.Kamis, 18 September 2014. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Rakor dan Penyusunan RKA Daerah DIPA 04 Pagu Sementara TA 2015 | (16/9)
PENGUMUMAN : Undangan Rapat Koordinasi Ketua dan Wakil Ketua PTA / M.Sy se-Indonesia | (16/9)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta BIMTEK Kompetensi Ekonomi Syariah Angkatan III Tahun 2014 | (15/9)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta BIMTEK Kompetensi Ekonomi Syariah Angkatan II Tahun 2014 | (15/9)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 22 | (11/9)
PENGUMUMAN :  Pemuatan SK di Website | {9/9}

PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (8/9)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Kajian Penemuan dan Pemecahan Masalah Hukum | (8/9)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 21 | (5/9)
PENGUMUMAN : Penempatan Calon Hakim Peradilan Agama
| (3/9)
PENGUMUMAN : Juknis tentang Pemanfaatan Portal Tambayun Online | (29/8)
PENGUMUMAN : Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (29/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 20 | (29/8)
PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Mengintip Sistem Pengamanan Sidang di PA Surabaya dan PA Lamongan (1/11) PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 November 2011 10:06

Mengintip Sistem Pengamanan Sidang di PA Surabaya dan PA Lamongan

Surabaya l Badilag.net

Peristiwa terbunuhnya seorang hakim di ruang sidang PA Sidoarjo beberapa tahun lalu rupanya masih terus membekas di benak warga peradilan agama di wilayah Jawa Timur. Agar peristiwa serupa tak terulang, beberapa PA di wilayah ini membuat langkah antisipatif yang agak berbeda dibanding PA-PA di wilayah lain.

PA Surabaya, misalnya. PA yang terletak di Jalan Ketintang ini menggunakan alarm sebagai peringatan dini apabila terjadi hal-hal yang membahayakan majelis hakim.

Alarm tersebut berupa lampu dop yang dipasang di atas pintu masuk ruang sidang. PA Surabaya memiliki tiga ruang sidang, yakni ruang sidang utama, ruang sidang I dan ruang sidang II. Untuk ketiga ruang sidang tersebut disedikan tiga lampu alarm dengan warna berbeda, yaitu merah, kuning dan hijau.

“Jika terjadi hal-hal yang membahayakan, ketua majelis hakim tinggal memencet tombol. Setelah itu lampu alarm menyala dan seorang satpam yang berada di ruang tunggu langsung masuk ke ruang sidang,” ujar Ketua PA Surabaya, Cholidul Azhar, SH, Mhum, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/10/2011).

Cholidul Azhar mengungkapkan, pada dasarnya setiap pihak yang akan bersidang dilarang membawa senjata api dan senjata tajam. Satpam dibekali metal detector untuk memastikan seseorang membawa senjata atau tidak.

Tetapi metal detector tersebut tidak dapat sepenuhnya diandalkan. “Sebab bisa saja orang melakukan penyerangan dengan menggunakan tangan kosong,” ujarnya.

Karena pemeriksaan perkara perdata agama pada umumnya dilakukan secara tertutup, maka satpam tidak mungkin mengawasi persidangan di ruang sidang. Diperlukan upaya kreatif agar jalannya persidangan tetap aman sekaligus tidak menyalahi ketentuan yang ada.

“Caranya, ya itu tadi, dengan menggunakan alarm,” Cholidul Azhar menambahkan.

Sistem pengamanan ini sudah terbukti efektifitasnya. Beberapa bulan lalu, kata Cholidul Azhar, sempat terjadi ketegangan di ruang sidang. Seorang lelaki yang berperkara ngotot tidak mau keluar dari ruang sidang padahal sidang pemeriksaan sudah ditutup. Dengan berteriak-teriak, ia memaksa majelis hakim membacakan putusan hari itu juga.

Kuatir akan keselamatannya, Ketua Majelis hakim lantas memencet tombol alarm dan sesaat kemudian satpam masuk ke ruang sidang.

“Tentu kami lakukan langkah persuasif. Dan alhamdulillah, orang tersebut akhirnya mau keluar dari sudang sidang,” Cholidul Azhar menutup ceritanya.

PA Lamongan, yang bertetangga dengan PA Surabaya, punya kiat lain lagi. PA yang terletak di jalan raya Lamongan-Surabaya ini menggunakan jasa polisi dari Polsek setempat untuk mengamankan jalannya persidangan.

“Satpam di sini kerjanya merangkap-rangkap. Jadi butuh tenaga khusus untuk pengamanan,” ujar Ketua PA Lamongan Dra. Hj. Nawal Buchori, SH.

Tugas anggota kepolisian di PA Lamongan terutama adalah mengawasi masyarakat yang hendak mendaftarkan perkara dan menunggu sidang. Jam kerjanya biasanya mulai jam 9 hingga seluruh sidang rampung.

Sayang sekali, ketika berkunjung ke PA Lamongan Senin sore, Tim Penilai Pelayanan Publik dan Meja Informasi dari Ditjen Badilag tidak bertemu langsung dengan polisi tersebut.

Andai bisa bertemu, dengan nada bercanda, mungkin kami akan mengajukan pertanyaan kepada polisi itu: Pak, itu pistol beneran atau pistol ..…

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total703115
Kam. 1810
Rab. 1720
Sel. 1610
Sen. 1510
Sab. 1310
Jum. 1240
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Asni Falah PTA BDL 2011-11-01 17:23
pepatah "sedia payung sebelum hujan" mutlak dilaksanakan dalam hubungannya dengan publik yang beraneka ragam, tetapi senyum dan pelayanan prima merupakan hal yang pokok dalam menghadapi publik. Selamat
Reply
 
 
# Ali Hamdi PA. GM 2011-11-01 17:55
selamat untuk PA Surabaya dan PA Lamongan yang udah menerapkan sistim keamanan model baru, sipa lagi pa yang lain punya kreatif baru, mungkin kah masih akan ada yg usul di tambah para normal, karena sering waktu setelah sidang di depan sidang banyak beras kuningnya.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA.Painan 2011-11-01 18:47
Ya bagus sekali antisipasi pengamanan sidang dengan sistem alarm yang dilakukan PA Surabaya dan PA Lamongan. Memang dulu di tahun 2006 sewaktu berlangsungnya Rakerna MARI di Bali di PA sidoarjo terjadi insiden pembunuhan Hakim di dalam ruang sidang oleh oknum TNI dengan memakai pisau komando. Hakim tersebut rencananya menghalangi sipelaku untuk membunuh isterinya, namun hakim tersebut yang terbunuh. Maka di akhir Rakernas MA.RI diputuskan masing-masing PA harus ada Satpamnya dan Alhamdulillah hari ini sudah ada. Tugas berikutnya bagaimana Satpam itu dimaksimalkan dan dioptimalkan fungsinya termasuk kelengkaapan peralatannya seperi yang telah dilakukan PA Surabaya.
Reply
 
 
# azuar 2011-11-01 18:49
sangat efektif sekali jika PA mempunyai alarm seperti itu. tp akan lebih baik lagi jika petugas keamanan / security benar2 dari orang yang berpengalaman dan terlatih serta bersertifikasi.
Reply
 
 
# M.Zuhri PA Purwodadi 2011-11-01 20:10
Pengamanan PA memang termasuk kebutuhan yg mendasar dan mendesak, disamping nampak berwibawa juga untuk menghindari terulangnya terbunuhnya seorg hakim dlm melaksanakan tugas. Hasil studi banding di negara tetangga seeperti Brunei dan Australia juga menerapkan pengamanan yg standar
Reply
 
 
# spdSHImin 2011-11-01 20:31
ternyata bukan sidang tindak pidana saja yang bisa mengancam keselamatan hakim namun perdata pun ikut merenggut nyawa seorang hakim tindakan prefentif dari pa lamongan dan pa surabaya perlu jadi catatan bagi kita seluruh PA untuk mengantispasi sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Reply
 
 
# muhammad jufri, A.Md 2011-11-01 20:37
mari kita jaga sama-sama pengamanan dan kondisi peradilan agama dimanapun kita berada, agar tercipta suasana yang kondusip aman dan tentram, mari kita sama-sama jadikan ini sebagai pengalaman untuk kedepannya.
Reply
 
 
# M.Tobri-PA Kuningan 2011-11-01 21:35
namanya juga ikhtiar demi keamanan dan kenyamanan semua pihak, selamat buat PA Lamongan dan PA Surabaya yang punya inovasi bagus, mudah-mudahan selamat dan sukses selalu,
Reply
 
 
# Kamali Blitar 2011-11-01 23:35
Alhamdulillaah sudah terwujud, alarm tersebut sudah dijadikan program sekitar tahun 2005 yang lalu ketika aku masih di Kesekretariatan PA. Surabaya.
Semoga upaya maksimal PA Surabaya benar-benar memberi rasa aman bagi semuanya.
Syukron wal'afwu.
Reply
 
 
# Mk. zaman 2011-11-02 15:58
MAntab juga tuh, sehingga bahaya yg akan timbul dapat dihindari secara dini.... salut buat PA. Surabaya dan PA. LAmongan
Reply
 
 
# JASMAN 2011-11-02 20:31
:sad: Ya, banyak kejadian yang tak terduga duga terhadap majelis hakim di dalam ruangan persidangan yang bisa mengancam keselmatan keselamatan para majelis Hakim tersebut, saran kami maunya ada polisi yang ditugaskan oleh Negara khusus dalam pengamanan persidangan, sehingga hal-hal yang berkenaan dengan honor para polisi tersebut bisa ditanggung oleh Negara.
Reply
 
 
# shalahuddin 2011-11-08 18:13
semoga bisa menjadi contoh bagi PA.PA lain agar sidang bukan sekedar tertib tapi juga aman bagi semua pihak :lol:
Reply
 
 
# Yefferson WK.PA.Lubuk Basung 2011-11-09 20:33
Kita sangat setuju dengan pengamanan yang ekstra ketat seperti agar jangan lagi teulang peristiwa hakim diserang dan kahirnya meninggal itu, sekarang manusia tidak lagi mau berfikir kalau emosi sudah menguasai dirinya. yah salut dengan PA.Surabaya dan PA.lamongan
Reply
 
 
# pakde parkan 2011-11-09 22:22
WASPADALAH...WASPADALAH... ;-)
Reply
 
 
# asmuni wahdar 2011-11-13 18:03
wah salut aku dengan pengamanan tsbt,sbb org tua org tua dahulu mengatakan sedia payung sblm hujan,artinya kita harus antisipasip,dlm usul fiqh dinyatakan syaddu zdariah,
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 985 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS