAR.
Reply
 
 
# dandung S 2012-06-12 11:53
Ya Allah,,,, jauhkanlah kami dari pemimpin2 yang dzalim yg tidak manusiawi terhadap honorer2nya (kasta paling rendah di instansi MA)
Reply
 
 
# bekasi city... 2012-06-12 12:02
salut kepada pak ali....klo bisa jangan selalu mengeluh trus pak ali...semoga pak ali selalu benar apa yang di ucapkan dengan pak ali sendiri....
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-06-12 12:43
Sejatinya, yang bisa menghargai dan mengasihi orang-orang lemah (seperti para honorer kita) hanyalah orang-orang yang punya ketulusan, keikhlasan dan solidaritas tinggi. Karena mereka bukan berharap dunia/materi, melainkan pahala dari Sang Pencipta dunia/materi.
Reply
 
 
# A.Topurudin, PA Banyumas 2012-06-12 12:54
Suasana kerja yang kondusiflah yang memungkinkan orang dapat tenang bekerja, sehingga dapat selalu mensyukuri nikmat. Kuncinya ada pada sifat amanah dan adilnya pemimpinnya.
Reply
 
 
# hudaya habsyi 2012-06-12 14:02
hudayah habsyi PA.Ende terharu sama comen2 smua terimakasih tersentuh hati kami tuk melihat kebawa Subhannallah, Walhamddullilah, Walaillahhaillaullah Allahuakbar pro artikelnya
Reply
 
 
# TIE-GINA-ZAIRA PTA Bdg 2012-06-12 14:07
Orang kecil bisa menjadi orang besar karena PEMBESAR SHOLEH yang menghargai seberapa kecil besar apapun jerih payahnya krn dia yakin semuanya akan kembali kepada Alloh.
Reply
 
 
# Usman Asafah - PA Ende 2012-06-12 14:07
Maka jika ada pejabat yang masih berkeinginan untuk mengambil hak-hak para honorer, sepantasnya pejabat yang bersangkutan harus disanksi karena perbuatannya tersebut searti dengan pembunuhan secara terstruktur.
Reply
 
 
# Istantri bengkayang 2012-06-12 15:07
Apresiasi buat pak Ali..moga aja tenaga2 honorer kita bisa seperti pak Ali sehingga dapat kita usulkan sebagai PNS semuanya.Aminnnnn......
Reply
 
 
# MAME SADAFAL - PA SIDOARJO 2012-06-12 15:17
semua manusia berkedudukan sama di hadapan ALLAH SWT, begitu juga dengan tenaga honorer dan pegawai, bisa dikatakan dedikasinya bukan berdasarkan tingginya pangkat ataupun besarnya gaji yang didapatkan. seperti sosok pak Ali, tidak banyak bicara apalagi menuntut, selalu rajin bekerja dan menikmatinya, karena senantiasa ikhlas serta pandai bersyukur, namun tidak mengurangi rasa tanggung jawabnya terhadap sebuah pekerjaan. begitu mulia dan pantas menjadi sosok panutan bagi honorer maupun pegawai.
Reply
 
 
# Kikah PA Tasikmalaya 2012-06-12 15:25
honorer juga manusia, sama seperti pegawai dan para pejabat lainnya, ia punya perasaan dan harga diri, sehingga mereka juga perlu dihargai dan disayangi, oleh karena itu sudah sepatutnya kita tidak membedakan perlakuan terhadap mereka, apalagi terhadap sosok pak Ali , yang rajin , penuh pengabdian dan tidak kalah berjasanya dengan pegawai-pegawai lainnya, saya salut terhadap pribadi pak Ali,yang dapat menerima hidup apadanya, semoga beliau dan para honorer lainnya mendapat nasib yang lebih baik lagi. amiin.
Reply
 
 
# agus PTA Pontianak 2012-06-12 15:42
Bagaimana tenaga honorer yang lain ? apa bisa mencontoh Pak Ali.....
Reply
 
 
# rahmad 2012-06-12 16:24
terimakasih pak dirjen :D
Reply
 
 
# Suhardi, PA.Sumenep 2012-06-12 18:20
Kita harus berani jujur mengatakan, bahwa sesungguhnya kita masih terlalu sering tidak mensyukuri nikmatNya, kita belum sepandai pak Ali dalam mensyukuri nikmat;Semoga kisah Pak Ali ini mampu menyadarkan kita semua, amiin!!
Reply
 
 
# umarwirahadikusuma1708@yahoo.com 2012-06-12 19:16
ribuan terima kasih, Insya Allah tuhan mendengar semua ini Amin ...
Reply
 
 
# ana pa Nunukan 2012-06-13 07:56
subhanallah keikhlasan pak ali dalam bekerja dengan hanya menerima gaji 1.350.000 sangat berberkah sekali hingga pak ali merasa cukup untuk kebutuhannya sekeluarga dalam sebulan, saya salut sekali dengan pak ali sekeluarga.......salam kenal pak ali....
:-)
Reply
 
 
# dannyboy.bdlg 2012-06-13 07:58
selalu....Taqwa,Jujur dan Ikhlas.
Reply
 
 
# Honorer MS_ACEH 2012-06-13 08:15
:D kami sangat berterimakasih kepada pak dirjen yang masih mau memperhatikan nasib kami sebagai tenaga honorer
Reply
 
 
# Nimah 2012-06-13 08:26
sayangnya tidak semua tenaga honorer seperti Pak Ali,,,, apalagi tenaga honor yg ada hubungan keluarga dengan pegawai/pejabat, seenaknya datang, kerja, dan pulang,,,
Reply
 
 
# HONORERS JEPARA 2012-06-13 13:23
Insya Allah semua tenaga honorer di PA Jepara datang dan pulang kerja selalu tepat pada waktunya.... :-) :lol:
Reply
 
 
# Wisri PA.Dabo Singkep 2012-06-13 08:31
Terima kasih banyak Pak Dirjen yang telah membeerikan contoh tauladan kepada semua pihak baik Pejabat/PNS maupun tenaga honorer semuga akan muncul Tipikal Pak Ali yang lain yang mengabdi dengan penuh tangung jawab dan ketulusan serta kejujuran
Reply
 
 
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2012-06-13 08:33
Kissah pak Ali yang disampaikan pak Dirjen adalah salah satu ilustrasi bagi kita semua sebagai apapun kita dan dimanapun tempat kita bekerja seyogianya kita tetap bekerja dgn cermat, semangat dan ikhlas sebagai tanda syukur atas gaji dan perolehan yang kita dapat dapat dari pekerjaan kita agar penghasilan yg kita peroleh menjadi berkah bagi hidup dan kehidupan kita.
Reply
 
 
# Hamzan PA Majene 2012-06-13 08:38
pelajaran sangat berharga yg patut tuk ditiru oleh semua warga PA, bersyukur atas apa yg didapat, bersyukur bukan hanya dengan kata-kata saja tapi bersyukur juga dengan hati dan perbuatan, masih ada saudrku yg katanya bersyukur tapi (maaf) datang telat pulang cepat, tidk menyelesaikan tugas pokok yg harus diselesaikan, tk mau belajar dan mengikuti perkembangan yg baik, bersyukur dengan hati = ikhlas dalam bekerja, bersyukur dengan perbuatan = melaksanakan,menyelesaikan perkerjaan dengan baik dan benar sesuai aturan yang berlaku, semoga warga PA menjadi bagian hamba yg bersyukur. amin
Reply
 
 
# Gina F @Bandung 2012-06-13 09:16
Pak Dirjen pasti Bangga mempunyai pegawai seperti Pak Ali, sebaliknya Pak Ali juga pasti Bangga mempunyai Pimpinan seperti Pak Dirjen. Semoga saya diberikan kekuatan agar bisa seperti Pak Ali yang pandai bersyukur,semangat,ikhlas,dan jujur dalam bekerja. Amiin..
Reply
 
 
# lalu man PA. Larantuka 2012-06-13 09:39
Salut kpd Pak Ali, bersyukur dan ikhlas kunci ketenangan.
Gaji pak Ali Rp.1.300.000,- tpi kalo penghasilan brapa ya Pak Ali?
Reply
 
 
# mang kebeng//PA Kota Banjar 2012-06-13 09:42
semangad terus bagi honorer termasuk saya he he...dengan semboyan "BERIKAN YANG TERBAIK KARENA KEBAIKAN ITU AKAN KEMBALI PADAMU"
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibrahim, SH. WK. PA. Tigaraksa 2012-06-13 10:26
Karena rasa syukurnya itulah yang menjadikan Pak Ali selalu senang, gembira dan enjoy dalam melaksanakan tugasnya setiap hari. Dari situlah kita dapat mengambil Ibrah/pelajaran; hendaknya senantiasa bersyukur terhadap bentuk rizky apa saja yang diberikan Allah Swt. kepada kita.
Reply
 
 
# edhytakdir 2012-06-13 11:59
semangat pak ali....
Reply
 
 
# M. Iqbal Arifin PA Jepara 2012-06-13 12:20
Terima kasih pak ali, karena berkat kisah anda yang sangat mengharukan, saya selaku honorer di PA merasa sangat bangga, dan mudah2an ini menjadi renungan saya untuk lebih baik kedepan dan lebih bisa diandalkan, sekali lagi terima kasih pak ali atas kisah anda yang menginspirasi kami semua, khususnya untuk saya pribadi... :-) :-)
Reply
 
 
# Slamet Waluya 2012-06-13 15:32
Semoga ini tidak sekedar menjadi TULISAN....berbenahlah sebelum TUHAN yang membenahi
Reply
 
 
# HONORER OH HONORER 2012-06-13 15:35
SELALU BERSYUKUR,tidak peduli ada orang yg selalu membedakan kita dan tidak menghargai jerih payah kita. Pasti ada hikmahnya. TETAP SEMANGAT.. NO MATTER WHAT THEY SAY.. :-)
Reply
 
 
# Thamrin Habib, PTA.Pontianak 2012-06-13 17:19
kaya hati lebih berharga dari kaya harta
Reply
 
 
# dani PA Kabanjahe 2012-06-13 17:41
kami hanya ingin masa depan jelas pa mesti kami menunggu K1 K2 smntr kami ingn masa depan jelas (menjadi PNS) agar kami lbh semangat lagi bekerja dan lbh bersyukur jd kami para honorer yg ad di seluruh indonesia hanya ingin para petinggi2 di MARI lebih memperhatikan nasib kami
Reply
 
 
# Muhdi Kholil PA Kangean 2012-06-13 19:03
SIAPAPUN YANG BERKINERJA BAIK SELAYAKNYA MENDAPAT PENGHARGAAN YANG LAYAK DAN DIBERDAYAKAN AGAR LEBIH BERDAYAGUNA, SEMOGA POTRET PAK ALI AKAN BANYAK LAHIR DARI TENAGA HONOR YANG LAIN DI SEANTERO PERADILAN AGAMA YANG KITA CINTAI. AMIN.
Reply
 
 
# Baihaki PA. Sengeti 2012-06-13 19:42
saya atas nama honorer PA.sengeti sangat salut dan terharu dengan cerita tentang kisahnya sebagai HONORER di Badilag,semoga petinggi-petinggi kita di Badilag selalu memperhatikan nasib Pak ALI dan seluruh Honorer khususnya di wilayah Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama.
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-06-14 06:08
Apapun status kita, apapaun jabatan kita, kalau disyukuri akan nikmat, kalau tidak maka setinggi apapun jabatan kita, maka kita akan selalu kurang dan kurang yang akhirnya akan berbuat yang tidak pantas bahkan dilarang Allah, selamat Pak Ali, rezeki dan lainnya itu diatur Allah.
Reply
 
 
# peg.badilag 2012-06-14 07:56
Saya sendiri menjadi mengetahui bahwa Pak Ali sangat rajin, semoga pengabdian Pak Ali mendapat pahala dari Allah SWT walaupun di dunia ia hanya mendapatkan sedikit semoga di akhirat nanti mendapat balasan yang setimpal. Amin
Reply
 
 
# Norhadi,S.Hi, PA BIAK 2012-06-14 07:57
Pesan moral bagi kita semua,
Reply
 
 
# Lilik Muliana PA Probolinggo 2012-06-14 09:35
Semoga apa yg dikatakan P Dirjen meinginspirasi pimpinan maupun karyawan PA dalam menghargai kinerja seseorang. reward juga bisa diberikan kpd tenaga honorer yg memenuhi kriteria....
Reply
 
 
# MUSTOFA KAMIL PA Kota Banjar 2012-06-14 10:45
Suhanalloh sungguh mulia hati Pa Ali, kerja profesional tanpa pamrih, malu rasanya kita yg sudah mendapat penghasilan jauh diatas Pa Ali, rasanya kita hanya menuntut hak tanpa memperdulikan kewajiban.........................
Reply
 
 
# Mukhlis PA Kotabumi 2012-06-14 13:01
smg kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah diatas agar kita sll brsyukur dan amanah dalam melaksanakan tugas2 kita untuk menuju peradilan yg agung.
Reply
 
 
# Honorer 2012-06-14 13:52
Memang banyak Honorer yg sama seperti Pak Ali...dan juga yang statusnya di PA Tenaga Sukarela pak Dirjen, gajinya pandai-pandai dia sendiri mengusahakan pak Dirjen, dengan bobot pekerjaan sebagai Staf d PA.bagaimana Nasib mereka kedepan pak Dirjen....mohon perhatiannya pak Dirjen...
Reply
 
 
# halim-PAGS 2012-06-14 14:47
Pernah bergaul beberapa bulan dg Pak Ali, saya punya kesan beliau orang yg sangat santun dan ikhlas... Mudan2an datang saatnya orang2 spt Pak Ali dinaikkan derajat dan kesejahteraannya oleh Allah swt..
Reply
 
 
# Syamsul PA.Sidoarjo 2012-06-14 21:00
secara tidak langsung Cerminan bagi yg sudh PNS terlebih bagi para pejabat kita yg terhormat....., Subahanallah.....
Reply
 
 
# kasim.bone@yahoo.co.id 2012-06-15 06:57
&Kasim PA Bantaeng&
Saya kagum terhadap pengabdian dan Pak Ali, yang begitu tulus dan ikhlas menjalani pekerjaan sebagai tenaga honorer dan bertanggungjawab, semoga Pak Ali diberi rahmah dan diberkati oleh Allah SWT. amiin.......
Reply
 
 
# Baedhawi PA Nunukan Kaltim 2012-06-15 07:11
subhanallah kt mendptkan ilmu hikmah dr seorg Pak Ali, smg dia dimsukkan hamba Nya yg pandai berSYUKUR, smg dgn kesyukurannya dia diberikan keberkahan dlm menjalani kehidupannya amin..
Reply
 
 
# anas-paTrk. 2012-06-17 10:28
Alhamdulillah, saya salah satu orang yang pernah bertemu dengan Pak Ali, orangnya sangat sopan, jujur, saya di Badilag ditunjukin sama bliau, mau kesini n kesitu, saya juga salah satu mantan tenaga HONORer, smoga tenaga HONOR bisa menyusul seperti saya, amin amin yarobbal'alamin
Reply
 
 
# Saefudin T - Arga Makmur 2012-06-18 13:08
Membaca tulisan pak Dirjen sangat "human intrest"tersebut menurut saya ada 3 pesan moral untuk kita amalkan :1. Bagi teman2 tenaga honorer di Peradilan Agama-berapun honor yang diterima syukurilah dengan tetap bekerja sebaik mungkin,contolalh Pak Ali, 2. Bagi teman2 pegawai PA sikapilah dan hargailah mereka secara wajar tanpa memandang statusnya sebagai tenaga honorer, 3. Bagi yang mempunyai "power" di lingkungan PA apabila ada kesempatan ntuk mengajukan usulan penerimaan CPNS melalui jalur honorer jangan merekayasa dengan mengusulkan keluarganya yg tidk pernah menjadi honorer dan mengenyampingkan honorer yg sesungguhnya, sikap seperti ini adalah perbuatan "DHALIM"- tegas pak Dirjen, na'udzubillah ! Hormat dan apresiasi kami untuk Yth. Pak Wahyu.
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@Tj. Redeb 2012-06-18 14:13
Pangkat boleh beda, jabatan juga beda..tp semangat dan motifasi kinerja gk boleh beda..
Semangat Pk Ali...!
Reply
 
 
# fitri 2012-06-18 15:04
subhanallah, betapa mulunya diri jika tak banyak bersyukur, semoga teman-teman honorer juga meneladani keikhlasan pak ali
Reply
 
 
# Hijrah PA. nunukan 2012-06-18 15:26
salut buat pak Ali, dan kisah diatas bisa kita ambil hikmahnya dan slalu bersyukur apa yang selalu diterima dan menjadi berkah...
Reply
 
 
# Abqari PA 2012-06-18 16:01
Salut betul dgn Pak Ali...!!!
Tapi kalau kita kenang lagi data-data TPM bulan Juni ini...apa seperti itu juga yah..pimpinan-pimpinan kita di Badilag...di PTA dan di PA...?????????

semoga kisah nyata di atas, juga sgt terinpirasi buat pimpinan Badilag, pimpinan PTA, Pimpinan PA....mengikut bawahan pasti...!!!!
Reply
 
 
# Pa. Yadi PTA.Ambon 2012-06-19 08:25
apa yang dialami oleh pa Ali sebagai tenaga honor perlu di contohi okeh pegawai yang lainya terutama pegawai honor sendiri yang selama ini belum diangkat sebagai poegawai Negei Sipil.
Reply
 
 
# zaenal.badilag 2012-06-19 08:29
salam hangat tuk teman2 honorer dibadilag dan seluruh nasional terutama pak ali dan kawan2Qu honorer IT ORTALA,,,rasa syukur dan semangat kalian menginspirasi kita2 untuk lebih bersyukur,...semangat terus berjuangg sahabat2Qu,,,ada rencana hebat ALLAH di balik smua ini,,,,, :-)
Reply
 
 
# nurul-honorer PA Mojokerto 2012-06-19 08:31
SEMANGAT PAK " ALI " SEMOGA DENGAN PENGHASILAN YANG MINIM TETAP BAROKAH BAGI KELUARGA. MESKI PENGHASILAN BESAR JIKA TIDAK BAROKAH TETAP TIDAK AKAN CUKUP. " SEMANGAT... SEMANGAT... SEMANGAT.. " SEMOGA KITA SEMUA DAPAT MENIRU KETULUSAN DAN KEIKHLASAN HATI PAK " ALI "
Reply
 
 
# ha.j.sohra.pta ambon 2012-06-19 08:35
Kisah Pak Ali kiranya dibaca oleh honorer2 lain khususnya, n kita semua,ada hikmah yang dalam, utk memahami arti hidup yg sebenarnya.
Reply
 
 
# El Ghani - PTA Ambon 2012-06-19 08:35
Alhamdulillah, tuh suritauladan bagus, yoook kita ikuti !
Reply
 
 
# Jahar, PTA Ambon 2012-06-19 08:45
Alhamdulillah, masih ada manusia jujur meskipun dalam posisi ekonomi lemah untuk itu tidaklah mengurangi wibawa dan gengsi para pembesar dan konglomerat bila melihat kebawah dan mencontoh kejujuran dan semangat kerja pak Ali dalam melaksanakan tugas dengan ikhlas tanpa menuntut atau berusaha mengambil yang bukan haknya,semoga pak Ali tetap sehat.
Reply
 
 
# Sahbudin Kesi pa.soe 2012-06-19 08:51
kisah pak Ali membuat kami semakin malu/kecil dihadapan yang maha kuasa, pak ali dengan gaji yang minim dan kehidupan kota metropolitan yang kejam tapi beliau tetap eksis dan bersyukur, masyah Allah pak Ali kami perlu belajar banyak pada Bapak.....pak Ali, tetaplah jadi dirimu untuk memberi pelajaran bagi orang lain.....
Reply
 
 
# tarmizi. pta ambon 2012-06-19 08:54
Alhamdulillah, mudah2an seperti pak Ali banyak yang muncul berikutnya, Insya Allah pak Ali panjang umur barokah rezkinya. Amin.
Reply
 
 
# Hijrah PA. nunukan 2012-06-19 09:07
salut buat pak ali, semoga banyak pelajaran bagi kita semua, dan selalu pandai bersyukur.
Reply
 
 
# Pa. Yadi PTA.Ambon 2012-06-19 09:15
Mencermati minat tanggapan yang begitu banyak atas kisah Pa Ali maka seyogyanya Pa Dirjen sudah harus mengambil langkah pengangkatannya sebagai PNS
Reply
 
 
# Abadik PTA Ambon 2012-06-19 10:29
Jangan di puji saja, Insyaallah Pak Ali tidak Gila Puji bahkan dia tidak tau kalau dibicarakan banyak orang, yang penting ada nggak yang peduli Pak Ali...
klau bisa ada Teman Badilag yang mau buka rekening peduli Pak Ali, Mari kawan2 yang budiman kita berpartisipasi...
Reply
 
 
# rohimah pagrt 2012-06-19 11:02
subhanallah pk ali.... semoga jadi cermin, teladan bg kt warga kel peradilan agama daku mohon pdMU YA ALLAH semoga beliau dan pk ali pk ali didaerah selalu dlm rahmat barokahmu diberi yg terbaik dalm kehidupan dunia ahiratnya wahusnul khotimah.amin
Reply
 
 
# sandhoel 2012-06-20 06:53
patut ditiru .... jadi malu ne, dah ada remon mash aja kurang ... manusia ... manusia,mengeluh terus.
Reply
 
 
# amir-PA Praya 2012-06-20 09:57
Tidak selamanya Tenaga Honorer lebih rendah martabatnya dari PNS, yang penting ketekunan dan kemauan dalam berkarir/bekerja dan berprestasi serta tidak kalah penting pandainya seseorang mensyukuri karunia dari Allah SWT, apapun kedudukan kita, Salut buat Pak Ali
Reply
 
 
# ali amran 2012-06-20 14:26
Pak Ali lebih pantas mendapatkan kesempatan CPNS yang kemungkinan diangkat tahun ini, dan sebuah renungan bagi oknum honorer yang menggunakan dokumen fiktif untuk diangkat menjadi CPNS mari berpikir karena hidup hanya sekali, seumur hidup kita akan menikmati penghasilan yang bukan hak kita naudzubillahi minzalik
Reply
 
 
# ali amran honorer bersedih 2012-06-20 14:34
Pak Ali adalah teladan bagi para kami untuk bekerja lebih baik, teman-teman oknum honorer yang menggunakan dokumen fiktif untuk diangkat jadi CPNS hayo renungkan dan berpikir karena hidup hanya sekali
Reply
 
 
# Suhar - PA.Pas 2012-06-21 10:26
Betapa haru dan tanpa terasa air mata menetes..... yang penting tetap semangat terus buat tenaga honorer PA-seIndonesia, jangan berkecil hati dalam mejalankan takdir kita... Amin
Reply
 
 
# cakhoedi, PA JOMBANG 2012-06-21 12:15
semoga pengabdian pak ali di megerti pimpinan
Reply
 
 
# cakhoedi, PA JOMBANG 2012-06-21 12:17
smoga pengabdian pak ali dan temen2 yang lain mendapat perhatian
Reply
 
 
# #simbahe pak ali. 2012-06-22 14:36
pak ali sebaiknya dijadikan ketua IKAHOI (IKATAN HONOR INDINESIA)selamat pak ali.
Reply
 
 
# radja_hina 2012-06-23 18:42
salut buat pa ali yg membuat bangga pa dirjen sampai-sampai bisa untuk berfikir tentang nasib tenaga honorer yg gaji walaupun relatif kecil tapi masih bisa bersyukur....
Reply
 
 
# ce omeh 2012-06-25 12:08
setuju dengan komiten pak dirjen uk bantu n mulusin tenaga honorer n maunya sosialisasi ke bawah.....yang urusin pengangkatan CPNS pak dirjen...jangan lupa tindak tegas lau ada oknum yang main-main.
:eek:
Reply
 
 
# ambar Honorer PA Salatiga 2012-06-27 11:37
saya menangis membaca tulisan bapak, trm ksh atas kepedulian bapak terhadap kami tenaga honorer di lingkungan mahkamah agung RI, kepedulian bapak menjadikan kami lebih hidup dan lebih bersemangat lagi..
Reply
 
 
# Fhebby PASS 2012-06-27 12:47
Subhanallah... begitu di baca sangat menyentuh.....
sungguh teladan yang baik untuk kita semua...
untuk teman2 honor di PASS jangan berkecil hati, tetap semangat dlm bkerja... intinya tetap bersyukur dngan apa yang ada.... :-)
Reply
 
 
# syafi masykuri Gresik 2012-06-27 14:41
Standing applaus untuk pak Dirjen, saya teringat dengan sosok Dahlan Iskan dngn mind set yang simple tapi mengakar dan real berdiri di atas bumi, demi memajukan bangsa dan efektivikasi sumberdaya yang ada ...., untuk pak Ali ......tetap terus istiqamah & qanaah, jangan jadikan sanjungan sbg keujuban diri, kami2 juga akan termotivasi untuk meneladani kepada segala aspek yang mharkat dan menjunjung keluhuran institusi peradilan agama tercinta ini. Salam.
Reply
 
 
# syafi masykuri Gresik 2012-06-27 14:44
saluuut
Reply
 
 
# Abi Fairuz KamaL 2012-06-29 12:43
BersyukurLah kita yang sudah jadi PNS, dan semoga TeLadan ini dapat diambiL Ibrahnya bagi kita semua, bahwa Hidup adaLah perjuangan dan perjuangan butuh keikhLasan sedangkan keikhLasan berbuah Syurga. Allahumma ya Allah . . .
BerikanLah kekuatan buat pemimpin-pemimpin bagi kami untuk memperjuangan nasib seluruh aparat di lingkungan Peradilan Agama khususnya dan di Mahkamah Agung umumnya. Amiiiinn...!!!
Reply
 
 
# azm,,pta mksr 2012-07-02 09:45
Semoga menjadi suri tauladan bagi kita,, Sosok pimpinan yang menyayangi dan menghargai stafnya,, staf yang loyal serta berdedikasi kepada tugasnya,,,, ichlas beramal,,, mudah diucapkan,, tidak banyak yang bisa melaksanakan,,salam hormat buat semuanya di badulag.
Reply
 
 
# bang mandor 2012-07-02 12:40
klu pak ali.penghasilannya sama dengan gol II/A PASTI dia lebih bersukur lagi
Reply
 
 
# bang mandor 2012-07-02 12:42
pak ali anda layak dapat bintang
Reply
 
 
# bang mandor 2012-07-02 13:37
bagaimana kalau pak ali jadi pak dirjen,dan pak dirjen jadi pak ali? apakah pak dirjen pandai bersyukur seperti pak ali ?
Reply
 
 
# Samsul Bahri 2012-07-02 15:20
Yang masuh miris bagi hati saya adalah, masih banyak tenaga honorer diperlakukan kelewatan, bahkan harus kerja tanpa batas waktu yang jelas, intinya jika pimpinan mau pakai, tinggal perintah semaunya saja.

Masih banyak pejabat yang menganggap jabatan sebagai kekuasaan terutama kepada para pegawai honorer yang sangat berharap bisa bekerja.

Semoga dengan tulisan Pak Dirjen ini bisa memberikan suatu perubahan bagi para pejabat kita yg suka semena-mena, liatlah bagaimana pak Dirjen memperlakukan Pak Ali yg hanya tenaga honorer Badilag dengan penuh pengayoman, bukan penindasan. Terima kasih Pak Dirjen. :lol:
Reply
 
 
# ali syarifuddin@pa-salatiga 2012-07-03 08:28
Dari ali untuk ali : "Buah keikhlasan, jika dulu kita ikhlas beramal kini saatnya kita beramal dengan ikhlas" wallohu a'lam bi showab
Reply
 
 
# shofwan al Jauhari 2012-07-05 08:50
Barokallahu laka pak ali, smg menjdi uswah-uswah bg yang lain...
Reply
 
 
# Muhammad Rizki 2012-07-09 15:24
Subhanallah..... :-) smoga kita bisa menjadi orang yang ikhlas dan mengabdi bukan dengan tendensi, melainkan karena aktualisasi diri kepada pengabdian hakiki
Reply
 
 
# Dirham honor PA-Sidikalang 2012-07-09 15:56
subhanallah...
sunguh mulianya pak ali.
semoga kami (honorer) peradilan bisa mencontoh prilaku pak ali.
amin..
Reply
 
 
# Isolih PA. Cms 2012-07-10 10:54
Alhamdulillah masih ada sosok hamba Allah seperti Pak Ali hanya sebagai tenaga honorer dengan penghasilan yang apabila dilihat dari jumlah sangatlah kecil, bila dibandingkan dengan para PNS yang rata-rata penghasilannya diatas pak Ali, yang konon dalam dedikasi tanggung jawab jauh diatas para PNS, sosokm pak Ali patut diteladani oleh khusus para tenaga honorer, lebih khusus lagi para PNS yg menurut evaluasi kami masih banyak para PNS yang kerjanya asal-asalan, lihat sosok pak Ali dia dalam hal bekerja selalu menengok kepada mereka yang kerjanya lebih baik dari dia sehingga dalam jiwanya tertanam jangan -jangan penghasilannya yang didapat terlalu besar bila dibandingkan dengan bobot kerja yang dia lakukan, tapi dalam hal penghasilan yang didapat dia tidak segan pula untuk menengok kebawah yang penghasilannya dibawah dirinya, jangan-jangan penghasilan yang didapat juga terlalu besar bila dibandingkan dengan bobot pekerjaannya. Karenanya pastaslah sosok pak Ali untuk dijadikan teladan bagi tenaga honor lainnya juga oleh Para PNS padaumumnya, semoga saja, amien.
Reply
 
 
# A. Rahim Upuolat. PA Msh. 2012-07-11 08:05
Syukur kata kuncinya " Barangsiapa mensyukuri ni'mat Allah maka Allah akan tambahkan ni'mat itu " untuk Pak Ali dan rekan-rekan semua.
Reply
 
 
# Latif Khan 2012-07-11 09:06
lanjutkan pak ali siapa tau ketua MA memperhatikan
Reply
 
 
# Faridl PA. Depok 2012-07-11 13:31
Mudah2an pemimpin di Daerah seperti pak Dirjen.. kami rindu pemimpin-pemimpin seperti Bapak,, :cry:
Reply
 
 
# zuhaira - balige 2012-07-11 15:05
Pak Ali, adalah satu dari banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari berbagai sudut pandang, semakin terang hati disinari hidayah semakin kaya pelajaran yang diambil , sehingga dapat memetik dan mengkaji dari sebuah uswatun hasanah dan menjadikan uswatun hasanah tersebut menjadi guru bagi diri sendiri. semoga.......aminn
Reply
 
 
# honorer - PA.Ckr 2012-07-15 17:33
Subhanallah,, sedih terharu skaligus bangga. Alhamdulillah,sungguh sejuk hati rasanya mempunyai Pimpinan spt Pak Dirjen,,trmksh bpk memperhatikan nasib kami-kami (honorer),smoga lewat cerita ini Pimpinan,pejabat,pns,bisa lebih memperhatikan & menghargai para honorer spt Pak Dirjen ke Pak Ali.

Utk Pak Ali,Insya Allah apapun yg kita lakukan dgn ikhlas,melakukan yg trbaik...kebaikan & keberkahan pasti ada.
Amin Ya Rabb...
Slalu lakukan yg terbaik ya Pak Ali...
Terimakasih skali lg utk Pak Dirjen,smoga Bpk slalu dberkahi Allah SWT.Amin..
Reply
 
 
# IT_@honorer 2012-07-18 10:18
:lol: Mantap, pak semoga wacana "MengUwongkan" tenaga honorer bisa menjalar sampai Ke PA-PA tingkat bawah, sebab ada beberapa PA, yang menanggap bahwa tenaga honorer merupakan Tenaga serabutan, ada IT merangkap sebagai tukang,dan merangkap pekerjaan yang lainnya sampai2 pekerjaan utamanya terbengkalai, bahkan ada honorer yang merangkap lebih dari 2 pekerjaan
Reply
 
 
# mang mamat PA MAJALENGKA 2012-07-23 07:51
SEBUAH KISAH YANG MENJADI INSPIRASI DAN JADI PECUT BAGI KITA YANG SELALU INGIN MENJADI ORANG YANG MAJU....
Reply
 
 
# Some one 2012-07-26 08:30
Sangat Terbanding+ironis Banget dengan Artikel tentang Hakim yang demo Mogok Sidang gara2 Gaji Kurang,,,Mohon jadi Pemikiran kita bersama..
Reply
 
 
# Luthfi.Honorer PA Bajawa 2012-07-26 09:21
SUbhanallah,.. Saya sangat tersentuh sekali. terima kasih pak ali, pak Ali telah memberikan kami inspirasi dan motifasi kepada saya. kisah pak ali adalah telandan yang harus yang ikuti. ayo..semangat buat teman2 honorer
Reply
 
 
# F. HANIF_MS-LHOKSEUMAWE 2012-07-26 09:27
Kisah nyata yang sangat langka kita temui.... tanpa kenal lelah ...penuh keikhlasan....kerja keras....tanpa menghitung angka2 dan energi yang dikeluarkan........ Tauladan bagi kita semua......
Reply
 
 
# # Tahrir_PA.sarolangun 2012-07-27 15:15
moga apa-apa yang kami harapkan tiba saatnya kami selalu berdoa agar tangan-tangan dingin pejabat negara memberi arti buat kami yang kecil yang terkucil,memang terkadang kita honorer di nanggap sebelah mata tapi tidak tau kalau dibalik kesuksesan didunia peradilan tak luput dari tangan-tangan dingin honorer yang selalu setia tuk mengabdi walau dengan kesejahteraan yang sangat minim sekali...
Reply
 
 
# honor dinas kebersihan dki 2012-07-28 14:17
subhanallah.....Pak Ali merupakan contoh dan tauladan,,,,saya sangat terharu..semangat terus bagi bangsa kita walau hanya honor tak masalah, yg penting bersyukur dan terus mengabdi
Reply
 
 
# honor dinas kebersihan dki 2012-07-28 14:18
saya terharu
salam hangat dari honorer Pemda DKI Jakarta
Reply
 
 
# Rizky Nganjuk 2012-08-02 15:24
:-) Alhamdulillah ternyata masih ada yang masih memikirkan nasib orang kecil (honorer) semoga Beliau dengan mencontohkan Bpk.Ali dapat menggugah Beliau Beliau yang lain yang sdh hidup enak. Amin
Reply
 
 
# Erman,Cs PA Pkc Riau 2012-08-03 11:56
Selamat atas peringatan satu abad Peradilan Agama, mg sukses sll....Syukur Alhamdulillah ternyata kita mempunyai Pimpinan yang berhati mulia seperti pak Dirjen yg mau memperhatikan nasip honorernya,mudah2an atas pengabdian yg honorer berikan akan memperoleh hasil yang baik dan bisa diangkat jd CPNS Amiiin..
Reply
 
 
# diki min 2012-08-08 16:47
malu kita jadi PNS apabila tidak meniru sosok pak Ali dan harusnya lebih dari itu, ikhlas pak ali buat kita sadar akan hakikat kita .......renungkan.....
Reply
 
 
# Suratnah, PA Kefamenanu 2012-08-13 10:10
ternyata dalam pengabdiannya,apa yg telah dilakukan pak Ali sama persis dgn apa yang dilakukan oleh pak Anton,seorang pegawai honorer di PA Kefamenanu, yg telah setia menjalankan tugasnya hingga sekarang sudah 19 tahun,sekalipun pak Anton tidak seakidah dengan kita (beragama Katolik) tetapi kesetiaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas2nya sangat layak diacungi jempol....Alhamdulillah pak Anton telah masuk dlm daftar tenaga honor yg akan di angkat jd CPNS..mudah2an pak Ali dan tenaga honor di PA seindonesia yg telah memenuhi syarat segra diangkat jd CPNS....Amin
Reply
 
 
# Honorer PA Tanjung Pati 2012-08-16 13:57
Ya Allah, jadikan lah saya seperti pak Ali yg selalu bisa bersyukur....Amin.
Reply
 
 
# Honorer PA Tanjung Pati 2012-08-16 14:00
Ya Allah, jadikanlah saya sperti Pak Ali yang selalu bisa bersyukur...Amin.
Reply
 
 
# Ridwan_PA. Bogor 2012-08-23 11:10
betul Pa Dirjen,,,Ikhlas dan pasrah segala pekerjaan akan terasa nikmat,,,trima kasih,,semoga ini sebagai pelajaran bagi kita semua
Reply
 
 
# waskito PA Bogor 2012-08-26 18:43
mudah mudahan akan muncul Pak Ali yang lain ... Amin
Reply
 
 
# Niswaty- PA.Gorontalo 2012-08-28 08:58
Semoga Allah akan selalu menambahkan nikmat n rezeki bagi orang yg selalu bersyukur seperti Pak Ali.Amien..!!!
Reply
 
 
# CPNS DILMIL III-19 JAYAPURA 2012-08-29 06:52
Saya sangat senang membaca artikel dari Bapak Dirjen Badilag. Karena beliau dengan penuh perhatian memperhatikan staf yang berada di bawah jajaran beliau. Saya sangat salut atas kepemimpinan beliau sehingga PTA maupun PA yang berada dibawah Ditjen Badilag sangat maju karena tingginya komitmen pimpinan mereka.
Reply
 
 
# Apriyanto Lelono Honorer Ditjen Pajak Kemenkeu 2012-12-11 15:35
Ya ALLAh,semoga teladan pak Ali menjadi panutan rekan-rekan honorer di seluruh Indonesia,.Jujur,Ikhlas dan Bersyukur atas amanah yang diberikan Insya Allah akan mendatangkan keberkahan di Dunia dan Akhirat,.Amin
Reply
 
 
# WHR, WAKIL HONOR RAKYAT 2013-01-04 18:10
SUBHANALLAH, TERNYATA MASIH ADA ORANG-ORANG YANG BEKERJA DENGAN TULUS SEPERTI PAK ALI.. SMOGA ALLAH MEMBERIKAN GANJARAN YANG SETIMPAL. AMIN

MUNGKIN NASIB PAK ALI TIDAK JAUH BERBEDA DENGAN PAK AMIN, BELIAU ADALAH TENAGA HONOR YANG SUDAH MENGABDI SELAMA KURANG LEBIH 20 TAHUN DI SALAH SATU PENGADILAN AGAMA DI WILAYAH PENGADILAN TINGGI AGAMA MATARAM. AKAN TETAPI MUNGKIN PAK ALI BISA LEBIH MERASA ADIL KARENA PENGHASILAN ATAU GAJI YANG DIBERIKAN SESUAI DENGAN APBN YG DITETAPKAN, SEDANGKAN PAK AMIN HARUS BERLAPANG DADA KARENA SETIAP BULANNYA DIA HANYA MENERIMA GAJI SEBESAR RP. 850.000 DAN HARUS MENANDATANGI KWITANSI PEMBAYARAN GAJI SEBESAR RP. 1.200.000.
HAL ITU PUN SAMA TERJADI PADA SEMUA TENAGA HONORER DIPA YANG HARUS MENERIMA GAJI BERKISAR ANTARA RP. 750.000 - RP. 850.000 DAN HARUS MENANDATANGANI GAJI RP. 1.200.000-RP. 1.300.000 TIAP BULANNYA. SUNGGUH IRONIS :sad:

YANG INGIN SAYA TANYAKAN, APAKAH GAJI YANG DITERIMA OLEH TENAGA HONORER DIPA MERUPAKAN KEBIJAKAN DARI MASING2 INSTANSI PERADILAN?? TERIMAKASIH
Reply
 
 
# A. Mahfudin PA Tanggamus 2013-02-06 14:28
Siapapun kita, harus pandai bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kita semua tidak pandang status sosial, jika kamu bersyukur niscaya akan Allah tambah dan jika kamu kufur sesungguhnya siksa Allah amat pedih
Reply
 
 
# Honor PA Ktg. 2013-02-07 18:23
Subhanallah Salut Buat Pak Ali. Moga kita semua bisa mencontoh Sabar dan Bersyukur seperti Pak Ali.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 832 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS